Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 50.Heri kesal


__ADS_3

Dian mendengar suara deru mobil berhenti di depan rumah mereka,dia segera keluar karena pasti yang datang Tuan Rey.


"Kakak.Kakak kenapa?"Tanya Dian yang panik melihat kakaknya pulang dengan wajah pucat.


"Dian."Rumsi berlari memeluk adiknya,dia sangat khawatir takut jika terjadi sesuatu pada mereka.


"Ada apa kak?"Tanya Dian lagi.


"Ayo masuk,jangan bicara disini!"Ajak Rey.


Mereka berempat pun masuk ke dalam rumah dengan wajah tegang terutama Rumsi.


"Ada apa sebenarnya kenapa kakak menangis?Apa ada yang sakit?"


"Tadi dia di buntuti suaminya!"Jawab Rey


"Apa?"Tanya Dian kaget


"Hus jangan berteriak seperti itu!"Omel Rey


"Maaf,tapi bagaimana bisa dan dimana kakak melihatnya?"


"Kakak melihat nya di jalan saat kakak akan pergi kerja pagi tadi.Kakak pikir dia tidak melihat kakak tapi sepertinya dia melihat kakak makanya sore ini dia membuntuti kakak!"


"Ya ampun kak.Tapi kakak tidak di ganggukan?"Tanya Dian.


"Tidak,kami tidak bertemu.Untung Tuan Rey dan Tuan Damian segera datang membantu kakak."


"Dian takut kak!"


"Jangan takut,selama kalian tidak keluar dari rumah ini maka dia tidak akan menemukan kalian!"


"Tapi bagaimana Rumsi pergi dan pulang bekerja?"Tanya Damian


"Dia bisa pergi bersama Dian dan pulangnya akan kita antar!"Jawab Rey


"Tapi apa yang akan di katakan karyawan lain jika mereka tahu Tuan selalu mengantar saya pulang?"Tanya Rumsi merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Yang penting keselamatan kalian.Masalah ocehan karyawan tidak usah di pikirkan Damian akan mengurus semuanya!"


Rumsi dan Dian hanya pasrah dengan keputusan Rey karena sekarang hanya Rey yang bisa membantu mereka.


"Kau mengerti apa yang harus kau lakukan Dam?"Tanya Rey


"Ya tuan saya paham.Jangan khawatir!"Ucap Damian.


Setelah Rey dan Damian pergi Rumsi segera mengunci pintu rumah nya rapat rapat dia benar benar takut dans etelah memastikan semua aman Rumsi kembali menghubungi Fero untuk mengabarkan jika dia baik baik saja.


"Syukurlah Rum,jika kamu baik baik saja.Aku sangat khawatir!"Fero merasa lega setelah mendapat kabar dari Rumsi.


"Iya Fer,terimakasih sudah memberi saran padaku tadi dan aku akan mengirim uang agar kamu bisa memindahkan bapak kemari.Sebelum nya terimakasih ya Fer kalau enggak ada kamu,aku gak tahu bagaimana nasip kami."Ucap Rumsi tulus


"Sudah lah jangan berkata seperti itu terus,sekarang kita saudara."


Rumsi mengakhiri panggilan nya dia merasa sedikit lega karena bisa lolos dari Heri hari ini tapi tetap saja dia merasa khawatir apa mungkin selamanya dia dan Dian bisa bersembunyi dari Heri.Rumsi mengusap perutnya lembut."Sayang,maafin ibu ya!Bukan nya ibu mau memisahkan kamu sama bapak kamu tapi ibu tidak mau jika bapak menyakiti ibu dan bibi kamu!"Lirih Rumsi seraya mengusap airmatanya.


Rumsi teringat kembali saat dirinya tidak di anggap oleh keluarga suaminya bahkan anak yang ada dalam kandungan nya sama sekali tidak di akui oleh mereka.


"Kak,kakak kenapa?"Tanya Dian yang melihat kakaknya menangis di halaman belakang.


Dian menghampiri kakak nya dan memeluknya"Dian kangen juga sama mereka kak.Tapi kita sudah tidak bisa ketemu sama ibu!"Dian ikut menghapus airmatanya.


"Maafin kakak ya!semua ini salah kakak seandainya dulu kakak tidak egois dan menuruti nasehat bapak semua ini tidak akan terjadi!"


"Semua sudah terjadi kak,sekarang kita hanya harus menata masa depan kita jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali,Dian takut kak!"


"Iya.Sudah sore kita masuk yuk!"Ajak Rumsi mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin mereka larut dalam kesedihan lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ahhh....Sial.Kemana perginya perempuan itu?Bagaimana dia bisa lolos akkkhhhh"Berang Heri meninju udara di sekitarnya.Mata merah nya seperti elang yang mencari mangsa.Dia sangat kesal karena kehilangan jejak Rumsi yang hampir saja dia tahu dimana tempat tinggalnya.


"Lihat saja Rumsi,aku tidak akan menyerah begitu saja sampai aku bisa menemukan kamu dan membalas kalian.Semua yang terjadi padaku itu karena kesalahan kamu dan keluarga mu!"Senyum menyeramkan terlihat bi bibir Heri.


Keesokan harinya Heri kembali kejalan dimana dia kemarin melihat Rumsi dia menunggu sejak subuh karena Heri memang tidak memiliki tempat tinggal jadi dia tidur di sembarang tempat.Tak ingin kecolongan Heri terus membuka matanya lebar lebar tapi sudah sampai pukul sembilan sosok Rumai belum juga dia lihat.

__ADS_1


"Kemana dia?kenapa aku tidak melihatnya atau dia mengambil jalan lain?Tapi tidak mungkin!"Heri terus berpikir kenapa dia tidak melihat Rumsi di jalan itu.


"Pasti ada orang yang membantu dia,jika tidak pasti dia sudah aku temukan.Baiklah kita lihat siapa yang lebih pintar istriku sayang aku atau kamu!"Heri menyusun rencana dalam otak nya dia tidak akan menyerah sebelum bisa bertemu Rumsi dan membalasnya.


Sementara Rumsi merasa lega karena mulai hari ini dia akan pergi bersama Dian,saat di perjalanan tadi dia juga melihat sosok Heri yang sedang berdiri menyandar di sebuah pohon di pinggir jalan"Pasti dia sedang menungguku lewat."Gumam Rumsi.


"Apa mas Heri ada disana kak?"Tanya Dian yang bingung melihat kakaknya sepertinya tegang.


"Iya dia disana!"Rumsi menunjuk ke arah dimana Heri berdiri sekarang dengan wajah kesal.


"Serem kak!"Oceh Dian.


"Iya kakak juga tidak tahu apa yang terjadi dengan mas Heri kenapa dia bisa sampai seperti ini.Padahal biasanya dia orang yang sangat bergaya tapi disini dia seperti gelandangan!"kata Rumsi.


"Sudahlah kak biarkan saja,mungkin ini karma karena dia sudah jahat sama keluarga kita selama ini!"


"Iya kamu benar,tapi dia pasti tidak akan menyerah begitu saja sampai bisa menemukan kita Dian.Kita tidak boleh lengah!"


Dian mengangguk setuju dengan kakaknya.


"Kakak sudah sampai,kakak turun dulu ya kamu belajar yang benar !"Ucap Rumsi.


"Iya kak.Hati hati jaga keponakan Dian ya!"


Rumsi tersenyum mendengar ucapan adiknya.


Para karyawan yang kemarin penasarang dengan Rumsi kini semakin di buat oenasaran karena Rumsi turun dari mobil mewah,rasa penadaran mereka semakin menumpuk rasanya bibir mereka sudah gatal ingin menggosipkan Rumsi tapi apalah daya peraturan baru yang di buat dadakan oleh perusahaan sangat merugikan mereka yang suka bergosip terutama Tasya.Wajah nya kini sudah seperti jeruk purut karena ingin sekali menggosipkan Rumsi tapi dia juga masih ingin bekerja disana.


Rumsi berjalan pelan,wajah nya melihat ke arah karyawan yang juga melihatnya dengan tatapan aneh.


"Wahh..Sang bidadari!"Ucap Tasya dengan suara sedikit keras.


"Apa maksudmu?"Tasya tersentak kaget mendengar suara seseorang.Mata nya melotot ternyata itu suara..


Bersambung...


Terima kasih untuk pembaca setia MPSK.Jangan lupa like,vote dan komen nya .

__ADS_1


Salam sayang 💙💙💙


__ADS_2