Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 74.Bingung..


__ADS_3

Hari berganti hari begitulah seterusnya waktu terus berjalan meninggalkan kesan yang begitu banyak.Kondisi Dian dan pak Saiful juga semakin membaik apalagi di rumah besar itu banyak para pelayan yang siap membantu mereka.


Tapi pak Saiful bukan lah orang yang mau berdiam diri begitu saja,dia memilih membantu pekerjaan tukang kebun untuk merawat kebun bunga yang ada di rumah itu.Walau sudah beberapa kali Rey melarang nya tapi pak Saiful tetap tidak mau diam dan akhirnya Rey yang mengalah yang terpenting pak Saiful tetap sehat.


Pemandangan siang ini sangat indah aroma bunga peninggalan mama nya Rey bermekaran melepaskan atoma yang begitu wangi,bunga warna warni terlihat sangat indah apalagi seorang wanita yang ada disana juga terlihat sangat menyejukkan mata.


Rumsi yang sedang merawat bunga bunga itu tidak sadar jika sedari tadi ada yang terus memandang nya,Rumsi terlalu asyik merawat setta bersenandung Tiupan angin yang menyibakkan rambut nya membuat sepasang mata yang melihat nya merasa terpesona.


'Jangan hanya di pandang.Cepatlah di sunting sebelum di ambil orang.''Buyar sudah lamunan Rey karena suara Damian yang berbisik di telinganya membuatnya bergidik.


''Kau ini kenapa semakin lama semakin tidak sopan?Jangan mengganggu ku lebih baik sana kau temui bidadarimu dan jangan menggangguku!''Rey mendorong Damian agar pergi menemui Fero yang saat ini sedang terlihat sibuk membantu di dapur.


''Kalau yang seperti Fero di sebut bidadari lalu yang lembut seperti Rumsi di sebut apa?Dia bukan bidadari tapi singat betina.Aummmm''Oceh Damian membuat Rey tertawa.


''Hahaha ..kau ini kusumpahi kau akan cinta mati padanya.Biar kapok kau!''


''Cihhhh amit amit lebih baik aku bersaing dengan mu berebut Rumsi dari pada harus jatuh cinta dengan nya.''Ucap Damian yang belum sadar jika mata Rey sudah melotot padanya.


''Kau bilang apa?Dasar asisten tidap punya akhlak.Aku saja belum bisa mendapatkan nya kau justru mau merebut nya.Dasar awas kau Dam!''Rey menarik kerah baju Damian karena kesal sementara Damian yang terkejut refkek menghidar.Setelah melihat Rey tidak berhasil menangkap nya Damian justru lari serta menjulurkan lidah nya seperti anak kecil.


Rey tidak mau tinggal diam,dia tidak terima dengan ejekan Damian padanya.Rey pun mengejar Damian yang sudah berlari menuju taman bunga dimana Rumsi berada.


Para pelayan yang melihat kelakuan Rey merasa takjub sudah lama sekali sejak terakhir melihat Rey bahagia seperti itu.Fero juga merasa aneh dengan kelakuan dua pria dewasa yang seperti anak anak itu tapi dia hanya melihat nya dari jauh.


''Tuan ada apa?''Tanya Rumsi yang panik melihat Damian yang berlari kencang ke arah nya.


''Diam di tempat!''Ucap Damian yang semakin mendekat.


Reflek Rumsi mengangkat tangannya dengan bunga bunga yang masih ada dalam genggaman nya,jangan lupakan matanya yang terbuka lebar serta mulut nya.


Damian berlari kebelakang Rumsi berlindung di balik wanita yang tubuhnya tidak lebih besar darinya.


''Tuan ada apa ini?''Tanya Rumsi masih bingung.

__ADS_1


''Diamlah!''


''Damiannnn berani sekali kau?''Geram Rey yang melihat Damian sedang memegang bahu Rumsi dan berlindung di belakangnya.


''Lindungi aku!Dia sangat marah padaku!''Ucap Damian.


Rumsi bingung tapi dia tetap mengangguk.


''Tuan Rey tunggu!Ada apa ini kenapa kalian berlarian seperti anak kecil?''Tanya Rumsi dengan polosnya.


''Kau jangan ikut campur Rum,menyingkirlah ini urusanku dengan pria kurang ajar itu!''Jawab Damian sambil mencoba meraih Damian.


Damian sendiri membelok belokkan tubuh Rumsi agar terhindar dari jangkauan Rey.Jadilah tubuh Rumsi terombang ambing karena kelakuan dua pria dewasa itu.


Damian mendorong tubuh Rumsi membuat Rumsi limbung dan menubruk tubuh Rey yang ada di hadapan nya.Reflek Rey memeluk Rumsi yang menabrak dada bidang nya.


'Rumm..''Rey memeluk Rumsi dengan erat karena khawatir Rumsi jatuh.


Jantung kedua nya berdegub kencang,mata mereka bertemu saling memandang dan menyelami kejernihan netra yang ada dihadapan nya.


Kelakuan Fero membuat mereka tersadar dari lamuanan nya kedua nya merasa malu dan canggung satu sama lain.


''Apalagi Rum.Gas kan!''Fero berteriak dari ujung tangga.


Rumsi dan Rey yang mendengarnya pun merasa malu.Wajah Rumsi sudah memerah.


''Dasar Fero..Awas kamu ya!''Gumam Rumsi


''Makanya kalau cinta bilang saja jangan cuma di pandang dari jauh.Gak akan pernah bertemu kalau begitu saja.!''Timpal Damian.


Wajah Rumsi sudah memerah seperti kepiting rebus,walau dia sudah pernah menikah Rumsi tetaplah wanita lugu yang polos untuk hal hal seperti itu.


''Jangan dengarkan dua manusia durjana itu.''Ucap Rey serta mengagandeng tangan Rumsi menjauh dari Fero dan Damian.

__ADS_1


Damian dan Fero tertawa girang melihat kedua orang itu malu malu seperti itu.


''Sial kenapa mereka sangat kompak jika mengejek kita?''Umpat Rey.


''Mungkin mereka berjodoh.''Jawab Rumsi singkat.


Rey menghentikan langkah nya tanpa melepaskan tangan Rumsi.''Lalu apakah kita juga bisa berjodoh?''Rey menatap mata Rumsi dengan serius.Sementara Rumsi sendiri gelagapan dengan pertanyaan Rey yang tiba tiba itu.


''Emm I..Itu..A..anu..''Rumsi bingung menjawab Rey yang terus menatap nya tanpa menoleh kemanapun walau sebentar.


''Jawab rum.Apakah kita juga bisa berjodoh?Jujur aku sudah sangat menyukai mu.Benar kata Damian cinta perlu di ungkapkan aku tidak mau jika Damian lebih dulu mengatakan nya dan kau menerimanya.''


''Hah..''Rumsi semakin bingung dengan ucapan Rey apa maksudnya Damian mengungkapkan.


''Ayo Rum,aku mau kita menikah.Apa kau mau?''Tanya Rey benar benar tidak sabar dan terkesan memaksa.


''Tapi pak saya...''


''Aku tahu kau belum mencintaiku tapi kita bisa menjalaninya dulu!aku yakin aku bisa membuat mu mencintaiku.Bagaimana?''Kini kedua tangan Rumsi sudah ada dalam genggamana Rey .


Rey bisa merasakan jika tangan Rumsi sangat dingin tapi dia tidak ingin melepaskan nya sebelum Rumsi mau menjawab nya.


Entah apa yang ada dalam hati Rumsi .Rasa trauma karena pernikahan masih membekas dalam di hatinya tapi rasa hutang budi pada Rey juga membuatnya sulit mengambil keputusan apalagi sejak bertemu dengan Rey semua biaya hidup nya bahkan biaya pengobatan bapaknya juga Rey yang menanggung nya.


''Bagaimana Rum,kau mau menjafi istriku?''Tanya Rey tidak sabar.


Rumsi masih diam''Haruskah aku menikah dengan pembunuh suamiku?''Batin Rumsi.


''Maaf pak.Saya harus memikirkan nya terlebih dahulu!''Akhirnya Rumsi memilih memberi waktu pada dirinya sendiri.Dia tidak ingin salah dalam mengambil keputusan untuk yang kedua kalinya.


''Baiklah.''Dengan perasaan sedih Rey melepaskan tangan Rumsi dari genggaman nya Rey sadar dia juga tidak bisa memaksa Rumsi memberi jawaban secepat itu.


''Aku akan menunggu dua hari ya.Tapi ingat Rum walau aku ingin kau menerimaku tapi jangan jadikan balas budi sebagai alasan.''Ucap Rey pada akhirnya.

__ADS_1


Rumsi mengangguk dan tersenyum pada Rey.Rey yang melihat senyum Rumsi pun langsung menghilang kekecewaan nya.


Bersambung.


__ADS_2