Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 24.Rumsi pergi.


__ADS_3

Di rumah pak Bram,bu Retno tampak uring uringan karena jika Rumsi pergi dari rumahnya maka sama saja hutang Pak Saiful tidak ada yang membayar tapi jika Rumsi tetap berada di rumahnya itu akan semakin membuatnya dalam bahay.Mengingat kemarin saja dia mengamuk seperti itu jujur Retno juga merasa ngeri.


"Sudahlah bu,biarkan Rumsi pergi,siapa tahu jika dengan dia pergi terus dia kerja dan punya uang nanti dia bayar hutang sama kita.Lagi pula hutang mereka juga tidak terlalu banyak cuma ibu saja yang nembah nambahin hutang mereka!"kata pak Bram yang sejak mengetahui semua yang terjadi pada Rumsi adalah kesalahan Heri anaknya dia merasa bersalah.Sebagai kepala keluarga dia juga merasa gagal dalam mendidik anaknya di tambah lagi istrinya juga sangat keterlaluan dalam memperlakukan Rumsi.


"Bapak gak usah ikut campur urusan ibu,pokoknya hutang itu harus di bayar dan semakin lama pak Saiful atau pun anak anaknya membayar hutang maka hutang itu akan semakin bertambah!"Ucap bu Retno.


Pak Bram geleng geleng kepala melihat sikap keras kepala istrinya,dia tidak habis fikir kenapa istrinya bisa jadi seperti itu.


"Kalau saja kepala ibu sudah tidak pusing,pasti ibu akan cari dia dan nyuruh dia segera bayar hutang hutang nya!"


"Astaga bu.Jangan terlalu seperti itu gak baik,bagaimana pun Rumsi itu menantu kita bahkan Heri dan Rumsi belum bercerai harusnya kita melindungi Rumsi dan calon cucu kita bukannya malah menyiksa Rumsi seperti itu.Lagi pula awal masalah ini semua itu karena anak kesayangan ibu yang bandel itu!"Pak Bram terus berusaha menasehati istrinya karena itu adalah tanggung jawabnya.


"Dengar ya pak.Ibu enggak sudi punya menantu perempuan itu,ibu mau nya punya menantu Sella titik.Jadi jangan pernah bapak bilang lagi kalau dia itu menantu ,dia itu cuma pembantu!"


"Hah..Sudahlah terserah ibu saja.Pusing bapak bicara sama ibu!Keras kepala banget."Pak Bram mendengus sambil berlalu meninggalkan bu Retno yang masih cemberut karena suaminya tidak sependapat dengan nya.


"Ada apa sih ma?"Tanya Heri yang baru keluar dari kamarnya.


"Biasalah papamu itu,dia terus saja membela anaķ udik itu,gimana mama tidak kesal coba?"Masih dengan wajah cemberut bi Retno mengadu pada Heri.


"Biarkan saja yang penting sekarang dia tidak mengganggu mama lagi!"


"Iya tapi hutang nya itu loh,siapa yang mau bayar kalau dia pergi dari sini?Mama kan kesel jadinya."


"Sudah mama tenang saja,biar Heri yang akan minta hutang itu di bayar memangnya dia mau kemana setelah pergi dari sini paling juga kembali kerumahnya lalu bekerja di kebun seperti bapaknya!"

__ADS_1


Bu Retno merasa senang karena Heri sepemikiran dengan nya tidak seperti suaminya yang selalu bertolak belakang dengan nya.


"Ya sudah kalau begitu,kamu cepat cari perempuan itu dan suruh dia kerja agar bisa membayar hutang bapaknya pada kita!"


Heri menuruti apa yang dikatakan mamanya ,dia dengan mengendarai moge kesayangan nya segera pergi kerumah Rumsi.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama akhirnya Rumsi sampai di halaman Rumah Rumsi tapi suasana rumah itu tampak sunyi.


Setelah memastikan bahwa Rumsi maupun adiknya tidak ada di rumah itu Heri memutuskan mencari mereka ke rumah Fero karena belakangan ini hanya Fero yang dekat Rumsi maupun keluarganya.


Tokk...Tok....


Heri mengetuk pintu rumah Fero dia sangat yakin jika Rumsi ada disana.Pintu terbuka menampilkan wajah Fero yang nampak terkejut melihat kehadirannya.


"Ada apa kamu kemari?"Tanya Fero ketus.


"Dia gak ada disini.Jadi gak usah datang kesini buat nyari dia disini lagi!"Dalam hati Fero bersyukur karena Rumsi sudah pergi pagì pagi sekali jika tidak mungkin sekarang Heri akan menyusahkan Rumsi lagi.


"Aku gak percaya!"Heri ingin menerobos masuk tapi Fero menahan nya.


"Dengar ya Her,aku bukan Rumsi yang akan diam saja jika kau kurang ajar.Jadi sebelum setan dalam tubuhku bangkit lebih baik kamu pergi sekarang karena kalau tidak aku tidak tahi apa yang akan terjadi!"Fero mengancam Heri dengan menunjuk wajahnya,dalam pikiran Heri merasa ngeri juga dengan wajah Fero ,Rumsi saja yang seperti itu saat mengamuk mengerikan apalagi Fero,batin nya.


"Ya sudah,tapi ingat jika aku tahu kamu menyembunyikan mereka awas aja kamu ya!"ancam Heri sebelum pergi.


Fero mendengus dengan sikap Heri yang suka semena mena,tapi meskipun begitu dia juga harus hati hati karena Heri juga tidak main main.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumsi sudah sampai di ibukota,jelas saja wajah bingung terlihat jelas di wajah Rumsi dan Dian karena untuk pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di kota besar itu.


"Kak kita akan kemana?"Tanya Dian bingung.


Rumsi melihat adiknya yang terlihat lelah lau Rumsi menggeleng"Kakak juga tidak tahu tapi yang jelas kita harus cari tempat untuk menginap.Semoga di kota ini kita di pertemukan dengan orang orang baik ya!Ayo kita cari dulu dimana kita bisa menginap mumpung hari belum gelap."


Mereka terus menyusuri jalan sambil melihat lihat sekira nya ada tempat yang di sewakan atau tempat kos agar mereka bisa menginap.


Saat kaki mereka mulai lelah berjalan Dian menarik lengan kakak nya.


"Kak ada kos kosan khusus untuk perempuan kak.Kita coba kesana saja!"Dian terlihat sumringah karena jika mereka bisa kos disana artinya mereka tidak perlu mencari lagi dan bisa segera beristirahat.


Rumsi setuju,mereka segera menemui pemilik kos kosan itu yang ternyata tidak jauh rumahnya hanya berjarak dua rumah saja.Setelah berbicara mereka bisa tinggal disana dengan uang sewa di bayar di depan sebesar lima ratus ribu perbulan nya.


Setelah semua transaksi dengan pemilik kos kosan selesai ,mereka di berikan kunci tempat kos yang akan mereka tempati.


Tidak terlalu luas,tapi tidak masalah karena disana sudah di sediakan kasur dan bantalnya, ada kamar mandi di luar yang biasanya di pakai bergantian dengan penghuni kos yang lain beruntungnya penghuni kos di tempat itu hanya lima orang saja.


"Kak kita harus cari kerja kak.Agar kita tetap bisa makan dan bisa membayar hutang bapak sama bu Retno serta membiayai pengobatan bapak!"Kata Dian.


"Tenang saja,besok kakak akan cari kerja kamu di sini saja tunggu kakak pulang ya!"


"Tapi kalau kita kerja berdua maka uangnya bisa cepat terkumpul kak dibanding kakak kerja sendiri!"

__ADS_1


Apa yang di katakan Dian memang benar tapi Rumsi tidak ingin adiknya kelelahan apalagi saat ini yang dia miliki hanya Dian jadi Rumsi tidak mengijinkan Dian bekerja.


__ADS_2