Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 48.Membuka diri


__ADS_3

"Aku tidak menyakiti kalian,aku juga tidak merugikan kalian kenapa kalian bersikap seakan akan aku virus yang harus kalian jauhi?"


"Rum,maaf kami tahu kalau kamu tidak merugikan kami tapi kamu juga tidak bisa berbohong jika sebenarnya kamu sedang hamilkan?Dan diusia mu yang seharusnya masih sekolah pasti itu hasil dari hubungan terlarangkan?"Jawab salah seorang teman Rumsi dan yang lain menganggukkan kepalanya.


"Aku tahu aku pernah melakukan kesalahan dan aku sudah membayar semua nya.Aku juga tidak ingin ini semua terjadi,jika saja aku bisa memutar waktu maka aku tidak ingin ini terjadi aku tidak ingin ibuku meninggal,aku tidak ingin harus lari dan bersembunyi dari suami dan mertua yang terus menyiksaku!"Rumsi tidak bisa membendung airmatanya dia menangis sambil menutup wajah nya.


Teman teman nya saling pandang mereka merasa iba dan bersalah pada Rumsi karena menjauhinya bahkan diri mereka sendiri juga belum benar.


"Rum maafkan kami ya!kami tidak seharusnya bersikap seperti ini padamu,kami terlalu menganggap diri kami benar.Maafkan kami!"Kata Rima yang sedari tadi ternyata ikut mendengar apa yang Rumsi katakan.


Rumsi menghapus airmatanya menatap teman teman nya dengan perasaan haru dan lega ternyata setelah mengatakan nya mereka semua mau mengerti.


"Terima kasih kak.Ini bukan kesalahan kalian hanya nasibku saja yang kurang beruntung."


Rima memeluk Rumsi mereka menangis bersama dan beberapa teman wanita yang lain juga ikut menangis.Suasana haru sangat terasa di ruangan itu.


"Sudah,ibu hamil jangan nangis lagi nanti anaknya kalau lahir jadi cengeng!"Kata Rima menghibur Rumsi.


"Emang iya kak?"Tanya Sita yang agak lama jika mikir.


"Iya Sita.Kalau gak percaya nanti kalau kamu hamil nangis aja tiap hari pasti anak kamu jadi crngeng kalau sudah lahir."


"Ih kakak apaan sih,Sita kan belum mau punya anak.Sita masih mau kerja cari duit yang banyak!"Jawab Sita


"Haduh iya deh iya.Tadi juga kakak bilang kalau, bukan nyuruh kamu hamil sekarang lagi pula kamu belum menikah."Rima pusing jika sudah berbicara dengan Sita.Rumsi yang mendengar Rima ngomel ikut tersenyum.


"Terimakasih ya kak sudah mau mengerti Rumsi!"Kata Rumsi penuh syukur.

__ADS_1


"Iya Rum.Kalau kamu tidak keberatan kakak ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga kamu bisa sampai seperti ini?"


"Iya kak.Lain kali Rum akan cerita sama kakak,Rum juga butuh teman untuk bercerita."Rumsi berpikir dengan bercerita oada orang lain setidak nya akan mengurangi sedikit beban yang ada dihatinya apalagi saat ini dia tidak memiliki siapa pun lagi.


"Ya sudah,sekarang kamu istirahat dulu ya!jangan terlalu capek."


"Iya kak."


Rumsi merasa senang akhirnya teman teman nya kembali baik padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumsi sudah duduk di hadapan Rey,wajahnya menjadi tegang karena Rumsi tidak tahu kesalahan apa yang sudah dia lajukan sampai Rey memanggilnya keruangan nya.


"Kamu tahu kenapa saya memanggil kamu keruangan saya?"Tanya Rey padahal dia tahu jika Rumsi tidak akan tahu maksudnya.


"Pagi tadi kata Damian dia melihatmu sedang bersembunyi apa kau sedang menghindari seseorang?Atau kau melihat suamimu disekitar sini?"Tanya Rey langsung pada intinya.


Rumsi mendongak menatap Rey dan Damian bergantian lalu menganggukkan kepalanya.


Rey mengerti"Apakah dia sangat berbahaya bagimu?Bisa menceritakan tentang dia dan kenapa kau pergi saat kau sedang hamil?"


"Dulu dia mengatakan sangat mencintai saya,hingga saya mau menerima dia menjadi kekasih saya.Tapi suatu saat kami melakukan kesalahan hingga saya hamil dan saat itu kedua orang tua saya sangat marah lalu mengusir saya dari rumah.Saya mencari mas Heri dan meminta nya untuk bertanggung jawab dan dia mau tapi ternyata semua itu hanya sandiwara dia ternyata sedang melakukan taruhan dengan teman teman nya..."Rumsi menghapus sudut matanya yang mulai basah.


Rey dan Damian hanya diam dan ingin mendengar kelanjutan cerita Rumsi.


"Setelah kami menikah mas Heri berubah,dia bersama mamanya menyiksa saya.Saya di jadikan pembantu dan tidur di gudang,bahkan kadang saya tidak diberi makan.Hiks.."Air mata yang sedari tadi di tahan kini tumpah.

__ADS_1


"Suatu hari orang tua saya mengetahui apa yang terjadi pada saya dan membawa saya pulang tapi itu menjadi malapetaka untuk keluarga saya..Hikss...Mereka datang dan menyeret saya,ibu menghalangi tapi mereka mendorong ibu dan ibu terjatuh kepalanya terbentur..Hikss..Hiks..Ibu meninggal."Rumsi menutup wajahnya yang sudah membanjir dia tidak sanggup untuk bicara lagi tapi dia tetap akan mengatakan semua nya sekarang.


Rey dan Damian saling pandang mereka turut merasakan kesedihan yang Rumsi katakan.


"Setelah ibu meninggal,bapak tidak bisa menerima kenyataan itu dia kehilangan akalnya hingga sekarang bapak hanya diam melamun.Hiks..Sekarang saya berusaha memindahkan bapak ke sini karena disana tidak aman untuk bapak.Teman yang menolong saya juga mendapat ancaman dari suami saya."Rumsi menghapus airmatanya dengan tisu yang di sodorkan Damian padanya.


"Maaf kan saya karena ingin tahu tentang kisah mu!Tapi dengan begini saya tidak akan ragu lagi untuk membantu kamu dan adik kamu!"Ucap Rey semakin yakin untuk melindungi Rumsi dan Dian.


Setelah menceritakan semua nya hati Rumsi merasa sangat lega apalagi Tuan Rey mau mengerti dengan keadaan nya dan berjanji akan melindungi dia dan adiknya.Rumsi merasa sangat beruntung di kelilingi orang orang baik dan kedatangan nya ke kota ini tidak lah salah.


Sedang asyik berjalan tiba tiba dari arah belakang ada yang sengaja menyenggol Rumsi dan hampir saja membuat Rumsi kembali terjatuh.


"Kalau jalan jangan sambil melamun dong!"Ucap Tasya yang dengan sengaja menyenggol Rumsi dia tidak pedulu walau Rumsi sedang hamil sekalipun.


"Maaf kak,tapi kakak yang nabrak Rumsi dari belakang!"Kata Rumsi.


"Kamu yang jalan nya melamun,mana hamil lagi harus nya kamu itu di rumah saja biar tidak mengganggu dan merepotkan Pak Rey dan Pak Damian.


Rumsi akhirnya memilih diam saja karena percuma saja meladeni Tasya yang memang sejak awal tidak menyukainya entah apa sebab nya Rumsi juga tidak tahu.


"Hei diajak bicara malah pergi dasar wanita kampung tidak berpendidikan!"Omel Tasya yang marah karena omongan nya tidak di gubris Rumsi.


"Ada apa ini?"Suara Damian membauat kaget Tasya


"Emm tidak ada apa apa pak!"Jawab Tasya seraya berlalu meninggalkan Damian.


Damian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tasya.Damian tahu jika Tasya baru saja mengganggu Rumsi ..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2