
Bu Retno tampak sangat senang setelah mendapatkan alamat Rumsi dia sangat yakin jika saat ini Heri anaknya sedang bersama Rumsi karena bagaimana pun mereka tetap suami istri dan belum berpisah secara sah dan lagi tujuan Heri adalah untuk menagih hutang keluarga Rumsi.
"Jadi tante akan menyusul Heri ke kota?Apa tante yakin?''Tanya Yoga yang merasa belum yakin dengan apa yang Fero katakan.
''Iya Ga.Tante yakin sebelum tante mendengar kabar atau bertemu dengan Heri maka hati tante belum tenang tidak tahu apa yang terjadi dengan Heri sekarang tidak biasanya dia tidak menghubungi tante?''Kata Bu Retno
"Benar tante,kami juga heran sampai sekarang Heri tidak pernah menguhubungi salah satu dari kami atau jangan jangan dia kerampokan disana tante,ponselnya hilang makanya Heri tidak memberi kabar pada kita?''
Bu Retno melihat Yoga yang tampak serius dirinya menjadi semakin khawatir''Lalu dia makan apa disana,tidur dimana?''
''Tidak tahu tan,tapi semoga saja dia bertemu dengan Rumsi agar makan dan tidurnya tetap terjamin!"
Bu Retno mengangguk'Tante akan pergi besok!Doakan agar tante bisa bertemu dengan Heri ya.Tante semakin khawatir saja".
"Iya Tante.''
Setelah mengantar bu Retno pulang Yoga juga kembali menemui teman trman nya di markas mereka dan Yoga juga menceritakan tentang rencana mamanya Heri yang akan menyusul Heri ke kota.
Sementara Bu Retno sendiri segara bersiap siap mengepak beberapa atel pakaian nya .''Apa aku harus mengabari papa ya?''Gumam nya sendiri.
Bu Retno tampak berpikir''Sebaiknya jangan dulu nanti saja kalau aku sudah sampai di kota dan bertemu dengan Heri,jika aku pamit sekarang bisa bisa papa tidak mengijinkan ku untuk pergi mumpung saat ini mereka sedang tidak berada di rumah jadi aku bisa bebas mencari Heri!''
Keesokan harinya tanpa mengabari suaminya dan Prida bu Retno benar benar pergi mencari Heri hanya bermodal alamat yang di berikan Fero padanya membuatnya nekad untuk mencari Heri sendiri ke kota tapi bu Retno juga tidak lupa memberi pesan pada Yoga agar mengawasi Bapak nya Rumsi,seandainya alamat yang di berikan Fero sakah maka Yoga dan teman teman nya mendapatkan perintah untuk menekan Fero melalui bapaknya Rumsi.
Tapi Fero juga tidak bodoh,setelah kepergian Bu Retno dan Yoga dirinya langsung menghubungi nomernya Rumsi kembali dan mengabarkan apa yang terjadi pada mereka disini dan tanpa bu Retno dan Yoga tahu malam tadi bapaknya Rumsi dan Fero sudah pergi dari tempat itu.
"Terima kasih Tuan,sudah membantu kami sejauh ini!''Kata Fero pada Rey dan Damian pagi ini setelah mereka bertwmu di sebuah rumah sakit.
"Jangan khawatir kita ada di posisi yang sama.Kita sama sama tidak tega melihat kekuarga mereka menderita!''Kata Rey
"Benar tuan,Heri dan keluarga nya sangat jahat bahkan mereka belum puas dengan apa yang sudah Rumsi alami selama ini.Anda lihat sendiri kondisi bapaknya Rumsi sampai seperti ini juga karena ulah mereka yang telah menyebabkan Ibu nya Rumsi meninggal''.
__ADS_1
Rey diam dia pernah berpikir jika Rumsi hanya mengarang cerita saja tapi ternyata apa yang pernah dia katakan itu semua nya benar bahkan kenyataan nya jauh lebih buruk lagi.
"Sekarang kamu mau kemana?''Tanya Rey.
"Saya mencari akan tempat tinggal dulu tuan,setelah itu baru saya akan melanjutkan pendidikan saya!''Jawab fero jujur.
"Kamu bisa tinggal bersama Rumsi danDian agar bisa menghemat biaya dan merek jadi punya teman.Saya yakin Rumsi dan Dian akan senang jika kamu mau tinggal bersama mereka''
"Tapi saya merasa tidak enak tuan!''
"Jangan khawatir.''
Akhirnya Fero menyetujuinya untuk tinggal bersama Rumsi dan Dian.
"Boleh saya bertemu Rumsi dan Dian tuan?''
Rey mengangguk dan meminta Damian untuk mengantar Fero bertemu dengan Rumsi.
Di ruangan nya Rumsi tidak pernah bicara bahkan dia tidak menangis sedikitpun.Kondisinya sangat buruk dia hanya diam tanpa berkata apa apa bahkan saat Dian datang pun Rumsi hanya melihatnya sebentar saja.
Rumsi yang merasa mengenal suara Fero berbalik.Seketika matanya basah''Fero..Hikss..Fer...!!''Tangis Rumsi pecah melihat sahabat nya saat ini ada di hadapannya.
"Rumsi....!''Fero juga tidak bisa membendung airmatanya,dia berjalan cepat menghampiri Rumsi lalu memeluknya erat.
''Dia datang Fer..Dia membunuh anak ku Fer..Hikss...!!''Adu Rumsi pada Fero.
Fero menghapus air mata Rumsi lalu kembali memeluk nya.Dian dan Damian juga larut falam kesedihan yang di rasakan Rumsi.
''Menangis saja Rum!biarkan bebanmu luruh bersama jatuhnya airmatamu,tapi kau jangan berlarut larut hidupmu harus tetap berjalan.''kata Fero menenangkan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang Fer?''Lirih Rumsi
__ADS_1
"Menjadi kuat!Dengan begitu mereka tidak akan bisa menyakiti mu lagi demi Dian dan Bapak!''
"Bapak?''
Fero menganggukkan kepalanya seraya tersenyum''Benar Bapak,dia ada disini di rumah sakit ini aku sudah membawa bapak kemari di bantu tuan Rey.''Ucap Fero berharap agar Rumsi kembali bersemangat.
Rumsi yang mengetahui jika bapaknya berada di rumah sakit yang sama dengan nya merasa senang,dia segera menghapus airmatanya dan tersenyum.
''Dian bapak disini,tuan Rey kembali membantu kita!''Kata Rumsi bahagia.
"Iya kak.Dian senang bapak ada disini Dian mau ketemu bapak!''Kata Dian tak kalah senang nya.
Rumsi menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya''Ayo kita lihat bapak,auwww''.Rintih Rumsi.
''Jangan banyak bergerak dulu kau baru oprasi!!''Kata Damian.
Rumsi kembali merasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan bapaknya''Tapi saya ingin melihat bapak,kami sudah lama tidak bertemu!''Lirih Rumsi,Dian juga merasa sedih.
''Kau boleh menemui bapak jika kondisi mu sudah membaik,selama.ini kau yang membuang buang waktu hanya untuk melamun!''Ejek Rey yang baru masuk.
Rumsi menundukkan kepalanya''Maaf tuan!''
''Haaaahhh maaf terus bosan mendengarnya.''Ucap Rey acuh.
Rumsi terus menundukkan kepalanya dia merasa bersalah karena membuat Rey,Damian dan Dian merasa khawatir padahal mereka sangat peduli padanya.
"Dian,kamu mau ketemu bapak?"Tanya Rey pada Dian.
Dian yang di tanya langsung menatap Rey''Mau kak,Dian mau ketemu bapak!!''Riang Dian padahal baru beberapa detik yang lalu wajahnya juga murung.
''Mau kakak temani menemui bapak?''Tanya Rey lagi,kini Rey dan Dian semakin dekat apalagi sejak kejadian yang terjadi Dian menjadi takut jika bertemu pria asing dan tidak ingin ditinggal sendiri.
__ADS_1
''Iya kak.Dian mau ditemani kakak!'Ayo''Kata Dian bersemangat.Rey merasa senang melihat Dian yang kembali ceria walau masih trauma karena ulah Heri.
Bersambung...