Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 78.Tawaran Rey


__ADS_3

Rumsi mengusap cairan bening yang jatuh menetes di pipinya.Kini dia semakin merasa yakin untuk membuka hatinya untuk Rey.Setelah apa yang di dengar nya barusan Rumsi merasa bahwa Rey adalah pria yang sangat baik dia sama sekali tidak sombong seperti kebanyakan orang kaya lain nya.


Dikamar nya Rumsi kembali menatap keluar jendela memandangi bunga bunga yang bermekaran disana,rasanya sangat nyaman, kini hatinya semakin tenang.''Bu Doakan Rumsi ya.Semoga kali ini pilihan Rumsi tidak salah!''Gumam Rumsi.


Tokkk...Tokkkk


''Rum..Boleh aku masuk?''Tanya Fero di luar kamar Rumsi.


''Masuk saja Fer!''Jawab Rumsi.


Fero membuka pintu kamar Rumsi perlahan.


''Ada apa?''tanya Rumsi menatap Fero yang sepertinya gelisah.


''Emmm begini Rum.Sebenar nya ada yang ingin aku katakan pada pak Rey tapi sebelum itu aku ingin menanyakan pendapat mu terlebih dahulu?''Ucap Fero.


Rumsi merasa aneh melihat sikap Fero yang tidak seperti biasanya.Entah apa yang sedang ada dalam pikiran sahabat nya ini hingga terlihat jelas jika saat ini Fero sedang gelisah.


''Apa ?''Tanya Rumsi singkat.


''Emm aku ingin keluar dari rumah ini.''Ucap Fero


Rumsi menautkan alisnya.


''Bukan...Bukan karena aku tidak betah tapi aku ingin mandiri Rum.Kamu tahu aku ingin melanjutkan pendidikan ku dan mendapatkan pekerjaan yang baik.Iya sih disini pak Rey memberikan upah padaku tapi aku butuh pekerjaan pasti karena bisa saja pak Rey tiba tiba memecatku dan aku tidak punya pegangan apa apa.''


Rumsi mendengarkan semua yang dikatakan Fero tanpa menyelanya sama sekali karena Rumsi juga tahu jika memang dari dulu Fero punya cita cita yang sangat tinggi tidak seperti dirinya hang hanya mengikuti arah angin saja.


''Lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku?''Tanya Rumsi setelah Fero selesai berkeluh kesah.


''Apakah menurutmu Pak Rey mengijinkan ku?''Tanya Fero.


Dengan lembut Rumsi menggenggam tangan Fero''Pak Rey pasti mengijinkan mu karena dia orang yang sangat baik terlebih lagi dia juga mengerti pengingnya pendidikian jadi coba saja kau tanyakan padanya!''


''Temani aku!''


Rumsi tersenyum lalu mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Rey kini berada di ruanv kerja nya setelah berbicara dengan pak saiful tentang niat hatinya ingin menikahi Rumsi kini Rey sedang bingung hati nya sedikit terusik dengan apa yang pak Saiful katakan sebelum dia pergi tadi.


''Tolong nak,jangan sakiti Rumsi!Dia anak yang baik hanya saja hidupnya kurang beruntung,jaga dia dan sayangi dia tapi jika suatu saat nanti kau tidak mencintai nya lagi jangan lah bersikap kasar padanya.Kau boleh mengembalikan nya padaku jika aku masih hidup tapi jika aku sudah tiada lagi maka katakan saja padanya semua nya tapi jangan memukulnya!''Rey terus terngiang pesan pak Saiful padanya.


Tookkkk Tokkkk


'''Masuk!''


Rumsi dan Fero masuk ke ruang kerja Rey yang luas itu.


''Ada apa,tumben kalian datang kesini?''Tanya Rey tapi matanya hanya melihat wajah Rumsi yang menunduk malu dan entah mengapa dia sangat menyukai nya.


''Fero ingin mengatakan sesuatu Tu..Tuan..!''Jawab Rumsi.


Rey mengerutkan alisnya rasanya sangat tidak nyaman saat Rumsi memanggil nya Tuan.Rey tidak suka mendengar nya.


''Bisakah kau tidak memanggil ku Tuan?''tanya Rey.


Fero dan Rumsi saling pandang tapi mereka segera tersadar saat Rey mengulang pertanyaan nya lagi.


''Panggil aku dengan sebutan yang lain jangan memanggilku seolah aku ini majikan mu!''


''Emmm...apa?''Tanya Rumsi bingung.


''Panggil aku dengan sebutan yang manis,aku calon suami mu sweete!''Rey menatap mata Rumsi entah kenapa di matanya Rumsi semakin cantik dan membuat dia sangat terpesona.


Rumsi balas menatap mata Rey yang juga membuat nya terhipnotis,bibir Rumsi tidak mampu mengatakan apa pun.Rey semakin dekat tangan nya terulur menyentuh pipi mulus Rumsi walau masih ada sedikit bekas luka di wajah nya tapi Rey tidak mempermasalah kan nya.


Wajah Fero memucat dia menjadi panik sendiri,dia paham jika saat ini Rey akan melakukan sesuatu pada Rumsi.


''A...Apa ini.Astaga harus kah aku tetap disini?Tidak tidak..''Batin Fero.


''Tungggu!''Sergah Fero saat wajah Rey sudah sangat dekat dengan wajah Rumsi yang pasrah.


Rey dan Rumsi tersadar,mereka langsung membuang muka karena malu.


''Astaga aku lupa jika aku datang bersama Fero.''batin Rumsi.


''Akhh kenapa aku tidak melihat jika ada Fero disini?''Kali ini Rey yang membatin.

__ADS_1


Dengan rasa tidak enak hati Fero melihat Rey dan Rumsi bergantian''Maaf sebaik nya aku keluar dulu saja ya.Aku tidak ingin mengganggu kalian berdua!''Kata Fero meminta izin.


''Ekhmm..Tidak emm maksud ku kalian ada perlu apa datang kemari?''Tanya Rey menutupi salah tingkah nya.


Fero menatap Rumsi dan setelah mendapat anggukan dari Rumsi barulah Fero berani bicara.


''Maaf pak Rey.Saya mau ijin mencari pekerjaan dan melanjutkan pendidikan saya!Saya ingin kuliah.''Jawab Fero langsung pada intinya karena suasana nya masih terasa canggung.


''Kau disini mendapat gajikan?''Tanya Rey


Fero kembali menatap Rumsi''Iya pak.''Jawab Fero menundukkan kepalanya sepertinya virus Rumsi menular pada Fero yang pemberani.


''Lalu kenapa kau tidak bekerja disini saja dan kuliah?Bukan kah itu lebih baik dari pada kau mencari pekerjaan kemana mana bahkan kau belum punya pengalaman.''Rey bukan tanpa alasan tetap mempertahan kan Fero di rumahnya ini semua dia lakukan untuk Rumsi agar Rumsi merasa nyaman karena selama ini Rumsi hanya mau berbagi cerita dengan Fero.


Fero mendongakkan kepalanya tidak percaya,dia menatap Rumsi dan kembali menatap Rey dengan senyum yang merekah di bibir nya''Boleh kah seperti itu Tuan?''Tanya Fero kegirangan.


''Tentu saja.Tetaplah bekerja disini sebagai asisten calon istriku dan kau tetap boleh kuliah.''Rey tidak ingin menghalangi cita cita Fero yang ingin maju lagi pula pendidikan itu memang penting.


Rey menatap Rumsi yang tersenyum bahagia untuk Fero seketika dia juga menyadari jika calon istrinya ini juga sebaya dengan Fero.


''Apa kau juga ingin kuliah juga sweete?''Tanya Rey..


Rumsi menatap tidak percaya pada Rey.


''Jika kau mau kau juga boleh kuliah bersama Fero asal kau tidak dekat dengan lelaki manapun!''Sambung Rey lagi.


Fero kegirangan sambil menganggukkan kepalanya pada Rumsi sebagai tanda jika Rumsi harus menyetujui nya.


''Bagaimana kau mau?''Tanya Rey lagi


''Ta..Tapi kita akan menikah.Lalu bagaimana aku akan kuliah?''Tanya Rumsi


Rey menatap tubuh kecil Rumsi sambil tersenyum manis.


''Tidak masalah kita akan tetap menikah dan kau tetap kuliah.Tapi ada beberapa syarat yang harus kau lakukan.''Rey menaik turunkan alis nya membuat Rumsi merasa ngeri.


Bersambung..


Dukung Author terus ya.

__ADS_1


jangan lupa like komen nya serta vote nya.Biar Author makin semangat.


Terima kasih..


__ADS_2