
"Pa ini gimana pa?Heri belum ngabarin kita sudah berminggu minggu dia pergi tapi sekalipun dia tidak memberi kabar bahkan ponselnya tidak bisa di hubungi?"Bu Retno tampak sangat gelisah karena anak kesayangan nya tidak ada kabar sama sekali.
"Pa..!"Bentak Bu Retno yang geram melihat suaminya yang seperti nya cuek dengan keadaan Heri yang tidak ada kabar.
"Apa sih ma?"Kata Pak Bram kesal.
"Papa gimana sih?anak tidak ada kabar sama sekali tapi papa tidak peduli sebenarnya papa ini papanya bukan sih?"Kesal Bu Retno.
"Itu cuma mama yang tahu papa ini papa nya Heri atau bukan?"Geram pak Bram.
Bu Retno tampak bingung dengan jawaban suaminya kemudian dia mengingat kembali yang dia katakan dan..
"Maksud mama,papa seperti acuh sama Heri apa papa tidak sayang sama dia?"Ulang bu Retno karen tidak ingin ada salah paham antara dia dan suaminya.
"Papa kan sudah larang tapi mama sama Heri tetep ngotot kalau sudah begini gimana coba?"Tanya Pak Bram,dia bukan nya tidak peduli dia juga sudah mengabari teman teman nya yang di kenalnya di kota siapa tahu ada yang melihat putranya tapi masih belum ada kabar.Lagi pula dia tidak tahu dimana persis nya Heri berada.
"Iya mama tahu,tapi kan ini demi masa depan Heri pa.Papa cari sana kenapa!Mama takut jika terjadi sesuatu sama Heri pa!"
"Memang mama tahu dimana tujuan Heri?"Tanya Pak Bram.
Bu Retno diam,dia berpikir benar juga kata suaminya dia tidak tahu dimana Heri mencafi Rumsi karena dia tidak menanyakan nya.
Pa Bram yang melihat isttinya hanya diam yakin kalau dia juga tidak tahu"Kalau mama tidak tahu kita mau cari dimana?Kota itu luas ma.Lagi pula siapa tahu jika Heri sedang sibuk mencari kerja atau mungkin sudah mendapatkan pekerjaan dan belum sempat mengabari kita.Sabar saja dulu lagi pula Heri itu laki laki biarkan dia mandiri papa yakin dia baik baik saja!"Ucap Pak Bram.
Bu Retno tidak menanggapi ucapan Pak Bram yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah bagaimana caranya dia bisa tahu dimana tujuan Heri agar dia bisa dengan mudah mencari keberadaan anak kesayangan nya itu.
"Aku harus menemui teman teman nya!"Gumam bu Retno.
Pak Bram bingung melihat istrinya yang tiba tiba pergi begitu saja."Ma ,mama mau kemana?"Tanya Pak Bram setengah berteriak.
"Mama mau tanya teman teman nya Heri siapa tahu mereka tahu kemana tujuan Heri"Jawab Bu Retno seraya berlalu.
__ADS_1
"Ahh dimana mereka biasa ngumpul ya?"Bu Retno lupa jika dia juga tidak tahu dimana anak nya dan teman teman nya sering ngumpul dia pun kembali masuk dengan wajah lesu.
"Loh kok balik lagi?Tidak jadi menemui teman teman Heri?"Tanya pak Bram yang heran melihat istrinya kembali padahal baru daja kekuar apalagi melihat wajah istrinya yang lesu dia menjadi heran.
"Mama lupa kalau mama tidak tahu diaman tongkrongan Heri dan teman teman nya."Jawab bu Retno lesu.
Pak Bram mengulum senyumnya"Makanya jangan terburu buru seperti itu lagi pula mama kan tidak harus menemui mereka kalau hanya ingin bertanya ."
Bu Retno bingung dengan ucaoan suaminya"Maksud papa?"
"Mama bisa minta Prida untuk menelpon Yoga atau yang lain kan?"
"Astaga iya,mama lupa jika Prida punya nomer ponsel mereka.Kenapa papa tidak bilang dari tadi sih?"Sewot Bu Retno.
"Mama yang buru buru pergi malah nyalahin papa."Kata Pak Bram tidak terima di salahkan.
Bu Retno seperti mendapat angin segar dia segera menemui Prida yang ada di kamarnya.
Tokk..Tok...
"Mama ada apa?"Tanya Prida yang heran tidak biasa biasanya mamanya masuk kekamar nya biasanya hanya kamar Heri saja.
"Prida ..Kamu masih punya nomer ponsel teman teman nya kakak kamu kan?Mama mau menanyakan pada mereka apa mereka tahu tujuan pasti kakakmu!"
"Masih ma.Sebentar ya!"Prida mengambil ponselnya di atas meja dan menyerahkan pada mamanya.
"Ya sudah mama pinjam dulu ya,kamu lanjutkan saja belajar kamu!"Bu Retno membawa ponsel Prida keluar dia tidak mai Prida mendengar apa yang dia tanyakan pada teman teman nya Heri.
"Hallo Yoga!"Sapa Bu Retno setelah panggilan nya tersambung.
"Tante ada apa?"Tanya Yoga yang penasaran karena tidak biasanya mamanya Heri menelpon nya.
__ADS_1
"Yoga tante mau tanya,apa Heri pernah menghubungi kalian?"
"Tidak tante,Heri belum pernah menghubungi kami sejak dia pergi ke kota."Jawab Heri.
"Tante jadi khawatir.Ehh Yoga kamu tahu tidak kira kira dimana Heri mencari Rumsi soalnya tante lupa menanyakan alamat Rumsi sama Heri sebelum dia berangkat kemarin?"
"Ohhhhh..Jadi Heri pergi bukan untuk mencari pekerjaan tapi untuk mencari Rumsi?"Suara pak Bram mengagetkan bu Retno yang masih bertanya pada Yoga.
"Pa..Papa.."Bu Retno gugup kini dia ketahuan sudah membohongi suaminya.
Yoga sendiri yang mendengar suara pak Bram langsung mematikan ponselnya karena tidak ingin terseret dalam masalah keluarga Heri.
"Jadi mama dan Heri sekongkol membohongi papa iya?"Tanya Pak Bram geram.
"Tidak pa.Bukan seperti itu emm mama cuma ingin uang kita kembali pa!"Jawab Bu Retno akhirnya.
"Mama sudah sangat keterlaluan!Apa mama tidak mikir,mama punya anak perempuan mama tidak takut jika apa yang mama lakukan pada Rumsi terjadi pada Prida?"Pak Bram tidak habis pikir dengan kelakuan istrinya padahal Rumsi sudah pergi jauh tapi masih saja di kejar,hutang mereka juga tidak terlalu banyak tapi karena bu Retno membungakan nya maka hutang kekuarga Rumsi semakin bertambah banyak.
"Pa,jangan bawa bawa Prida dia itu anak yang baik,sopan dan tidak liar seperti perempuan itu!Sampai kapan pun mama akan tetap menagih uang itu pada semua keturunan Saiful."Bu Retno mulai emosi karena lagi lagi suaminya membela Rumsi.
Prida yang mendengar keributan pun segera melihat apa yang terjadi dan dia terkejut karena kali ini orang tuanya terlihat sangat marah.
"Ada apa ma,pa?"Tanya Prida
"Lihat kelakuan mama kamu dan Heri.Ternyata selama ini mereka membohongi kita Heri bukan mencari pekerjaan di kota tapi dia pergi untuk mencari Rumsi!"Wajah Pak Bram sudah sangat memerah kilatan amarah terlihat jelas di matanya.
"Apa mama nyuruh kak Heri untuk mencari Rumsi,untuk apa ma?"Tanya Prida yang tidak habis pikir dengan kelakuan mamanya.
"Jelas saja mama mau dia membayar hutang mereka yang sudah menumpuk!Mama tidak akan pernah merelakan nya."
Prida memijit pelipisnya kepalanya terasa berdenyut mendengar alasan mamanya mencari Rumsi hanya karena hutang.
__ADS_1
Prang.......
Bersambung....