
Rey melangkah dengan sangat cepat.Setelah menyelesaikan urusan nya dengan Carlos tampak Rey sudah sangat tidak sabar ingin segera menjemput Rumsi.
''Apa dia sudah makan Dam?''Tanya Rey.
''Sudah tuan!''Jawab Damian.
''Bagus lah,aku sudah sangat rindu dengan nya"kata Rey dengan senyum merekah rasa bahagia menyeruak dalam hati nya karena akan bertemu dengan wanita yang mampu membuat hatinya kembali berwarna walau dengan kesederhanaan Rumsi.
Kaki Rey menapak pada sebuah bangunan megah beberapa pria menunduk hormat padanya karena tahu siapa Rey Gardana,tapi Rey memang tidak terlalu peduli dan terus melangkah dengan tergesa gesa.
''Tuan tunggu!''Damian menghentikan gerakan tangan Rey yang hampir saja menyentuh handel pintu kamar Rumsi.
Rey mengerutkan kening nya.''Ada apa?''Tanya nya dengan nada kesal.
''Terjadi masalah di markas,wanita itu mencoba mengakhiri hidupnya!''jawab Damian.
Rey mendengus tidak suka.''Biarkan saja aku tudak peduli dia hidup atau mati.Yang terpenting sekarang tidak akan ada lagi yang mengganggu Rumsi.''Jawab Rey yakin.
Damian mengangguk dan tidak lagi mengatkan apapun untuk mencegah Rey bertemu dengan kekasihnya.Sudah saat nya Rey bahagia dalam hidupnya.
Ceklek..
Pintu terbuka.Mata Rumsi menoleh ke asal suara dan terpaku menatap apa yang ada di ambang pintu.Begitu juga dengan Fero yang sama terkejutnya dengan Rumsi.
''Mas...!''Rumsu berlari menghampiri Rey yang tersenyum dengan sangat manis.
''Sweete apa kabar?''tanya Rey seraya memeluk Rumsi dengan sangat erat.
Rumsi meneteskan air matanya''Kenapa lama sekali?Tapi mas tidak apa apa kan?''Tanya Rumsi yang khawatir jika Rey terluka karena berhadapan dengan para pemculiknya.
Mata Rumsi dan Fero kembali terbelalak saat seorang pria berbadan besar masuk dan menunduk hormat pada Rey.
''Mas,dia yang menculik kami mas!''Tunjuk Rumsi dan mencoba bersembunyi pada Rey.Fero yang melihat tingkah Rumsi ingin tersenyum karena sebelum ada Rey sikap Rumsi sangat berbeda dua tampak tenang tapi sekarang dia sangat manja.
__ADS_1
Rey tersenyum dan menarik lembut tangan Rumsi dan membawa nya ke hadapan nya.''Apa dia menyakiti kalian?''tanya Rey.
Rumsi menatap Rey bingung bagaimana dia bisa sesantai ini.
''Hemm, katakan apa dia menyakitimu?''Rey kembali bertanya pada Rumsi dan menatap nya lembut.
Rumsi mengerutkan kening nya lalu menatap Fero yang juga tampak bingung dan kembali menatap Rey yang masih tersenyum melihat nya.
Rumsi menggeleng''Tidak,selain hanya menculik kami dia sama sekali tidak menyakiti kami.''Jawab Rumsi.
''Bagus.Maaf sayang semua ini adalah rencana ku untuk mengetahui siapa yang telah membunuh orang tuaku dan juga bapak.''Jawab Rey.
''Apa?Bapak di bunuh mas?''Rumsi melepaskan genggaman tangan nya tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.
Rey mengangguk.Sementara Rumsi meneteskan air matanya,dia menutup mulut nya karena terkejut dengan kabar yang Rey katakan.
''Kita pulang dulu!Nanti aku akan mengatakan semua nya di rumah!''Rey menopang Rumsi yang gontai.Mungjin terlalu cepat menyampaikan kabar ini tapi bagaimana pun cepat atau lambat Rumsi juga harus mengetahui nya.
Fero dan Damian berjalan di belakang Rey dan Rumsi ,mereka tidak banyak bicara seperti biasanya.Mereka juga merasakan kesedihan yang sama dengan yang Rumsi rasakan.
Rumsi duduk di tepi ranjang dengan air mata yang belum juga berhenti mengalir ,bahkan kini baju nya juga terkena tetesan air matanya.
''Sayang,jangan menangis lagi!Aku tahu kau sangat terpukul dengan apa yang aku sampaikan ini tapi bagaimana pun juga ini adalah kenyataan yang harus kau tahu.Maaf telah menyakitimu!''Rey mengecup lembut punggung tangan Rumsi.
''Hiks..Si,,apa yang melakukan nya mas?''Tanya Rumsi terbata.
Rey menatap Rumsi dalam''Carlos,orang yang sama yang telah membunuh kedua orang tuaku.''Lirih Rey,meski kejadian itu sudah sangat lama tapi Rey tetap merasakan kesedihan jika mengingatnya.
Rumsi terkejut ternyata pria itu yang telah membunuh bapak nya.Tangis nya pecah rasanya sangat hancur mengingat kematian kedua orang tuanya di sebabkan oleh orang lain.
''Sweete aku punya kejutan untuk mu!kau mau melihat nya?''Tanya Rey mengusap air mata yang terus menetes dari mata Rumsi.
Rumsi menggeleng,rasanya tidak pas jika Rey memberinya kejutan apalagi saat ini Rumsi baru saja tahu jika Bapak nya di bunuh.''Jangan sekarang mas.''Jawab Rumsi.
__ADS_1
''Jangan menolak karena,mas yakin kau akan sangat bahagia.''
Rumsi tidak menjawab.
''Ayo,ikut aku!''Rey menarik tangan Rumsi agar Rumsi mau ikut dengan nya dan Rumsi tidak bisa menolak lagi walau enggan dia tetap melangkah di belakang Rey.
Rumsi hanya diam saat mobil yang di kendarai Rey melaju dengan tenang membelah jalanan dan berhenti di suatu tempat yang Rumsi belum paham.
''Kau tahu tempat apa ini?''tanya Rey
Rumsi menggeleng.
Rey tersenyum lembut''Ini adalah makan keluarga ku.''Rey masih terus menggenggam tangan Rumsi menuntun nya ke makam yang tampak masih baru.
''Lihat!''Rey menunjuk ke dua buah makam yang berjajar.
Mata Rumsi melihat ke arah yang di tunjuk Rey.Seketika air mata Rumsi yang hampir kering kini membanjir.Di hadapan nya kini terpampang makam bapak dan ibu nya.
''Mas..''
Rey tersenyum seraya mengangguk.
Rumsi berjalan dengan cepat ke arah makam kedua orang tuanya.
''Hiks..Bapak,ibu..Hikss...!''Tangis Rumsi menjadi jadi.
''Kamu bahagia sweete?''tanya Rey.
Rumsi tidak menjawab namun langsung memeluk Rey dengan rasa haru yang menyeruak kedalam seluruh sanubarinya.
''Terimakasih mas.Aku tidak tahu harus bagaimana lagi,aku banyak berhutang padamu!''Ucap Rumsi
''Shuuttt..kau tidak berhutang padaku sayang.Kita saling melengkapi .Jangan bersedih lagi ya!Aku cinta kamu Rum..Sangat cinta!''Ucap Rey memeluk Rumsi di depan makam kedua orang tua Rumsi.
__ADS_1
Rumsi membalas pelukan Rey dengan sangat tulus.Keraguan nya yang ada dalam hatinya sirna sudah berubah menjadi keyakinan.
Kini dua anak manusia yang mengalami nasib yang hampir sama telah menyerahkan hidup mereka satu sama lain,menyatukan nya dalam ikatan cinta yang kuat hingga badaipun tidak akan mampu memisahkan mereka.