
Sarapan telah tersaji rapi di atas meja.Fero dengan sigap membantu pelayang menyiapkan makanan,walau sudah di larang tetap saja Fero tidak akan tinggal diam apalagi dia hanya menumpang di rumah itu.
Rumsi,Dian dan pak Saiful juga sudah duduk rapi disana hanya tinggal menunggu Rey turun dan makan bersama seperti biasa.
Tap...Tap...
Terdengar suara nyaring sepatu Rey yang menuruni tangga,semua mata mengarah pada sang empunya tapi hanya sepasang mata Rumsi yang menunduk entah ada apa di bawah meja yang lebih menarik dari pada ketampanan Rey pagi itu.
''Pagi semua nya.''Sapa Rey sambil menarik kursinya.
''Pagi kak..''
''Pagi nak..''
Jawab pak Saiful dan Dian bersamaan tapi Rumsi hanya diam tidak menjawab apapun membuat Rey melirik Rumsi yang masih tetap melihat ke bawah meja dan dengan penasaran nya Rey juga ikut melirik ke bawah meja Rumsi tapi tidak menemukan apapun.
''Semua sudah berkumpul?Ayo kita makan!''Ajak Rey akhirnya.
''Wahhhh kakak tampan sekali?Wangi lagi,hayo kakak lagi jatuh cinta ya?''Goda Dian tanpa sadar membuat Rumsi dan Rey salah tingkah.
''Kakak memang tampan.Sudah jangan banyak bicara di meja makan!''Jawab Rey menutupi kegugupan nya.
Dian tersenyum lucu melihat Rey yang nampak salah tingkah.
Mereka makan dengan hikmat tapi tidak dengan jantung Rumsi yang berdisko di dalam,dia sama sekali tidak berani menatap Rey,walau sesekali Rumsi melirik nya namun tidak berani berlama lama.
Rey pun sama entah kenapa wajah Rumsi terlihat cantik pagi ini di matanya.Tapi Rey juga hanya berani melirik saja apalagi disana ada pak Saiful.
''Emm Maaf pak.Saya sudah selesai,bapak lanjutkan saja makan nya dan jangan melakukan pekerjaan yang berat berat ya!Jaga kesehatan bapak.''Rey selalu mewanti wanti pak Saiful sebagai bentuk rasa terima kasih nya karena sudah merawat Dian dengan baik walau kekurangan tapi itu hanya madalah keadaan terlepas dari itu pak Saiful dan istrinya sudah memeberi kasih sayang yang tulus untuk Dian tanpa membedakan nya.
Hati Rumsi merasa bahagia karena Rey selalu mengkhawatirkan bapak nya dan itu membuat nya luluh.Semalaman dia sudah memikirkan jawaban apa yang akan dia katakan dan pagi ini rencana Rumsi akan mengatakan nya.
''Iya nak.Bapak akan ingat pesan kamu!''Jawab Pak Saiful.
Rey membalas dengan senyuman pada Pak Saiful lalu melirik Rumsi yang makan sambil tetap menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Rey melangkah meninggalkan meja makan makan dengan kegundahan di hatinya karena Rumsi sama sekali tidak mau melihat nya.
''Apakah dia marah padaku?Bagaimana jika benar dia marah dan berniat pergi?''Gumam Rey.
''Tuan..''
Suara Rumsi menghentikan langkah Rey tetapi dia belum berbalik karena jantung nya seperti akan keluar dari tempat nya.
''Tuan...''Panggil Rumsi lagi karena Rey tidak menoleh.
''Emm ya?''
Rumsi menundukkan kepalanya melihat wajah tampan Rey padahal sudah sering Rumsi melihat Rey tapi pagi ini terasa sangat berbeda sekali.
''Rum ada apa?''Tanya Rey memperhatikan wajah Rumsi.
''Emm itu.So..Soal pertanyaan tuan malam tadi emm...''
''Ayo lah Rum..Kamu mau bilang apa?Jangan katakan kamu menolak ku.''Batin Rey.
''Katakan Rum?''Ucap Rey dengan jantung yang berdebar.
''Mak..Maksud nya kamu mau menikah dengan ku Rum?''Tanya Rey memastikan lagi.
Rumsi mengangguk dan itu membuat Rey sangat kegirangan sampai melompat dan meninju udara sambil berkata ''Yes yes yes..''
Rumsi melihat tingkah kocak Rey pun merasa lucu tidak menyangka jika reaksi Rey akan sampai seperti itu.
''Emm tuan tapi...''
Ucapan Rumsj menghentikan tingkah Rey''Tapi apa Rum?Ada masalah lain?''Tanya Rey penasaran.
''Tapi saya belum mecintai Tuan.Tuan tahu sendiri pernikahan pertama saya seperti apa dan itu membuat saya merasa takut untuk jatuh cinta lagi.''Rumsi menundukkan kepalanya lagi merasa bersalah.
Rey menatap Rumsi dengan tatapan penuh kasih lalu berjalan mendekat dan memegang dagu Rumsi ,menganggkatnya agar menatap wajah Rey.
__ADS_1
Jantung Rumsi berdetak sangat kuat dan mungkin Rey bisa mendengar deguban nya.
''Tatap mata ku Rum dan dengar baik baik!Aku tahu apa yang kamu jalani sebelum nya sangatlah berat tapi percayalah setelah hujan akan ada pelangi.Lupakan masa lalu buruk mu dan tataplah masa depan mu.Aku akan membuat mu sangat mencintai ku dan aku yakin pasti bisa.''
Mata mereka saling menatap menyelami ketenangan yang ada di dalam nya,diam dan tenang.
''Cium..Cium...Ciumm...''Tiba tiba saja Damian bertepuk tangan dan mengucapkan kata kata yang membuat Rey dan Rumsi salah tingkah.
''Damiannnnn...!''Teriak Rey yang kesal denganulah asisten nya itu.
''Hahahahaa....''
''Ada apa kak?Kenapa ribut ribut?''Tanya Dian yang muncul bersama pak Saiful dan Fero.
Rey memijit pelipisnya sementara Rumsi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal tapi Damian malah tertawa melihat tingkah Rey dan Rumsi.
''Emm ti tidak ad..Damian hanya...emm biasalah.!''Rey gugup.
''Kakak mu akan segera menikah''Jawab Damian tanpa.tedeng aling aling.
''Hahh?Siapa dengan siapa?''Tanya Dian makin penasaran.
''Dian jangan dengarkan Damian sekarang cepat pergi kau bisa terlambat.''
Pak Saiful dan Fero hanya saling melirik dan tidak ingin bertanya.Sementara Fero sudah sangat gatal bibir nya ingin bicara pada Rumsi.
''Ihhh kakak.Dian mau tahu siapa calon kakak ipar Dian?''Sebenarnya Dian ingin menjodohkan Rumsi dengan Rey agar kedua kakak nya bisa terus bersama dan dia akan tetap mempunyai kakak yang menyayanginya.
''Rumsi''Jawab Damian.
Semua mata melotot.Bahkan pak Saiful yang tadinya berbalik inhin pergi dari sana langsung menghentikan langkah nya.
Rey menatap Damian dengan aangat kesal.Bisa bisa nya asisten nya ini bersikap tidak sopan seperti itu kemudian Rey menatap pak Saiful yang terdiam membuat nya merasa takut jika beliau tidak merestui hubungan nya.
Rumsi pun tak kalah terkejut dengan yang lain.Jantung nya berdetak beberapa kali lipat,menatap Rey lalu menatap Bapak nya yang diam.Seketika.itu juga Damian meliaht situasi yang aneh membuat nya merasa bersalah.
__ADS_1
''Maaf,aku terlalu bersemangat.''Ucap Damian tapi semua orang sudah terlanjur masuk dalam pikiran nya masing masing seketika suasana menjadi sepi beberapa waktu.
''Akkhhhhhhh''Teriakan Dian menyadarkan semua orang .Pikiran yang tadinya bercokol di kepala semua orang langsung hilang karena teriakan nyaring Dian yang justru membuat semua orang merasa takut.