
Sudah pukul lima sore saat Rey tiba di rumah nya bersama Damian tapi keadaan rumah tampak sangat sepi.
''Sweete..!''Panggil Rey saat memasuki rumah nya.
''Sweete..''Panggil Rey lagi.
''Sepertinya Nona Rumsi belum pulang tuan.''Kata Damian.
''Biasa nya jam segini dia sudah di rumah.Kemana dia?''Tanya Rey penasaran.
''Pak Jo!''Panggil Rey
Pak Jo berjalan cepat menghampiri Rey''Saya Tuan?''
''Apa Nona Rumsi belum pulang?''Tanya Rey.
''Belum Tuan.''Jawab Pak Jo yang memang belum melihat Rumsi pulang sejak tadi.
''Tidak biasanya dia pulang terlambat.''Kata Rey sambil mengambil ponsel di saku nya berniat menghubungi Rumsi.
Deerrrtt deerrttt
Belum sempat Rey menekan nomor Rumsi, ponselnya sudah bergetar terlebih dahulu.
''Hallo ada apa?''Tanya Rey dengan serius karena yang menghubungi nya adalah anak buah nya yang dia perintahkan menjaga Rumsi.
__ADS_1
''Apa?Bagaimana bisa kalian kehilangan dia?''Rey tampak terkejut dan sangat marah.
Pak Jo dan Damian saling pandang,mereka bingung kenapa Rey tiba tiba marah.
''Ada apa tuan?''Tanya Damian.
''Rumsi hilang.Ada beberapa orang yang mengikuti mobil Rumsi dan mereka menculik nya.''Jawab Rey kesal.
''Damian cepat perintahkan semua anak buah kita untuk mencarinya sampai ketemu!''Rey segera keluar.Dia tidak mungkin hanya menunggu sementara Rumsi menghilang.
Damian dengan cepat menyusul Rey masuk ke dalam mobil.Kali ini Rey sendiri yang menyetir.
Rey mencari Rumsi ke kampus nya bahkan sepanjang jalan Rey terus mengamati setiap orang yang lalu lalang!Bagai orang yang kehilangan arah Rey terus saja mencari Rumsi.
Damian yang ada di sebelah nya merasa sangat khawatir karena Rey mengemudikan mobilnya sangat kencang.
''Bagaimana aku bisa tenang Dam.Dia baru saja kehilangan bapak nya sekarang dia di culik?Geram Rey serta memukul stir mobilnya.
Sudah tengah malam tapi Rey dan Damian masih terus mencari bahkan mereka juga sudah memeriksa semua cctv jalan yang mungkin di lewati Rumsi tapi hasilnya nihil membuat Rey semakin frustasi.
Kini mobil Rey berhenti di sebuah klub terbesar di kota itu.Rey yang sudah lama tidak meminum minuman keras kali ini ingin menenggak nya.
''Apa yang akan tuan lakukan di tempat ini?''Tanua Damian khawatir.
''Kau jangan ikut campur Dam.Pergilah biar aku menumpahkan semua rasa bersalah ku pada Rumsi.''Kata Rey masuk tidak menghiraukam Damian yang khawatir.
__ADS_1
Tapi Damian tidak peduli dia tetap saja mengikuti Rey masuk ke dalam klub.Damian tidak ingin terjadi sesuatu pada Rey.
''Hahahahaha...Bagus bagus ternyata ada orang yang juga tidak menyukai Rey.Aku tidak perlu repot repot mengotori tanganku.Hahahaha...''Carlos sangat senang mendapat kabar dari mata mata nya yang mengabarkan jika Rumsi hilang dan hingga saat ini Rey belum menemukan nya.
''Pantau terus mereka dan beri aku kabar tanpa terlewat!''Carlos mengembangkan senyum nya.Wajah nya tampak berbinar.
Malam sudah sangat larut tapi Rey belum juga mendapat kabar tentang keberadaan Rumsi.Damian yang sangat khawatir akhirnya membawa paksa Rey pulang yang sudah tidak sadar karena terlalu banyak minum.
''Sweete kamu dimana?Bagaimana keadaan mu?''Racau Rey.
Sepanjang jalan Rey terus meracau memanggil nama Rumsi hilang nya Rumsi kali ini seakan membuat Rey sangat tertekan.
Pak Jo yang mendengar deru suara mobil segera membuka pintu.
''Cepat bantu aku membawa Tuan Rey ke kamar nya!''
Pak Jo pun membantu Damian memapah Rey yang sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
''Rumsi..''Lirih Rey.
Rey terbaring di kamar nya dengan mulut yang masih menyebut nama Rumsi.
Entah hanya perasaan saja Damian seperti merasa ada yang aneh dengan pak Jo yang terus memandangi Rey.Damian sampai menyeipitkan matanya untuk memastikan jika Pak Jo sedikit menarik bibirnya seakan senang dengan apa yang terjadi pada Rey.
''Tolong ambilkan air hangat pak!''Damian memilih untuk mengabaikan dulu apa yang pak Jo lakukan,dia akan menyelidikinya nanti.
__ADS_1
Bersambung