
Rumsi membuka matanya yang masih terasa panas karena dia hanya tidur beberapa jam saja,niatnya dia ingin bangun agak siangan karena hari ini dia hanya harus menunggu asisten Damian menjemputnya tapi kini semua berantakan karena suara Dian yang nyaring.
"Kak..Kakak..!"Dian menggoyang goyangkan lengan kakak nya agar segera bangun.
"Ada apa Dian,kakak masih mengantuk!"Tanya Rumsi seraya mengucek matanya.
"Kak ini sudah siang,apa kaka tidak bekerja hari ini nanti kakak kena pecat di hari kedua bekerja kan gak lucu kak?"Celoteh Dian yang panik.
Rumsi kembali membaringkan tubuhnya di kasur usang itu lalu menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Ihh kakak..!"Dian merasa gemas dengan kakaknya.
"Kakak hari ini tidak bekerja dek..Apa kamu lupa kalau hari ini asisten nya bos kakak akan menejmput kita buat pindah dari kosan ini?"Jawab Rumsi tetap menutup matanya.
Dian nyengir mendengar jawaban Rumsi"Ahh iya ,maaf kak Dian lupa, ya sudah sekarang kakak tidur lagi aja.Lagian tidak ada yang harus kita siapkan jadi tidak terlalu repot."Dian merasa malu karena sudah membangunkan kakak nya dengan heboh padahal dia sendiri yang lupa.
"Hemmm!"Rumsi hanya mendehem saja mendengar celotehan Dian.
Rumsi benar benar melanjutkan tidurnya entah memang mengantuk atau hormon kehamilannya yang membuat matanya sangat mudah untuk terpejam.
Jam sudah menunjukakn pukul sepuluh siang,Dian yang melihat kakaknya tidur juga tidak ingin membangunkan kakaknya karena dia tahu jika kakaknya pasti lelah jadi Dian membiarkan kakak nya beristirahat dan sarapan mereka Dian memanaskan sisa makanan kemarin yang belum habis.
Pukul setengah sebelas Rumsi mengerjapkan matanya,badannya terasa sangat capek sekali.Perlahan dia melakukan peregangan dan sekilas melihat jam yang menunjukkan angka setengah sebelas.
"Astaga..Apa ini?Aku tidur hingga sesiang ini?"Rumsi segera bangun dan berjalan cepat ke kamar mandi.
"Dian..kenapa tidak membangunkan kakak ,sekarang sudah dangat siang Diann?"Walau bertanya Rumsi tetap meninggalkan Dian tanpa menunggu Dian menjawab pertanyaan nya sendiri.
"Huhh dia yang mau tidur malah marah marah sama aku."Ledek Dian.
Rumsi sudah duduk di meja makan bersama dengan Dian.
"Ahhh badan kakak capek banget."
"Iya pasti karena kakak tidur kelamaan ini."
"Iya kakak rasa kamu benar.Kakak tidur karena kecapean tapi malah tambah capek."Kata Rumsi seraya menggoyang goyangkan kepalanya.
__ADS_1
"Hehehehe...Kakak lucu.Ya sudah kak ayo makan dulu tadi Dian sudah panasin makanan sisa kemarin.Masih enak kok!"
Rumsi mengambil piring dan mulai makan,perutnya juga sudah terasa lapar.
Belum selesai Rumsi makan ada suara ketukan terdengar mereka yakin itu adalah asisten Damian yang datang untyk menjemput mereka.
Rumsi segera menghabiskan sarapan siangnya sebelum Asisten Damiqn masuk dan melihat dia makan.
"Dian buka ya kak!"Tanya Dian.
Dian pun segera membuka pintu dan benar saja itu adalah asisten Damian.
"Kalian sudah siap?"Tanya Damian tanpa basa basi.
"Emm..Itu..!"Dian bingung mqu menjawab apa dia juga merasa sedikit takut pada Damian yang berwajah tampan tapi dingin dan nyaris tanpa ekspresi.
"Ahh Tuan Damian silahkan masuk!"Ucap Rumsi
"Kalian sudah siap,jika sudah ayo kita segera betangkat Tuan Rey sudah menunggu!"Ajak Damian tanpa menggubris ajakan Rumsi.
"Iya Tuan.Sebentar saya ambil tas dulu!"Rumsi segera masuk ke dalam kamar dan mengambil sebuah tas usang.
"Hanya ini?"Tanya Damian heran.
Damian mengeryitkan alisnya,melihat tas yang ada di tangan Rumsi,bukan nya ingin menghina tapi tas itu tifak terlalu besar dan didalamnya ada pakaian untuk dua orang itu artinya di dalamnya pasti hanya ada beberapa potong saja untuk satu orang.
"Ya sudah ayo!"
"Sebentar Tuan.Saya ingin menyerahkan kunci kosan ini pada pemiliknya!"
Melihat Damian tidak mengatakan apapun Rumsi segera berjalan terlebih dahilu di ikuti Dian untukenyerahkan kunci sekaligus pamit dan mengucapkan terima kasih pada ibu pemilik kosan itu.
"Sudah?"Tanya Damian saat melihat rumsi dan Dian mendekat ke mobil.
"Sudah Tuan!"
Damian membuka kan pintu mobil "Ayo masuk!Tuan Rey sudah menunggu!"Ucap Damian yang melihat Dian hanya Diam.
Rumsi memberi kode pada Dian agar segera masuk dan tidak membuang buang waktu.Dian pun masuk walau ragu ragu seumur umur ini pertama kalinya dia naik mobil lalu diikuti Rumsi yang kini duduk di sebelah Dian.
__ADS_1
Damian melajukan mobil menuju ke arah perusahaan Rey.Rumsi menggenggam tangan Dian yang jelasterlihat sangat gugup.
Dengan tatapan mata Rumsi,Dian mengerti jika kakaknya sedang menenangkan nya.
"wahh kakak.Mobilnya bagus!"Celoteh Dian yang mulai merasa rilex.Damian yang mendengarnya hanya menarik sudut bibirnya,sementara Rumsi merada malu karena Dian cukup kencang mengatakan nya.
"Lihat kakak !Gedung itu tinggi sekali?Bagaimana cara menyapunya ya?"Dian masih terus berceloteh yang malah membuat Rumsi semakin malu.
"Dian,sudah jangan banyak tanya!"Rumsi menutup mulut Dian dengan tangan nya.
Damian hanya menyaksikan Dian dan Rumsi dari balik kemudinya.Dalam hatinya dia merasa kasihan dengan dua saudara ini.
Damian langsung membawa mereka ke depan rumah baru yang akan mereka tempati.
"Ayo turun,kita sudah sampai!"Ajak Damian.
Rumsi dan Dian langsung turun dan melihat rumah yang sangat bagus di hadapan mereka.
"Tuan.Ini rumah yang akan kami tempati?"Tanya Rumsi kagum.
"Iya,kenapa kalian enggak suka?"Suara Rey membuat Rumsi merasa tidak enak hati.
"Ahh Tuan.Bu..Bukan begitu.Rumah ini justru sangat bagus untuk kami tinggali .Lagi pula saya hanya OG disini tuan."Ucap Rumsi yang benar benar merasa tidak enak hati.
"Tidak apa apa,Saya hanya ingin karyawan saya hidup dengan layak!Itu bawaan kalian?"Tanya Rey pada Rumsi karena melihat di tanagn nya hanya ada tas yang tidak seberapa dan juga terlihat usang.
"I..Iya Tuan.Ini pakaian kami!"Jawab Rumsi merasa malu karena sama seperti Damian Tuan Rey juga melihat ke arah tasnya dengan mengerutkan alis mereka.
"Ohh ya sudaj,Ayo masuk dan lihat isis rumah yang akan kalian tempati jika ada yang kurang kalian bisa bilang sama Damian,dia akan mencarinya untuk kalian!"
Rumsi hanya tersenyum seraya mengangguk,tentu saja tidak akan ada yang kurang karena hidup mereka di kampung jauh lebih banyak kekurangannya.
Damian membuka pintu dengan lebar.Mata Fian dan rumsi terpukau melihat rumah yang akan mereka tempati sangat bagus bahkan lebih bagus dari rumah Heri disana.
"Wahh...Bagus sekali rumah ini,kita pasti betah disini kak."Lagi lagi Dian langsung mengoceh dan membuat Rumsi merasa malu apalagi saat ini Reu terlihat tengah menahan senyumnya.
"Maafkan adik saya Tuan.Dia memang seperti ini,suka spontan!"Ucapa Rumsi.
"Tidak apa apa!"Jawab Rey.
__ADS_1
Dian tersenyum senang...Damian juga membuka sebuah ruangan..
"Wahhh..Kakak lihat ini!"Rumsi melihat ke arah dimana Dian menunjuk kagum dan mata Rumsi juga merasa kagum...