
Suasana duka masih sangat terasa di kediaman Rey.Seluruh penghuni rumah tampak sedih dengan kepergian pak Saiful yang tiba tiba,bahkan para pelayan juga merasa kehilangan seorang pak Saiful yang bagi mereka sangat ramah dan rajin.
Rey melihat Rumsi yang masih terus menangis di kamar nya,sejak kemarin dia sama sekali tidak mau makan atau minum sepeetinya dia sangat terpukul dengan kepergian bapak nya yang tiba tiba.
Rey datang dengan nampan di tangan nya di temani Dian yang juga terlihat sembab.
''Sweete..''Panggil Rey lembut.
Rumsi tidak menyahut rasanya dunia nya kini sudah hancur,dia tidak punya siap siap lagi sekarang kedua orang tuanya telah berpulang.
''Kakak..''Panggil Dian.
Rumsi menoleh terlihat lelehan airmatanya yang masih menetes.
Dian memeluk Rumsi ''Kakak makan ya!Jangan begini,bapak.juga pasti tidak akan merasa senang kak.Balak akan bersedih.''Bujuk Dian.
Rumsi menggeleng'''Enggak Dian,kakak tidak lapar.''Jawab Rumsi.
''Jangan sperti ini sweete!Makanlah sejak kemarin kamu belum makan.Sekarang bapak dan ibu sudah bersama,mereka pasti bahagia jadi kamu jangan merusak kebehagiaan mereka ya!''Kata Rey ikut membujuk Rumsi.
Rumsi melihat Rey yang wajah nya terlihat lelah.''Mas,sekarang aku hanya sebatang kara.Aku tidak punya siapa siapa lagi mas.Hikss...hiksss...''Isak Rumsi menutup wajahnya.
''Jangan bicara seperti iti kak.Apakah kakak tidak menganggap Dian adik kakak lagi?''Dian menangis merasa di abaikan Rumsi.
Rumsi menyadari kesalahan nya.Awalnya dia berpikir jika Dian masih punya Rey yang kakak kandung nya dan akan melupakan dirinya.Sementara dirinya sendiri tidak punya siapa siapa lagi.
''Maafin kakak ya!''lirih Rumsi.
''Kamu memang jahat sweete.Artinya kamu tidak menganggap aku ada,Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri.Padahal disini ada aku ada Dian ada Fero dan Damian tapi kamu merasa kamu sebatang kara.''Rey merasa kecewa dengan ucapan Rumsi.
Walau Rey mengerti maksud Rumsi tapi dia tidak sendiri Rumsi masih punya orang orang yang menyayangi dirinya.
__ADS_1
''Mas,aku minta maaf!Bukan maksud ku begitu tapi aku hanya merasa semua ini salah ku mas.Dulu saat aku menikah dengan mas Heri,ibuku meninggal dan sekarang aku kehilangan bapak mas.''Lirih Rumsi dalam isak nya.
''Baiklah,sekarang kamu makan ya!ingat ada kami yang menyayangimu!''
Rumsi mengangguk,Dian merasa senang karena Rumsi sudah mau makan setidaknya usaha kakak nya tidak sia sia.
''Biar aku suapi ya!''Kata Rey.
Rumsi merasa malu tapi dia tidak menolak perhatian dari Rey apalagi tubuh nya memang lemah karena tidak makan sejak kemarin.
Tokkk Tokkkk
Damian datang mengetuk pintu kqmar Rumsi yang memang sudah terbuka.
''Ada apa Dam?'Tanya Rey.
''Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan tuan.''Jawab Damian.
''Dian kamu bantu kakak ya!''Rey menyerahkan piring di tangan nya pada Dian.Lalu berbalik menatap Rumsi.
''Sweete,aku pergi dulu!Habis kan makanan mu dan ingat istirahat jangan terus bersedih.Aku akan kembali.''Kata Rey mengusap rambut Rumsi lembut.
Rumsi mengangguk begitu juga dengan Dian.
Rey berjalan di depan sementara Damian mengekor di belakang nya.Mereka menuju ke ruang kerja karena hanya ruangan itu yang kedap suara dan tidak semua orang bisa masuk ke ruangan itu.
Damian memastikan pintu sudah tertutup dengan rapat sebelum dia mengatakan apa yang dia ketahui.
''Ada apa Dam?kau terlihat khawatir?''Tanya Rey setelah Damian memastikan aman.
''Kepergian pam Saiful yang tiba tiba bukanlah karena dia kelelahan tuan.Tapi karena hal lain,sepertinya ada yang sudah dengan sengaja membunuh pak Saiful.''Kata Damian hati hati dan pelan.
__ADS_1
Rey mengerutkan alisnya''Kau yakin?bagaimana kau tahu?''Tanya Rey yang tidak ingin gegabah.
''Saya memeriksa cctv yang kita pasang tersembunyi tuan.Ada seorang pelayan yang keluar sesaat sebelum kita sampai di kamar pak Saiful pertama kali tuan.''Jawab Damian.
Damian menyalakam laptop yang sedari tadi di bawanya di hadapan Rey.
Rey mengamatinya dengan teliti''Jika dilihat dari gerakan nya,dia sama sekali tidak mencurigakan Dam.Dia terlihat sangat santai dan tenang.
Siapa dia?''Tanya Rey.
''Pelayan baru tuan.''Jawab Damian.
''Siapa yang membawanya?''
''Dia rekomendasi pak Jo.''
Rey semakin merasa aneh.Pak Jo adalah pelayan lama rasanya tidak mungkin jika dia asal memilih pelayan.
''Apa kau memikirkan apa yang ku pikirkan Dam?''Tanya Rey menatap langsung mata Damian.
''Ya tuan.Saya juga terpikirkan ke arah sana''Jawab Damian
''Kita harus menyelidiki ini,tapi ingat jangan sampai ada yang tahu dan curiga.Kita akan memainkan permainan untuk mengecoh mereka!''Ucap Rey
Damian mengangguk walau belum sepenuhnya tahu apa yang sedang Rey rencanakan tapi dia akan memainkan peran nya dengan baik.
''Baiklah aku akan menemui Rumsi lagi dan kau aman kan rekaman itu!''
Damian mengangguk lalu keluar mengikuti Rey tapi tidak ke kamar Rumsi tapi pergi entah kemana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung....