Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 62.Masuk Rumah sakit lagi.


__ADS_3

Suasana rumah tampak sepi karena hari ini semua penghuni kembali bekerja seperti biasa hanya pak Saiful yang berada di rumah seorang diri dan di temani dua bodyguard yang berdiri di depan tanpa meninggalkan tempatnya kecuali untuk makan atau biang air kecil.


Pak Saiful juga sebenarnya merasa risih di perlakukan seperti itu tapi demi agar membuat Tuan Rey tenang akhirnya dia menyetujuinya.


Entah apa yang sedang di pikirkan pria tua itu di kursinya,Dia merasa sangat gelisah sekali sekali dua kali dia mengusap kepalanya yang terasa berdenyut.


Pak Saiful masih meraba kepalanya seraya memijit mijit perlahan karena benar benar sakit tapi bukan nya mengurangi rasa sakit nya justru kini kepalanya semkin sakit.


Brukkk


Suara terjatuh membuat dua orang yang sedang berjaga di depan menoleh ke dalam mereka merasa khawatir apalagi memang tugas mereka menjaga penghuni rumah.


''Biar aku cek ya bro''Kata salah satu bodyguard


''Iya,aku akan berjaga disini!''Jawab rekan nya.


Salah satu dari mereka akhirnya memutuskan untuk melihat kedalam.


''Pak..''Panggilnya tapi tidak ada sahutan.


''Pak..Bapak baik baik saja?''Tanya nya lagi tapi tetap saja tidak ada sahutan dari dalam.


''Maaf pak saya masuk ya!''Dengan langkah pasti dan tetap hati hati bodyguard itu masuk untuk memeriksa pak Saiful.


''Astaga pak.!!''Lukman sangat terkejut melihat pak Saiful sudah tergeletak di lantai dengan cepat dia segera memeriksa keadaan pak Saiful dan memanggil rekan nya untuk memeriksa sekitar ruangan siapa tahu ada orang yang menyusup dan mencelakai pak Saiful.


''Ada apa man?''Tanya Rudi yang ikutan panik karena jika mereka sampai kecolongan maka Pak Rey akan sangat marah pada mereka.


''Aku tidak tahu saat aku masuk bapak ini sudah tergeletak di lantai,sebaiknya cepat telpon ambulan dan kabari pak Rey!!''kata Lukman.


''Iya.''Rudi segera m3ngeluarkan ponselnya dan menghubungi ambulam sebelum menghubungi Rey.


Bagaimana bisa terjadi?Apa kalian melihat ada sesuatu yang mencurigakan?''Tanya Rey yang merasa bingung.


''Tidak tuan,keadaan rumah aman.Entah apa yang menyebabkan pak Saiful pingsan saat ini kami sedang menunggu ambulan!''Jelas Rudi.


''Baiklah,jaga pak Saiful sampai saya datang nanti!''


''Baik tuan.''


Rey memijit pelipisnya kepalanya kini terasa berdenyut,perusahaan nya saat ini juga sedang dalam masalah dan kini pak Saiful pingsan.

__ADS_1


''Dam,panggil Rumsi keruangan ku!''Perintahnya pada Damian.


Suara ketukan pintu membuat Rey tersadar dari lamuanan nya.


''Masuk!''


Kepala Rumsi melongok masuk sebelum tubuhnya benar benar masuk ke dalam ruangan Rey.


''Maaf pak,bapak memanggil saya?''Tanya Rumsi sopan.


''Iya benar.Begini Rum saat ini bqpak kamu sedang di larikan kerumah sakit!''Kata Rey tanpa berbasa basi lagi.


''Apa?Tapi kenapa pak?''Tanya Runsi dengan air mata yang mulai menganak sungai karena pagi tadi bapak nya baik baik saja kenapa sekarang bisa di larokan ke rumah sakit.


''Lukman dan Rudi menemukan bapak pingsan.Sekarang ayo kamu ikut saya kerumah sakit!''Ajak Rey


Rumsi tidak berkata apa apa lagi dia segera mengikuti Rey dari belakang.


''Dam antar kita ke ruma sakit!''


Damian tampak bingung ''Siapa.yang sakit Tuan?''Tanya Damian yang penasaran.


''Pak Saiful!''Jawab Rey.


''Dam..''


''Ahh iya tuan.''Damian segera kembali fokus dan menyiapkan mobil untuk mengantar Rey dan Rymsi ke rumah sakit.Jangan tanya pandangan para karyawan kantor yang penasaran apalagi melihat wajah Rumsi yang penuh dengan air mata membuat mereka bertanya tanya.


Mobil melaju dengam cepat dan selamat agar mereka segera tiba di rumah sakit.


Rey berjalan di depan untuk menunjukan dimana saat ini pak Saiful di rawat menurut penjelasan anak buah nya tadi.


''Bagaimana?''Tanya Rey pada Lukman.


''Tuan,pak Saiful sedang di periksa Dokter.''


''Baiklah kamu bileh kembali bertugas!''


''Baik Tuan!'''


Rumsi sudah tidak kuat lagi dia segera melihat bapak nya dari kaca yang terpasang di pintu.Bapak nya terlihat pucat matanya tertutup rapat membuat dirinya merasa bersalah.

__ADS_1


''Maafkan Rumsi pak hikss!Rumsi tidak bisa menjaga bapak dengan baik.Rumsi selalu membuat bapak susah.Hiks...''Lirih Rumsi.


Rey dan Damian yang mendengaf ucapan Rumsi hanya bisa saling pandang tanpa mengatakan apapun mereka tahu apa yang sedang dor asakan Rumsi saat ini.Bukan hal mudah bagi wanita seperti Rumsi yang di paksa dewasa oleh keadaan dan harus kuat menerima semua beban hidup.


Ceklekk...


Pintu ruangan terbuka,Rumsi.langsung saja m3ndekati Dokter yang menangani bapak nya.


''Ada apa dengan bapak saya Dok?'Tanya Rumsi tidak sabar.


''Anda siapa nya pasien?''Tanua Dokter


''Saya putri nya Dok,bagaimana keadaan bapak saya?''Ulang Rumsi.


''Kami belum bisa memastikan nya karena saat ini hasil lab nya belum keluar tapi saya melihat ada benjolan di dalam pasien.Itu yang menyebabkan pasien mengalami sakit kepala yang tidak tertahan kan hingga pasien pingsan.''


Rumsi menutup mulutnya tidak percaya jika bapak nya ternyata mempunyai penyakit lain.Memang selama ini bapaknya sering merasa sakit kepala na.un dia todak pernah pergi ke Rumah sakit dan hanya meminum obat warung saja untuk meredakan nya.


''Apa kah itu berbahaya?''Tanya Rey


''Ya jika hasilnya keluar kita bisa memastikan apa itu.Tapi untuk saat ini kita hanya bisa berharap semoga itu tidak terlalu mengkhawatirkan.Baiklah saya permisi.dulu!''Pamit dokter setelah menjelaskan sedikit tentang keadaan pak Saiful pada Rumsi dan Rey.


Rey mengangguk lalu menatap Rumsi yang sedang menangis tersedu tapi tidak mengatakan apapun.


''Jangan khawatir sebaiknya kamu berdoa agar bapak baik baik saja!''


Rumsi tidak terlalu memperhtikan apa.yang Rey katakan dia.terlalu larut dalam pikiran nya sendiri.


''Karma apa sebenarnya yang sedang kami tanggung pak?''Lirih Rumsi yang kini luruh di lantai.


Rey dan Damian kembali saling pandang.


''Ini bukan karma ini adalah ujian bagi keluarga kalian.Jadi jangan menyalahkan diri sendiri!!Kamu harus kuat agar Dian dan bapakmu juga bisa kuat.''


''Saya capek pak,Saya lelah.Kapan ini akan berakhir?


''Dengar Rumsi!!Kita menjalani semua yang harus kita jalani dan itu tidak bisa di tawar tawar lagi dan setiap orang punya ujian nya masing masing.Bukan hanya kamu,saya dan Damian juga punya masalah kami sendiri dan kamu masih beruntung karena masih mempunyai Dian dan Bapak.Jadi kamu harus kuat demi mereka orang orang yang menyayangi mu,jangam biarkan kelemahan mu ini menjadi kelemahan mereka juga.Kamu mengerti yang saya katakan?''


Rumsi mengangguk paham.


''Sekarang bangun dan hapus air matamu!Hadapi apa yang harus kamu hadapi jangan menyerah!''Kata Rey lagi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2