Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 47.Melihat sosok Heri


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak Rumsi keluar dari rumah sakit,kondisinya kini sudah benar benar pulih dan rencananya hari ini dia akan kembali bekerja setelah selama seminggu Rey melarang nya bekerja karena kondisinya yang sedang hamil.


"Kakak benar sudah baik baik saja?"Tanya Dian yang masih khawatir dengan keadaan kakaknya.


"Iya kakak sudah sangat baik.Lagi pula tidak enak jika kakak terlamu lama libur bagaimana pendapat karyawan lain jika kakak tidak masuk kerja lagi?"


"Iya kakak benar,apalagi Tuan Rey sudah sangat baik pada kita."


"Iya,,Ehhh tuh mobil jemputan kamu sudah datang.Belajar yang benar ya!Agar tidak membuat Tuan Rey kecewa!"


"Iya kaka.Dian berangkat dulu ya!"


Rumsi tersenyum mengantar kepergian Dian.Rey memang tidak tanggung tanggung membantu Rumsi terutama Dian yang sudah dianggapnya adiknya sendiri,selain memasukkan nya kesekolah terbaik Rey juga memerintahkan supirnya untuk mengantar jemput Dian.


Setelah Dian pergi,Rumsi pun bersiap untuk pergi bekerja,dengan perut yang sudah mulai tidak bisa dia tutupi lagi Rumsi berjalan menuju tempat nya bekerja.


Rumsi berjalan dengan santai karena hari juga masih sangat pagi jadi dia tidak perlu terburu buru,namun tiba tiba tubuhnya menegang matanya melihat sosok pria yang sangat di kenalinya,matanya mulai memanas jantung nya berdegup kencang Rumsi melihat ke kiri dan kenan mencari tempat untuk menghindar dari suami jahatnya.


"M..Mas Heri!Ya Tuhan jangan sampai dia melihat ku."Gumam Rumsi panik.


Beruntung tidak jauh dari tempatnya berdiri Rumsi melihat ada mini market jadi dia memutuskan berlari dan bersembunyi disana.


Rumsi yang takut pun hanya bisa bersembunyi di antara jajaran etalase namun wajahnya menjadi tegang saat seseorang menepuk bahunya.


"Rumsi.."


"Hah.."


Rumsi terdiam kaget di tempatnya matanya sudah basah,Rumsi benar benar takut jika Heri menemukan nya.


"Kamu ngapain disini?"


Pelan Rumsi membalikkan badannya ternyata itu bukan Heri tapi Damian.


"Oh Tuan.."Oceh Rumsi lega sambil mengelus dadanya.


"Kamu kenapa?"


"Tidak ada apa apa Tuan."Jawab Rumsi berusaha menutupi kegelisahan nya.


"Kamu yakin?"Tanya Damian yang curiga melihat wajah Rumsi yang pucat dan berkeringat.

__ADS_1


"Iya Tuan,Saya yakin."


"Baiklah kalau begitu segera ke kantor sebentar lagi Bos datang dan ruangan nya harus sudah bersih!"


"Baik Tuan!"


Rumsi melihat punggung Damian yang kian menjauh,mata nya kembali melihat kekanan kekiri khawatir jika Heri masih ada disana.


Pelan pelan Rumsi keluar dengan pandangan yang terus waspada.Setelah di rasa aman Rumsi segera mempercepat langkah nya agar segera sampai di tempat nya bekerja.


Setiba nya Rumsi di kantor Rey,semua mata melihat kearahnya dengan pndangan yang penuh tanya karena perut Rumsi yang terlihat menonjol.


"Ehh Anak baru,ternyata kamu beneran hamil ya?"Tanya Tasya yang sangat kepo padahal dia sudah mendapat peringatan dari Damian.Karyawan lain hanya diam dan mengamati saja walau sebenarnya mereka juga penasaran.


Rumsi yang di tanya hanya menunduk malu,walau dia tidak memungkiri keadaan nya tapi jika di tanya begitu rasanya aneh apalagi jika sampai ada yang bertanya dimana suaminya.


Bu Ida yang melihat itu pun segera menemui Rumsi dan membawanya."Jangan dengarkan dia!"


"Ehh bu,emang apa istimewanya sih anak ini?Sampai ibu membela dia saya kan cuma nanya aja."Oceh Tasya.


"Bukan urusan kamu Tasya,jadi jangan mengganggu dia kerjakan saja kerjaan kamu awas nanti kamu bisa di pecat jika terlalu kepo dengan urusan orang!"Omel Bu Ida.


"Kamu jangan ambil pusing sama omongan karyawan disini ya selama kamu tidak melakukan kesalahan kamu tidak perlu takut.Ingat Rumsi kota ini keras jika kamu lemah maka kamu akan di tindas tapi bukan berarti kamu harus menjadi jahat!"


"Iya bu,Rumsi paham terima kasih sudah membantu Rumsi selama ini!"


"Iya sama sama,sekarang cepat kerjakan pekerjaan kamu sebelum bos tiba."


Akhirnya Rumsi mengambil semua peralatan nya dan melanjutkan pekerjaan nya walau di iringi tatapan menyelidik semua teman teman nya Rumsi tetap diam dan hanya fokus pada pekerjaan nya.


Setelah kejadian kemarin dan kabar kehamilan Rumsi semua berubah,teman teman nya yang dulu baik kini seperti menjauhinya dan enggan berteman dengan nya padahal mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi mereka semua beranggapan jika Rumsi hamil di luar nikah lalu di usir orang tuanya.


"Kalau kerja jangan kebanyakan melamun,jadinya lama!"Rey dan Damian ternyata sudah disana dan dia belum menyelesaikan pekerjaan nya.


"M ..Maaf Tuan!"Hanya itu yang bisa di katakan Rumsi dan dia segera menyelesaikan pekerjaan nya lalu keluar dari ruangan Rey.


"Ada yang aneh?"


"Para karyawan mempertanyakan dia Tuan.Apalagi kehamilan nya tidak bisa ditutupi lagi mungkin itu yang membuat nya murung."Jawab Damian yang sejak pagi tadi mencurigai jika Rumsi menyembunyikan sesuatu dari mereka.


"Ya mungkin saja.Kita juga belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada nya dan sebaiknya aku segera menanyakan nya!"

__ADS_1


Damian hanya diam dia juga ingin tahu apa yang sebenar nya terjadi karena cerita Dian hanya setengah nya saja.


"Tuan."


"Ada apa?"


"Emm tadi pagi saya melihat dia sedang bersembunyi seperti nya dia sangat ketakutan wajahnya sampai pucat dan berkeringat."


"Kau tidak menanyakan padanya?"


"Sudah,tapi dia tidak mengatakan apa apa."


Rey terdiam dan tampak berpikir apa kiranya yang membuat Rumsi ketakutan dan sampai sembunyi.


"Apa mungkin dia melihat suaminya?"


"Mungkin saja,hanya dia orang yang di takuti Rumsi dan adiknya."


"Iya,kalau begitu selesai rapat nanti panggil dia kemari!Kita akan menanyakan nya aku tidak mau jika sampai ada masalah lagi apalagi sampai berpengaruh pada Dian."


"Baik Tuan."


Rumsi kembali bergabung bersama teman teman nya yang lain.Dia hanya diam melihat teman temannya yang menjauhinya bahkan Rima yang dulu ramah kini terlihat menjaga jarak darinya.


"Kak Rima,ada yang bisa saya bantu?"Tanya Rumsi yang melihat Rima sedang membuat beberapa gelas kopi.


"Ahh Enggak Rum.Terimakasih!"Jawab Rima cepat dan segera meninggalkan Rumsi yang masih menatapnya.


"Kenapa mereka menjauhiku padahal mereka tidak tahu apa apa tentang aku?"Gumam Rumsi dengan wajah murung.


Dilihat nya ke sekeliling teman teman nya pada berbisik dan sesekali melihat ke arah nya membuat dia merasa risih.


"Teman teman...!"Panggil Rumsi


Mereka semua melihat ke arah Rumsi tanpa mengatakan apa pun.


"Tolong jangan melakukan ini.Apa yang membuat kalian menjauhi aku?"Tanya nya dengan mata yang sudah memerah.


Teman teman nya hanya diam saja masih ingin mendengar apa yang Rumsi katakan.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2