
Rumsi ikut melihat apa yang dilihat Dian,ternyata itu sebuah kamar yang luas dan lengkap dengan tempat tidur yang sangat bagus.
Mata Rumsi juga melotot melihat kamar yang indah itu bahkan ini pertama kalinya mereka melihat nya."Tuan,ini terlalu bagus untuk kami.Kami tidak pantas tinggal disini Tuan!"Kata Rumsi pada Rey,dia merasa tidak enak hati pada karyawan yang lain.
"Kenapa tidak pantas?Jika kalian tidak ingin tinggal disini maka kau boleh keluar dari pekerjaan mu!"Ucap Rey yang membuat Rumsi terdiam.
"Sudah jelas keputusan ku kan?Jika kau masih ingin kerja maka kai harus tinggal dirumah ini dan patuh tapi jika kamu tidak mau maka silahkan keluar!"Tegas Rey memaksa.
"Ma..Maaf pak.Bukan begitu maksud saya tapi bagaimana dengan karyawan lain?"Tanya Rumsi seraya menundukkan kepalanya.
"Itu bukan urusan kamu,yang harus kamu pikirkan sekarang bagaimana caranya agar kamu tidak membuat saya kecewa!"Tegas Rey"Sekarang lihat dapurnya!Apa masih ada yang kurang?"Tanya Rey lagi.
Rumsi menoleh ke arah yang di tunjuk Rey,Rumsi pun perlahan berjalan ke arahnya"Ini sangat bagus tuan dan saya rasa tidak ada yang kurang"Mata Rumsi dan Dian masih terkagum kagum melihat rumah dan peralatan yang bagus bagus itu.
"Kau bahkan belum melihat isi kulkas nya tapi kau sudah bilang tidak ada yang kurang?"Rey sangat senang membuat Rumsi merasa bersalah.
"Ahh maaf tuan."Rumsi melihat isi kulkas yang ternyata penuh dengan bahan makanan,semua nya lengkap dari sayura susu bahkan daging juga sudah tersedia disana.
"Ini banyak sekali tuan.Kami tidak akan bisa menghabiskan nya?"Oceh Rumsi yang mendapat anggukan dari Dian.
"Enak saja mau kalian makan sendiri.Setiap jam istirahat kau harus memasak untuk makan siang saya!"
Rumsi merasa malu ,pipinya memerah dan hal itu membuat Rey semakin senang,sementara Damian hanya menggelengkan kepalanya melihat bos nya mempermainkan karyawan barunya ini.
"Maaf tuan."Hanya itu yqng bisa Rumsi katakan.
"Baiklah kau bisa menggunakan peralatan masak ini kan?"Tanya Damian mencairkan keadaan.
"Sa..Saya belum mengerti tuan.Maaf!"Ucap Rumsi jujur.
"Baiklah mari saya jelaskan"Ajak Damian.
"Apa kau perlu pembantu rumah tangga?"Tanya Rey yang membuat Damian dan Rumsi menoleh bersamaan.
__ADS_1
"Tidak Tuan,tidak.Saya akan belajar!Aoa yang anda lakukan pada kami ini sudah sangat berlebih saya tidak mau berhutang lebih banyak lagi!"
"Ya sudah terserah kau saja.Dan kau!"Tunjuk Rey pada Dian.
"Saya tuan."
"Siapa namamu?"
"Saya Dian Tuan!"
"Kau masih sekolah?"
Dian menundukkan kepalanya ,bingung harus menjawab apa.
"Hei,aku bertanya padamu!"
"Emm,,Saya baru lulus dan tidak tahu bisa melanjutkan lagi atau tidak Tuan."
"Kau mau sekolah jika ada biaya?"
Rumsi menepuk jidatnya melihat Dian adiknya yang tidak bisa di ajak bicara,di pancing sedikit saja semua langsung dia katakan.
"Bagus,kalau begitu kau akan melanjutkan sekolah mu.Masalah biaya jangan di pikirkan biar Damian yang mengurusnya!"
"Hah.."Dian terbengong mendengar perkataan Rey.
"Tuan jangan!Biar saya yang membiayai adik saya.Saya tidak mau berhutang budi terlalu banyak Tuan!"Ucap Rumsi yang kebingungan,hutang uang mudah di bayar tapi hutang budi di bawa mati.
"Tidak masalah,Jika kamu ingin membalas budi maka Dian harus belajar sungguh sungguh dan mendapat nilai yang paling bagus .Setelah itu dia harus bekerja di perusahaan ku jika Dian sudah selesai dengan pendidikan nya.Bagaimana Dian kamu mau?"Tanya Rey,dia hanya bisa melakukan ini untuk membantu dua kakak beradik ini.
"Saya mau tuan.Iya saya mau!"Jawab dian antusias yang tidak memikirkan kakak nya yang khawatir.
Akhirnya sudah di putuskan bahwa Dian akan melanjutkan sekolah nya dengan biaya yang sepenuhnya di tanggung oleh Rey.Sementara Rumsi tidak bisa berkata apa apa lagi,dia hanya bisa setuju,dia juga bingung harus senang atau sedih mendapat kebaikan sebanyak ino dari orang yang baru di kenalnya ini.
__ADS_1
"Dian,kamu apa apaan sih?Main iya iya saja."Omel Rumsi setelah kepergian Rey dan Damian.
"Maaf kak.Tapi Dian memang ingin terus sekolah,Dian janji tidak akan membuat kakak kecewa apalagi malu.Dian tidak ingin kita terus di rendahkan seperti ini terus sama orang lain kak!"Jawab Dian menundukkan kepalanya sedih.
"Kakak minta maaf ya!Kita jadi seperti ini karena kesalahan kakak."Rumsi kembali merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi pada keluarga mereka.
"Sudahlah kak.Sekarang bukan lagi saatnya kita memikirkan masalah yang sudah terjadi,tapi kita harus memikirkan bagaimana caranya membuat masa depan kita jadi lebih baik."Kata Dian dengan bijak nya.
"Sok bijak kamu!"Kata Rumsi tertawa.
"Hahaha..Memang iya Dian bijak.Tapi kak ternyata mereka baik sekali ya.Awalnya Dian takut sama mereka wajahnya terlihat garang tapi setelah mengenal mereka ternyata mereka semua orang baik."Celoteh Dian
"Iya kamu benar mereka orang baik.Kita tidak boleh menilai seseorang dari penampilan nya saja!"Entah kenapa saat mengatakan itu,Rumsi kembali teringat dengan awal pertemuan nya denga Heri yang manis,tapi ternyata menjadi neraka di akhirnya.
Melihat wajah kakak nya yang murung Dian mengerti jika Rumsi tengah memikirkan kembali kejadian yang telah terjadi.
"Kak Fero kok tidak menghubungi kita ya?Dian ingin mengatakan pada kak Fero kalau kita sudah pindah di rumah baru yang sangat bagus,walau bukan rumah kita sih.Hihihi..!"Dian mengalihkan pikiran kakak nya.
"Astaga Fero!"Ucap Rumsi kaget.
"Ada apa kak,sama kak Fero?"Tanya Dian panik.
Rumsi melihat ke arah adiknya yang panik lalu dia tersenyum"Tidak apa apa,hanya saja kakak baru ingat harus menghubungi kak Fero.Ya sudah kamu disini dulu sebentar untuk bersih bersih!Kaka keluar dulu ingin membeli pulsa ya!"
Dian mengangguk setuju"Jangan lama lama kak!"
"Iya,cuma sebentar!"
Rumsi pergi mencari penjual pulsa terdekat,sepertinya kemarin dia melihatnya ada tidak jauh dari kantor tempat nya bekerja dan ternyata benar di depan kantor ada penjual pulsa jadi Rumsi tidak perlu jaub berjalan.
Rumsi membeli kartu baru seperti yang di katakan Fero agar Heri atau Bu Retno tidak bisa menghubunginya lagi akan sangat mengganngu jika itu terjadi,tapi Rumsi tetap harus waspada karena Rumsi yakin Heri pasti akan mencarinya kekota apalagi nomer Rumsi tidak bisa di hubungi.
"Rumsi..!"Panggil seseorang
__ADS_1
Rumsi menoleh ke asal suara dan ternyata yang memanggilnya adalah..