Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
77.Bicara empat mata.


__ADS_3

Dian berteriak sangat nyaring,suasana yang tadi nya tegang kini bertambah semakin tegang.


'Dian ada apa nak?''Tanya pak Saiful khawatir apalagi sekarang Dian menutup mulut dan mata melotot.


''Pak kak Rumsi qkan menikah dengan kak Rey.Dian senang sekali.''Dian melompat lompat kegirangan sementara pak Saiful mengelus dadanya yang hampir terkoyak karena jantung nya berdebar mendengar teriakan Dian.


Tidak hanya Pak Saiful semua orang yang tadinya khawatir kini menghembuskan nafasnya awalnya mereka berpikir jika Dian merasakan sesuatu pasca oprasinya tapi ternyata dia cuma merasa senang saja.


''Kau hampir membuat jantung kami keluar Dian.''Gerutu Rey


Dian hanya terkekeh mendengar gerutuan kakak nya.''Dian setuju jika kakak menikah dengan kak Rumsi.Jadi kakak kakak Dian akan bersatu dan Dian akan punya dua kakak yang menyanyangi Dian.''oceh Dian.


Rumsi menatap bapak nya yang diam bahkan tidak ada ekspresi apapun di wajah nya dan itu membuat Rumsi khawatir jika keputusan nya akan membuat bapaknya kecewa.


Entah apa.yang ada dalam pikiran pak Saiful saat ini karena dengan perlahan dia pergi meninggalkan mereka semua disana dan kembali ke kamarnya.


''Pak..Bapak kenapa?''Tanya Rumsi lembut yang juga menyusul pak Saiful.


''Pak Saiful masih menatap keluar jendela dengan banyak pikiran yang ada di dalam hatinnya.


''Bapak marah sama Rumsi?''tanya Rumsi lagi.


Pak Saiful menoleh menatap penuh kasih anak nya ini.


''Apa kah benar kau akan menikah dengan nak Rey?''Tanya pak Saiful langsung pada intinya.


Rumsi menundukkan kepalanya,dia tahu jika keputusan nya ini dia ambil tanpa mendengar masukan dari bapak nya.


Rumsi mengangguk perlahan

__ADS_1


Pak Saiful memejamkan matanya bukan nya dia tidak setuju hanya saja rasanya dia sendiri masih trauma dengan Heri lalu bagaimana dengan Rumsi?


''Apa kamu yakin dengan keputusan mu Rum?Belum lama kamu melewati masa masa sulit dengan Heri apakah kamu tidak merasa terlalu cepat untuk mengambil keputusan menikah lagi?''Tanya pak Saiful lembut.


Rumsi menatap bapak nya''Rumsi tahu pak.Tapi ajakan menikah dari pak Rey rasanya Rumsi tidak bisa menolak nya setelah semua yang sudah pak Rey berikan untuk kita rasanya tidak pantas jika Rumsi menolak nya.''Jawab Rumsi


Pak Rey mengerti jika ternyata Rumsi ingin membalas budi pada Rey dengan cara menerima ajakannya menikah dan bukan karena Rumsi mencintai nya.


''Lalu apakah Rey tidak akan lebih kecewa jika tahu kamu tidak mencintai nya tapi hanya ingin membalas budi saja?''


Rumsi sudah mengatakan nya pak dan pak Rey mau menerima itu.Kita akan menjalani nya dulu biarlah Rumsi di cintai dari pada Mencintai tapi Rumsi disakiti lagi.''


Pak Saiful menghela nafas nya''Ya sudah jika memang sudah seperti itu keputusan mu tapi ingat nak jangan membuat kecewa pak Rey dia sudah sangat baik dengan kita tapi juga jangan mau jika harga dirimu di injak injak oleh nya.''pesan pak Saiful.Rumsi mengangguk lalu mendekat dan memeluk bapak nya dengan hangat.


Sepeninggalan Rumsi ,pak Saiful kembali menatap keluar jendela walau rasanya berat tapi dia tidak bisa berbuat banyak kalau bukan karena kebaikan Rey pada anak anak nya dan dia sendiri maka entah bagaimana kehidupan mereka saat ini.


''Bu,,Rumsi akan menikah lagi.Kali ini orang nya baik dan semoga akan tetap seperti itu untuk selamanya.Ibu melihat nya kan?Semoga mereka bisa saling mencintai sama seperti kita ya!''Pak Saiful selalu bicara dengan dirinya sendiri seperti alseakan dia berbicara dengan istrinya.Dan itu selalu dilakukan nya jika dia hanya seorang diri saja.


Saat ini mukut Damian menggerutu tidak jelas.


''Jangan seperti ini bos.Ayolah kita ke kantor ada pertrmuan penting yang harus kita hadiri!''Rayu Damian karena klien satu ini agak rewel.


''Tidak kau pergi sendiri dan urus semuanya.Kau sudah membuat aku dalam masalah sekarang,kau lihat pak Saiful terdiam mendmegar ocehan mulut mu yang bau itu.Sekarang kau hampir sama seperti Fero semoga kalian berjodoh.''Rey masib sangat kesal dengan sikap Damian yang kurang ajar itu.


''Tapi bos,klien ini sangat penting anda harus hadir.Dan masalah tadi aku sudah minta maaf beberapa kali.Ayo lah jangan seperti ini!''


''Damian aku bilang pergi ke kantor sekarang atau akan ku potong gajimu tujuh puluh persen?''ancam Rey


Damian melotot matanya hampir keluar dari tempat nya mendengar Rey akan memotong gajinya sebesar tujuh puluh persen.

__ADS_1


Tanpa banyak protes lagi Damian segera keluar dari ruang kerja Rey dengan mulut yang memang sudah mirip dengan mulut Fero.


Rey hanya tersenyum melihat Damian yang madih menggerutu saat menutup pintu ruangan nya.


''Aku harus menemui pak Saiful dan melamar Rumsi padanya.''


Rey berjalan menuju kamarpak Saiful,meskipun pak Saiful tinggal du rumah nya tapi jantung Rey juga tetap berdegupkencang karena gugup.


Tokkk Tokkkk


''Masuk''Terdengarsuara pak Saiful yang kemah sepertinya beliau baru menangis.


Dengan sangat oerlahan Rey membuka pintu kamar pak Saiful dan terlihat jika pak Saiful memang seperti baru menangis.Rey yang melihat nya merasa tidak enak hati karena ajakan nya menikah pada Rumsi membuat pria tua ini bersedih.


''Bapak..''


''Nak Rey ada apa?Harus nya kamu memanggil bapak saja jika ada sesuatu tidak perlu datanf sendiri seperti ini.''Kata Pak Saiful yang nerasa sungkan.


''Ahh tidak pak,hanya saja saya mau minta maaf sama bapak.''ucap Rey


''Maaf kenapa?''Tnya paj Saiful menautkan alis nya.


''Sebenarnya bukan saya mau bersikap tidak sopan dengan tidak langsung menanyakan Rumsi pada bapak tapi saya awalnya ingin memastikan dulu apakah Rumsi mau menikah dengan saya atau tidak.Tapi Damian sudah merusak semua rencana saya.''Rey terlihat sangat hatihati saat bicara dengan paj Saiful,Rey takut jika apa yang dia katakan justru menyakiti hatu pak Saiful.


Pak Saiful sendiri merasa terharu dengan sikap sopan Rey padanya.Padahal bisa saja dia mengancam dab memaksakan kehendaknya mengingat Rey sudah memberi banyak hal pada keluarga paj Saiful.


''Pak bapak kenapa?Apa ada kata kata saya yang menyinggung hati bapak!''tanya Rey merasa tidak enak hati.


Pak Saiful menghapus sudut matanya yang basah''Ahh tidak nak.Bapak hanya merasa terharu karena kamu sangat menghargai bapak padahal bapak saat ini juga sedang menumpang di rumah kamu tapi kamu masih menghargai perasaan bapak.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2