Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 60.Memberi peringatan


__ADS_3

Mereka kini duduk di ruang tamu Dian terus saja menggenggam tangan pak Saiful dan enggan melepaskan nya dia merasa sangat senang karena bapaknya kini sudah sembuh dan bisa mengenalinya dengan baik .Sementara Rumsi membantu Fero menyiapkan minuman untuk semua orang.


''Bagaimana keadaan mu hari ino Dian?''Tanya Rey pada Dian.


Dian menoleh mendengar Rey bertanya padanya''Aku baik kak.Apalagi setelah bapak dan kak Rumsi kembali Dian semakin baik di tambah kak Fero juga ada disini Dian merasa sangat senang dan tidak kesepian seperti kemarin lagi!''Jawab Dian.


''Itu bagus,kakak senang mendengarnya.''


''Nak..''Lirih Pak Saiful memanggil Rey.


Rey menoleh ke pak Saiful yang juga sedang menatap dirinya.


''Ada apa pak,apakah ada sesuatu yang tidak enak yang bapak rasakan?''Tanya Rey lembut.


''Tidak,bapak ingin mengucapkan terimakasih pada kalian karena sudah membantu Rumsi dan Dian selama mereka disini.Bapak tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan kalian pada kami,apalagi bantuan yang kalian berikan ini sangat tidak mungkin bapak bisa kembalikan dalam bentuk uang.Tapi jika boleh biarlah bapak bekerja dengan kalian tanpa gaji juga tidak apa apa yang penting bapak tidak berhutang terlalu banyak!''Ucap pak Saiful.Dian merasa sedih begitu juga dengan Rumsi dan Fero yang baru masuk dengan membawa minuman dan cemilan.


Rey menatap mata tua pak Saiful,hatinya terenyuh mendengar penuturan pak Saiful barusan.Dengan senyum yang mengembang Rey mendekati pak Saiful entah mengapa bagi nya keluarga Rumsi sangatlah dekat dengan nya membuat Rey tidak sungkan pada mereka.


''Bapak jangan khawatir tentang semua itu,saya membantu dengan ikhlas dan jika ada yang harus membayar semua nya itu hanya Dian.''Jawab Rey.


Mata pak Saiful melotot dia tidak tahu apa maksud ucapan Rey tapi dia sebagai bapak nya Dian merasa tidak tega jika Dian harus menanggung tanggung jawab membayar hutang pada Rey''Jangan nak,biar bapak.saja yang mengganti semuanya bapak masih bisa bekerja jangan beri anak anak bapak beban lagi!''Ucap Pak Saiful seraya menangkupkan kedua tangannya di hadapan Rey.


Mereka semua merasa sedih tak terkecuali Damian yang juga merasa kasihan melihat pak Saiful yang begitu sangat menyayangi anak anak nya walau keadaan nya sendiri seperti itu.


''Tidak pak,jangan salah paham Dian juga tifak perlu membayar apa yang sudah saya berikan pada kalian saya hanya meminta Dian agar sekolah dengan baik jika ingin membalas budi pada saya dan nantinya Dian akan bekerja di perusahaan saya jika dia sudah selesai dengan srkolah nya!''Jawab Rey seraya tersenyum.

__ADS_1


Mata Pak Saiful tidak lagi bisa menampung airmatanya,dia menangis mendengar apa yang di katakan Rey''Terima kasih nak,terimaksih bapak tidak tahu harus bicara apalagi dan bagaimana mengucapkan rasa syukur bapak atas semua bantuan yang sudah kamu berikan.Bapak hanya bisa mendoakan agar kamu mendapat kebahagian dan selalu di lindungi.''Ucap Pak Saiful tulus.


''Baiklah sekarang semua sudah berkumpul sebelum saya mengatakan sesuatu sebaiknya kita minum dulu agar tenggorokan kita tidak kering.!''Seloroh Rey.


Mereka semua tersenyum mendengar candaan Rey.


''Ada apa kak?Sepertinya serius?''Tanya Dian.


Rey menatap satu persatu penghuni rumah itu lalu menghela nafasnya perlahan''Kalian masih harus berhati hati karena...''


''Ada apa Tuan?''Tanya Rumsi tidak sabar.


''Tenang Rum!''Timpal Damian.


Rey menatap Rumsi lalu beralih pada Dian pak Saiful''Kami kehilangan jejak pria itu,tapi jangan khawatir anak buah kami akan terus mencari pria brengsek itu!''Kata Rey sangat geram.


Rumsi mendekati pak Saiful lalu menggenggam tangan nya lembut.''Mas Heri pak!''Jawab Rumsi seraya melihat wajah bapaknya yang tampak tegang.


''A..Apa di dia datang??''Tanya pak Saiful gugup.


Mata lelahnya menatap anak anak nya yang menundukkan kepala membuat perasaan nya semakin tidak karuan.


''Rum..A..Apa dia menyakiti kalian?Dia mengganggu kalian?Jawab Rum.!!''Tanya Pak Saiful lagi.


Rumsi menangis sesenggukan mendengar pertanyaan bapaknya setelah apa yang dia lakukan ternyata bapaknya masih sangat menyayanginya.

__ADS_1


''Nak,apa pria itu menyakiti anak anak ku?Katakan nak!''Tanya Pak Saiful pada Rey.


Rey bingung akan menjawab apa pada pak Saiful ''Dia datang dan membuat keributan tapi seperti yang bapak lihat Rumsi dan Dian baik baik saja hanya saja calon anak Rumsi tìdak bisa di selamatkan.''Jawab rey pada akhirnya dia mengamati reaksi pak Saiful yang sedang melihag Rumsi menangis di pangkuan nya.


''Maafkan bapak yang tidak bisa menjaga kalian nak!Bapak terlalu berlarut larut karena kehilangan ibu mu!Hiks..hikss..!''Tangis pak Saiful.


''Tidak pak,ini bukan salah bapak.Ini semua adalah yang terbaik untuk kita jalani.Rumsi sudah mengiklaskan anak Rumsi hikss..''Jawab Rumsi.


''Dian sayang bapak!''Ucap Dian berjalan mendekati bapaknya lalu memeluknya begitu pula dengan Rumsi yang juga memeluk bapak dan adiknya .Mereka menangis bersama membuat Fero juga ikut mengeluarkan air matanya.Sementara Damian juga menghapus sudut matanya yang basah,entah sejak kapan dia menjadi cengeng seperti itu.


''Bapak jangan khawatir,saya akan menempatkan beberapa orang untuk menjaga kalian di sini agar dia tidak bisa datang dan mengganggu kalian lagi tapi ingat jangan pergi keluar rumah sendirian apalagi jika itu bukan urusan yang penting.Ingat dia sangat berbahaya!''Ucap Rey memperingatkan mereka semua.


Mereka semua mengangguk mengerti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanpa Rey dan semua orang sadari dari ujung jalan ada dua orang yang sedang berpura pura duduk manis bermain ponsel tapi pandangan mereka terus tertuju ke arah rumah Rumsi.


''Benar yang itu rumah nya?Kamu tidak salah kan Her?''Tanya Bu Retno pada Heri karena merasa tidak percaya jika Rumsi bisa menempati rumah yang bagus seperti itu.


''Ya enggak lah ma.Heri sudah pernah datang dan masuk ke rumah itu tapi sekarang sepertinya agak sulit jika kita mau bertemu mereka karena mereka pasti lebih berhati hati sekarang!''Kata Heri.


Bu Retno mengangguk mendengar perkataan anaknya''Kita pasti punya kesempatan nanti yang penting kita harus terus awasi mereka jika ada kesempatan jangan di sia siakan!Kalau perlu mama akan menggunakan jasa penculik bayaran untuk menculik Rumsi atau Dian lalu kita bisa menekan mereka.''


''Iya mama benar,kalau kita sendiri yang turun tangan akan sangat sulit apalagi sekarang Heri tidak bisa bergerak bebas dan harus terus menyamar seperti ini!''

__ADS_1


''Iya kamu sabar ya.Setelah kita mendapatkan Rumsi dan membalaskan semua nya pada mereka kita akan pergi dari sini.Sekarang ayo kuta pergi dulu nanti ada yang curiga dengan kita!''


Mereka berdua meninggakan tempat itu untuk kembali mencari orang suruhan agar bisa segera menculim Rumsi atau Dian.


__ADS_2