Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 70.Menyusun rencana


__ADS_3

Rey menatap wajah pucat Dian yang masih memejamkan matanya entah kenapa ada rasa sakit di sudut hatinya melihat gadis yang biasanya ceria kini terdiam tak berdaya di sebuah ranjang rumah sakit bahkan baru beberapa jam yang lalu tawa renyah Dian masih memenuhi gendang telinga nya tapi kini bibir itu tertutup rapat sangat rapat.


''Jangan khawatir aku akan membereskan semua untuk mu.Mereka akan merasakan yang lebih menyakitkan dari apa yang kau rasakan''Lirih Rey seraya menggenggam tangan dingin Dian.


Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan Rey segera keluar dari ruangan Dian dan mencari Damian.


''Perketat penjagaan mereka Dam.Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi hal ini sudah terjadi beberapa kali.Tapi tidak lagi,lakukan semua dengan benar!''Perintah Rey dengan wajah yang sangat serius.


Tanpa banyak bertanya lagi segera Damian melaksanakan apa yang Rey perintah kan dengan sati panggilan telpon dari nya beberapa orang pria bertubuh tegap sudah berjajar disana.


''Ingat jika sampai kalian melakukan kesalahan maka nyawa kalian taruhan nya!''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Plakkk


Bughhh


Plaakkk


Bughhh


Nasib malang di terima pembawa berita kegagalan rencana yang di buat bos nya.Padahal mereka hanya menyampaikan berita saja.


Di sebuah panthause seorang pria tampak berang mendapati kabar jika anak buah yang dia perintahkan menghabisi keluarga yang di lindungi Rey masih semalat dan hanya seorang yang terkena tembakan apalagi menurut informasi yang dia terima kini anak buah nya itu justru berhasil di ringkus bodyguard Rey.


''Dasar b o d o h hanya menghabisi manusia lemah saja kalian tidak mampu dan sekarang justru tertangkap!''Berang Carlos pada anak buah nya yang kini sudah lemas karena menjadi samsak hidup nya.


Carlos paham betul bagaimana watak Rey,dia tidak akan melepaskan musuh nya semudah itu awalnya Carlos sudah tidak peduli jika Rey akan membunuhnya sekalipun asal Rumsi dan keluarga nya sudah lenyap tapi kini bahkan mereka masih hidup.Membayang kan kemarahan Rey membuat wajah Carlos memucat.


''Dimana mereka sekarang?''Tanya Carlos pada akhirnya dengan suara yang bergetar menahan kemarahan.


''Mereka masih berada di rumah sakit Tuan.Tapi tuan Rey mengerahkan beberapa bodyguard nya untuk menjaga mereka.''Jawab seorang anak buah Catlos dengan wajah tertunduk.


''Tentu saja dia akan memperketat penjagaan untuk mereka setelah kegagalan kalian.''Carlos meremas ponsel yang ada di tangan nya rasanya ingin sekali dia menghancurkan nya.

__ADS_1


''Pergilah!''


Ponsel Carlos berdering.


''Ada apa ini?''Gumam nya setelah melihat asisten nya yang sedang menghubungi nya.


''Ada apa?''


''Tuan ini gawat.''


''Jangan bicara setengah setengah katakan ada apa?''Marah Carlos yang entah kenapa rasanya semua orang sedang mempermainkannya.


''Semua investor menarik saham nya dari perusahan anda tuan,jika di biarkan terus begini maka perusahaan C comp akan di ambang kehancuran Tuan!''


''Akhhh Sial..Berani sekali Rey melakukan ini.''


Prankkk


Carlos meleparkan ponsel nya dengan penuh kemarahan sekarang nasib nya benar benar hancur.Putrinya di penjara,rencana yang dia susun berpuluh puluh tahun gagal dan kini perusahaan nya juga bangkrut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rey tersenyum di balik kaca transparan ruangan Dian informasi yang di berikan mata mata nya sangat membuat nya merasa bahagia satu misi nya membuat Carlos miskin sudah berhasil.


Rey akan menunggu apa yang akan di lakukan Carlos selanjut hya.Paman nya ini memang sangat ulet tapi Rey tahu cara mengatasi nya yaitu dengan putrinya.


''Semua sudah sesuai dengan yang anda perintah kan bos.Semua investor sudah menarik saham mereka dan bisa di pastikann tuan Carlos akan miskin pagi ini.''Lapor Damian.


''Tidak Dam.Dia tidak akan miskin semudah itu jangan mudah terkecoh.Dia punya banyak uang yang orang lain tidak pernah tahu keberadaan nya.''Ucap Rey pelan sambil terus menikmati pemandangan di luar kamar Dian.


Damian mengerutkan alis nya,dia sama sekali tidak paham denvan itu tapi dia tidak menanyakan nya.


''Tidak perlu kau pikirkan,biarkan dia bertindak sesuka hatinya tugas mu hanya memastikan keamanan Rumsi dan keluarga nya!Mereka yang terpenting sekarang Dam!''


''Baik Tuan.''

__ADS_1


''Satu lagi.Siapkan rumah utama!mereka akan pulang kesana.''


Damian menatap bos nya yang masih setia memandang keluar''Tapi bos,apa itu tidak berlebihan karena rumah utama adalah rumah peninggalan orang tua bos dan lagi anda tidak memiliki ikatan apapun hingga anda harus membawa mereka ke rumah utama.''Damian mengingatkan Rey tentang percakapan kedua orang tua Rey sebelum mereka meninggal dalam kecelakaan bahwa hanya menantu keluarga mereka saja yang boleh menempati rumah utama.Kata kata itu seperti sebuah wasiat yang di pegang Rey dan memang selama ini tidak ada yang di perkenan kan datang kesana selain Rey dan Damian yang menemaninya.


''Aku akan menikahi Rumsi setelah masa iddah nya selesai.''Jawab Rey yang kini sudah beralih menatap Damian.


''Apa?''Damian tampak terkejut mendengar jawaban Rumsi.Menurut nya selama ini belum ada cinta yang bersemi di antara kedua nya bagaimana bos nya bisa berpikir akan menikahinya.


''Tapi Tuan..?''


''Dam..Aku tidak minta pendapat mu,kau hanya perlu melakukan semua yang aku perintahkan padamu!Masalah Rumsi aku yang akan bicara padanya dan pak Saiful.''


Damian menundukkan kepalanya''Baik Tuan.''


Dengan banyak nya pertanyaan yang bercokol di kepalanya Damian meninggalkan Rey yang sedari tadi tidak sedikit pun meninggalkan Dian sendirian di dalam kamarnya.Bahkan Damian sempat berfikir jika Rey sangat mencintai Dian dari pada Rumsi.


Rumsi menggeliat dalam balutan selimut tebal yang tersedia di kamar itu.Rupanya rasa lelah membuat nya tanpa sadar tertidur juga.Di lirik nya gundukan di sebelahnya yang menyembulkan kepala Fero,Rumsi mengulas senyum kecil di bibirnya melihat Fero yang masih tertidur dengan nyenyak nya.Lalu matanya memindai sekeliling dan melihat jam yang teronggok cantik di atas nakas membuat matanya langsung melotot.


''Astaga ini sudah sangat siang.Bagaimana aku bisa tertidur dengan sangat nyenyak seperti ini?Bapak,Dian?''Tanpa ba bi bu lagi Rumsi langsung menyingkap selimutnya dan turun dari ranjang nya dengan bertelanjang kaki bahkan lupa untuk membersihkan wajah nya terlebih dahulu.


Ceklek...


Rumsi membuka pintu dan ingin berlari keluar kamar tapi dia terhenti.


''Akhhhhhh''


Brukkkkk


Bersambung...


Dukung author ya.


beri like komen dan vote nya.


Salam.sayang 💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2