
Rumsi gemetar ketakutan saat Clara melemparkan sebilah pisau yang tadi mereka gunakan untuk menggores pipinya kepada Heri.
''Tolooooonggg...!!!!'''Teriak Rumsi panik dan gemetar.
Hahahahaha...
Tawa ketiganya semakin menggema menenggelamkan suara teriakan Rumsi yang semakin ketakutan saat Heri mengambil pisau itu dan menempelkan nya di pipi Rumsi.
''Tolong jangan lakukan itu..Kau sudah membunuh anak ku jangan bunuh aku.Lepaskan aku tolong!!''Lirih Rumsi ketakutan.
Heri tidak menghiraukan rintihan Rumsi dia mengangkat pisau nya mengarahkan tepat kejantung nya.
Ahhhhhhhh
Braaaakkkkk
Semua mata menatap ke arah suara.Begitu juga dengan Heri yang hampir saja pisau nya mengenai jantung Rumsi.
''Bajingan kalian!Lepaskan Rumsi!''Rey sangat murka saat melihat tangan Heri yang masih menggenggam pisau dan mengarah pada Rumsi.
Sementara Heri sendiri merasa takut melihat wajah Rey yang sangat murka itu tapi dia tetap mengancam.
''Jangan berani macam macam!atau pisau ini akan langsung merobek lehernya!''Ancam Heri.
Mata Rey melotot melihat pisau itu menempel di leher Rumsi bahkan nyaris mengenainya.
''Kurang ajar aku akan memberi mu pelajaran!!''Berang Rey yang sangat tidak terkendali.Rey segera berlari menghampiri Heri yang tercengang karena tidak menyangka jika Rey akan nekad mendekat dan bukan nya mundur.
Bugghhhh ...Tinggg...
Satu pukulan tepat mengenai wajah Heri yang belum sadar dari keterkejutan nya dan pisau yang ada di tangan Heri juga ikut terjatuh.
Heriii....
Teriak ibu Retno yang terkejut melihat anak nya jatuh tersungkur karena pukulan Rey.
__ADS_1
Sementara Clara mencoba mencari celah untuk kabur dari sana.Clara sangat tahu jika Rey sudah marah maka dia akan sangat sulit di kendalikan.
''Jangan berpikir untuk pergi dari sini nona Clara..''Damian tersenyum menyeringai.
''Bukan urusan mu.Urus saja wanita itu seb3lum dia mati!!''Clara sengaja mengatakan itu agar Damian mengalihkan perhatian nya namun Damian tidak sebodoh itu untuk percaya.
''Tangkap wanita itu jangan biarkan dia lolos!!''Perintah Damian pada anak buah nya.
Bughhh...Bughhhhh
''Heriii......,Hentikan tolong hentikan!'Jangan sakiti anak ku!''Bu Retno histeris melihat Heri yang babak belur dan tidak sempat membalas sekalipun.
Rey bagai orang kerasukan,dia sama sekali tidak mendengarkan teriakan bu Retno saat ino yang ada dalam pikiran nya hanya melampiaskan kekesalan nya pada pria yang sangat tidak bertanggung jawab itu.
Ukhukkkk...
Tangan Rey mengambang mendengar suara batuk Rumsi dia menoleh dan melihat Rumsi yang sangat mprihayinkan wajah nya dan kondisinya.
''Herii...Bangun nak.Ini mama!!''Bi Retno langsung menghampiri Heri yang tergeletak begitu saja,sementara Rey segera menemui Rumsi yang ikatan tangan dan kaki nya sudah di buka Damian.
Rey langsung menangkup kedua pipi Rumsi dengan hati hati''Kau baik baik saja?''Tanya Rey penuh dengan perhatian.
''Oh..Maaf aku tidak sengaja.Sekarang kita akan kerumah sakit dan polisi akan mengurus mereka!''Ajak Rey.
''Aku tidak akan membiarkan mu hidup!!''Suara Heri mengagetkan semua orang yang ada disana.Rey sempat berpikir jika Heri sudah tidak berdaya tetapi dia salah ternyata Heri masih punya keberanian untuk mengancam.
Rey reflek mengambil pisau yang tadi sempat di jatuhkan Heri dan tanpa pikir panjang dia segera berbalik dan menusuk ke dada Heri.Kejadian nya sangat cepat membuat Damian juga tidak sempat melakukan apa apa.
Semua mata melotot melihat apa yang terjadi begitu juga dengan bu Retno dan Clara serta Damian dan Rumsi.
Satu detik.Dua detik bu Retno belum mengerti dengan apa yang terjadi namun saat tubuh Heri ambruk dengan pisau masih menancap di dadanya barulah dia sadar dari keterkejutan nya.
'-Heriiiiii.....Tidaakkkk!''Bu Retno dengan mata memerah dan penuh air mata segera menghampiri tubuh Heri yang roboh ke lantai.
''Akkhhhhhh....''Teriak nya histetis sampai sampai tubuhnya sendiri bergetar dan tidak lama setelah nya dia juga ikut ambruk ke lantai karena tidak kuat melihay darah yang mengalir dari tubuh anak kesayangan nya itu.
__ADS_1
Tubuh Clara juga ikut bergetar saat mata Rey tertuju padanya.Clara khawatir jika Rey juga akan menghabisinya sama seperti Heri.
''Tidak Rey,aku tidak melakukan apa apa.Jangan sakiti aku Rey!!'Clara menggeleng dengan cepat karena sangat ketakutan tali Rey tetap terus melangkah mendekatinya.
Clara semakin meronta dalam genggaman kedua anak buah Rey.''Jangan Rey ku mohon maaf kan aku.Aku tahu aku salah,aku janji tidak akan mengulangi dan mengganggu kalian lagi.Ku mohon lepaskan aku!''Clara terus mengiba tapi Rey tidak peduli.
''Apa tadi dia tidak meminta seperti itu pada kalian?Dan apa kalian mengabulkan nya hah?Jawab?''Bentak Rey yang geram melihay Clara.
Clara menggeleng''Mereka yang menyakiti wanita itu,aku tidak melakukan apapun.Jadi jangan sakiti aku!''
''Tapi kaujugaterlibatkan?''
''Tap..''
Plaakkk
Suara tamparan keras terdengar memenuhi ruangan yang sepi karena tidak ada yang berani bicara saat Rey sedang bicara.
Clara yang di pegang kedua tangan nya terhuyung nyaris jatuh.Darah segar keluar dari sudut bibirnya.Wajah nya yang putih mulus iti kini berubah merah bekas cap tangan Rey mata nya memerah panas dan air matanya kini sudah tumpah.
"Kau akan mendapat balasan yang lebih dari ini.Bahkan keluargamu juga akan merasakan akibat dari perbuatan mu ini!''Ancam Rey.
''Jangan..Jangan libatkan kekuarga ku Rey!Kau bisa menghukumku tapi jangan keluarga ku mereka tidak bersalah Rey.''Bujuk Clara yang ingin berlutut di kaki Rey.
''Mereka bersalah karena tidak bisa mendidik mu dengan baik maka mereka juga akan mendapatkan bagian nya.''Ucap Rey penuh penekanan lalu berbalik menghampiri Rumsi yang sejak tadi menangis.
Rey menatap teduh langsung pada mata Rumsi .Rey bisa merasakan apa yang Rumsi rasakan saat ini,perlahan Rey mengelus rambut Rumsi yang basah dan berantakan dengan lembut.
''Jangan menangis!Semua akan baik baik saja mulai saat ini tidak ada lagi orang yang akan menyakitimu!''Rey berbisik ke tenlinga Rumsi lalu kemudian memeluknya erat.
Damian yang melihat kejadian itu merasa bahagia karena itu artinya Rey telah membuka hatinya untuk Rumsi walau entah apa yang ada dalam pikiran Rey tapi setidak nya majikan nya kini tidak akan merasa kesepian lagi.
Rumsi sendiri saat ino belum sepenuhnya sadar jika saat ini dia sedang berada dalam pelukan Rey sampai para polisi tiba dan mengamankan Bu Retno serta Clara dan membawa tubih Heri yang sudah tidak lagi bernyawa.
''Lepaskan aku,aku tidak bersalah!''Clara meronta tidak ingin dirinya di tahan polisi bagaimana nasibnya nanti jika dia di nyatakan bersalah dan mendapat hukuman semua karir nya di dunia model.akan hancur.
__ADS_1
''Ahhh lepaskan.Aku tidak bersalah !Rey katakan pada mereka untuk melepaskan ku Rey!''Teriak Clara tapi tidak di hiraukan Rey.
Bersambung....