Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 49.Menghindar dari Heri


__ADS_3

Seperti biasa Rumsi pulang dengan berjalan kaki,tapi kali ini wajahnya tidak menunjukkan lelah sama sekali karena hatinya sangat bahagia dia merasa beban nya sedikit berkurang dengan membuka diri pada teman teman nya.


"Terimakasih ya Allah,di balik semua ujian ini kau masih memberiku kesempatan untuk menjafi lebih baik bersama orang orang yang baik!"Gumam Rumsi di sela sela senyum bahagianya.


Rumsi kehilangan kewaspadaan nya karena saat ini ada seseorang yang sedang ikut tersenyum melihat Rumsi.Senyum misterius yang menyimpan banyak emosi dan dendam.


"Ahhh senang rasanya bisa melihat mu kembali Rumsi,ternyata aku tidak salah lihat dan sepertinya hidupmu sangat baik disini.Tapi itu akan segera berakhir,karena badai akan datang!"Heri tersenyum licik dia terus mengikuti kemana Rumsi berjalan.


Rumsi yang tidak sadar sedang di buntuti Heri pun sangat santai berjalan,dia lupa jika pagi tadi dia melihat Heri di sekitar jalan ini.


Derrrrttt.....Derrrtttt


Ponsel jadul Rumsi bergetar.


"Fero.."


"Hai Rumsi apa kabar?"Tanya Fero


"Aku baik.Kamu bagaimana?"


"Aku juga baik.Rum kamu dimana kenapa ramai sekali?"


"Aku ada dijalan baru pulang kerja!"


"Ingat Rum,hati hati ya Heri sedang mencari kamu!"


Wajah Rumsi langsung memucat,dia baru ingat jika pagi tadi dia melihat sosok Heri dan sore ini dia sama sekali tidak waspada.Rumsi langsung menoleh kenan dan kekiri karena cemas tapi tidak melihat siapa pun yang mencurigakan.


"Rum..!"Panggil Fero khawatir.


"Ahh iya Fer tadi pagi aku melihat dia dan bodohnya aku tidak waspada sekarang."


"Sudah jangan panik,tapi tidak ada yang mencurigakan kan?"


"Tidak,kecuali....Ada pria kumal disana yang berdiri tidak jauh dariku dan perawakan nya sangat mirip dengan mas Heri!"Kata Rumsi mulai panik dia baru menyadari jika pria kumal itu hampir mirip dengan Heri.


"Ya ampun Rumsi,dengar jangan panik sekarang kamu berjalan seperti biasa dan cari keramaian jangan langsung pulang nanti dia tahu dimana rumah mu!Kalau ada seseorang yang kamu kenal minta bantuan nya ya untuk mengecoh Heri,dia sangat berbahaya!"Saran Fero dari jauh walau dia sendiri panik tapi dia tetap menyarankan Rumsi agar tidak panik.


"Aku takut Fer,Aku tidak mau dia sampai menangkapku!"Lirih Rumsi dengan mata yang sudah memerah.


"Sudah,sekarang lakukan apa yang aku katakan!Hubungi seseorang agar membantumu!"perintah Fero.


Rumsi berjalan perlahan menuju supermarket terdekat dan melihat kontak yang ada di ponselnya,hanya ada Fero,Damian dan Bu Ida.


"Tidak mungkin bu Ida,hanya ada tuan Damian tapi aku takut meminta bantuan nya.Tapi jika tidak mas Heri bisa menemukan ku!"

__ADS_1


Tidak punya pilihan Rumsi menekan nomer Damian.


"Tuan..Cepat angkat!"Lirih Rumsi.


"Hallo..!"Jawab Damian


"Tuan tolong saya,dia ada disini,dia mengikuti saya tuan.Tolong saya,saya tidak mau bertemu dengan nya!"Ucap Rumsi panik


"Siapa yang mengikutimu?"Tanya Damian..


"Ada apa Dam?"Tanya Rey yang bingung melihat Damian aneh.


"Suami saya tuan.Dia mengikuti saya!"Kata Rumsi mulai terisak dia bisa melihat jika saat ini Heri ingin masuk ke supermarket itu juga.


"Apa?"Kaget Damian.


"Damian ada apa?"Tanya Rey tidak sabar.


"Rumsi sedang dalam bahaya bos,Suaminya menemukan nya dan sekarang dia sedang di buntuti."Jawab Damian yang masih di dengar Rumsi.


"Kamu dimana?"Tanya Rey setwlah merebut ponsel Damian rasanya tidak sabar jika dia harus bertanya pada Damian.


Damian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bos nya yang tidak sabar dan terlihat panik.


"Tunggu disana,kami akan segera datang!"Ucap Rey serius.


"Dam,supermarket dekat kantor!"


Damian paham yang di maksudkan bos nya.Beruntung mereka belum jauh dan masih jadi tidak perlu banyak waktu untuk sampai di tempat Rumsi berada.


Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan supermarket.Rey langsung saja turun tanpa menunggu Damian membukakan pintu.


"Astaga Tuan!"Gumam Damian.


Mata Rey mengamati pengunjung yang lalu lalang,Dia melihat beberapa orang yang keluar dan masuk dan belum menemukan sosok yang di curigai sebagai suaminya Rumsi.


"Tuan."


"Kita harus menemukan Rumsi,kita tidak tahu yang mana suaminya.Hubungi dia Dam tanyakan dia dimana?"


"Baik Tuan,tapi maaf ponsel saya masih samaTuan!"Jawab Damian.


Rey melihat tangan nya yang ternyata menggenggam ponsel milik Damian,dia merasa malu tapi gengsi"Ponsel seperti ini saja kau ributkan,aku bisa membeli tokonya jika kau mau."Omel Rey seraya memberikan ponsel Damian.


"Tidak tuan,terima kasih!"Jawab Damian meraih ponselnya.

__ADS_1


"Kenapa dia jadi sewot,saya kan cuma minta ponsel saya?"Batin Damian.


Damian menghubungi Rumsi kembali menanyakan keberadaan nya saat ini dan setelah mendapat tempat pastinya mereka berdua segera menyusul Rumsi di tempat nya sembunyi.


Rumsi terus bergerak karena takut Heri dapat melihatnya,keringat mulai membasahi pelipisnya bercampur dengan air mata.Beberapa pengunjung memperhatikan nya walau mereka tidak mengatakan apa apa.


"Rumsi..!"Rey segera berlari menghampiri Rumsi begitu melihatnya.


"Tuan.."


"Jangan takut,kamu aman sekarang!"Tanpa sadar Rey menggenggam tangan Rumsi.Rey merasakan tangan Rumsi yang dingin dan bergetar menandakan jika Rumsi benar benar ketakutan sekarang.


"Dia disini Tuan!"Oceh Rumsi panik dia benar benar trauma dengan perlakuan Heri dan mamanya yang bahkan menyebabkan keluarganya hancur.


"Ayo!"Ajak Rey.


Rumsi hanya mengekor Rey yang menggenggam tangan nya sementara Damian mengekor kedua orang yang ada dihadapan nya ini.


"Yang mana suamimu,apa masih ada disini?"Tanya Rey..


"Disana Tuan!"Rumsi hanya menunjuk lewat ekor matanya karena jarak mereka sangat dekat.


Heri masih celingak celinguk mencari keberadaan Rumsi.Dia tidak bis menemukan nya.


"Dimana perempuan sial itu?Pintar sekali dia bersembunyi?"gumam nya penuh emosi.


Rey dan Damian melewati Heri,tapi posisi Rumsi terlindung tubuh tegap Rey dan Damian hingga Heri tidak bisa melihatnya.Rey merasakan genggaman Rumsi semakin erat itu artinya suaminya sangat dekat dengan mereka.


Rey melihat ke sekeliling dan hanya melihat seorang pria kumal yang sedang kebingungan seperti mencari sesuatu atau seseorang.


"Pria berkaos kumal itu suamimu?"Tanya Rey dan di angguki oleh Rumsi.


Rey dan Damian melihat Heri,pria berkaos kumal itu ternyata suami Rumsi awalnya mereka berpikir jika suami Rumsi sedikit lebih baik pantas saja mereka tadi mencurigai siapa pun.


"Hanya pria yang tidak berguna seperti itu?"Ejek Rey..


Rumsi menoleh menatap wajah Rey"Dia jahat Tuan!"Lirih Rumsi.


"Iya aku tahu,sekarang ayo kami akan mengantarmu pulang!"Ajak Rey.


Mereka keluar dengan hati hati agar suami Rumsi tidak bisa menemukan nya.


Rumsi merasa lega setelah dia masuk kedalam mobil Rey,dia melihat ke supermarket dan melihat Heri yang sedang marah terlihat dari tangan nya yang meninju udara.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2