Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 39.Mencari keberadaan Rumsi


__ADS_3

"Tidak Heri,papa tidak mengijinkan kamu untuk pergi merantau ke ibu kota!Jujur papa tidak yakin jika kamu ke kota ingin mencari pekerjaan."Tolak pak Bram saat Heri pamit untuk pergi ke ibu kota.


"Papa ini bagaimana sih?Anak mau merantau mencari pekerjaan malah tidak di ijinkan.Apa papa mau Heri terus jadi pengangguran?"Bu Retno jelas membantu Heri agar bisa ke ibu kota.


"Iya pa.Heri bosan jadi pengangguran."Kata Heri lagi.


"Tanpa harus ke kota kamu juga tetap bisa bekerja disini,yang penting kamu mau.Disini juga banyak pekerjaan kok!"


"Ishh Papa ini.Anak mau maju kok malah di halang halangi?Biar saja dia pergi pa!"Kukuh Bu Retno.


"Selama ini mama tidak mau berpisah sama Heri sekarang justru mama mengijinkan Heri merantau ke ibu kota.Papa curiga jangan jangan kalian punya rencana lain?"Pak Bram mengerutkan alis nya menatap istri dan anak nya bergantian.


Bu Retno dan Heri terlihat gugup sesaat namun Bu Retno segera kembali menormalkan dirinya.


"Jangan asal menuduh pa.Mama cuma ingin Heri punya pekerjaan baik di sana.Apalagi setelah pertunangan nya denga Sella gagal.Mama ingin dapat mantu orang kota biar mereka tahu jika anak kita bisa dapat wanita yang lebih baik dari pada anak mereka."Celotah Bu Retno.


Perjodohan Heri dan Sella memang di batalkan pihak Sella karena orang tua Sella tidak ingin anaknya mengalami nasib yanga sama seperti yang Rumsi alami.


"Ahh terserah kalian saja tapi ingat jika kalian membuat masalah lagi maka papa tidak mau ikut campur lagi!Sudah cukup masalah dengan Rumsi dan keluarga nya membuat papa malu."Tegas pak Bram.


"Iya pa.Papa tenang saja Heri tidak akan membuat papa malu dan Heri janji akan mencari pekerjaan yang baik disana.!"Kata Heri tapi pak Bram tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang Heri katakan.


Akhirnya walau dengan berat hati pak Bram menyetujui Heri untuk pergi ke ibu kota hal itu tentu saja membuat bu Retno dan Heri merasa senang,senyum menakutkan terlihat di wajah Heri.


Bu Retno membantu Heri bersiap siap untuk kepergian nya.Entah kenapa mereka sangat senang membayangkan jika Heri bisa menemukan Rumsi padahal uang pinjaman bapak Rumsi tidaklah besar tapi melihat Rumsi menangis membuat mereka puas.


"Hati hati di jalan nak.Jangan lupa hubungi mama jika kamu sudah sampai di ibu kota ya!Baik baik disana dan jaga kesehatan!"Pesan Bu Retno melepas anak kesayangan nya.


"Iya ma.Mama jangan khawatir Heri pasti baik baik saja!Pa, Heri berangkat ya dan sampaikan salam Heri sama Prida!"Heri berpamitan kepada kedua orang tuanya.


Dengan di antar teman teman nya ke halte bus Heri pergi ke ibu kota.Wajah nya terlihat tidak sabar ingin segera bertemu dengan Rumsi dan meminta hak nya terlebih dahulu sebelum menangih hutang Bapak nya.


"Yang mau ketemu istri,udah gak sabar aja dari tadi senyum senyum terus."Ledek Ferdi.


"Jangan bicara sembarangan!"Kata Heri."Udah ah itu bus nya udah mau berangkat,aju pergi dulu ya!"Pamit Heri.


"Iya bro,hati hati disana kalau udah jadi orang kaya jangan lupa sama kita kita ya!"Kata Yoga.

__ADS_1


"Ehh kalian kan tahu,aku kesana itu bukan mau cari kerja tapi cari Rumsi,mau nagih hutang dia."Jelas Heri


"Ya siapa tahu aja,sambil cari kerja beneran dan jadi sukses."


"Iya bener."Imbuh yang lain.


"Ya uadah deh,aku cabut dulu ya!"


Bus yang di tumapangi Heri pun berangkat,meninggalkan ketiga teman nya yang masih menatap bus itu hingga tidak terlihat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumsi berbalik menatap orang yang memanggilnya ternyata itu adalah Damian.


"Sedang apa kamu disini?"Tanya Damian dengan nada dingin tapi penuh selidik.


"Tuan,ini saya sedang membeli pulsa."Rumsi menunjukkan ponselnya.


Damian hanya menatap ponsel jadul yang ada di tangan Rumsi.


"Tuan sedang apa?"Tanya Rumsi balik.


"Tidak ada,saya hanya memastikan jika itu kamu.


Rumsi hanya benging melihat Damian yang langsung meninggalkan nya begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi.


"Kenapa dia lebih dingin dan cuek dari bos nya ya?ahh dasar orang kaya buat pusing saja."Gumam Rumsi.


Rumsi segera kembali ke rumah di mana aduk nya sudah menunggunya.


"Gimana kak,sudah di isi pulsa nya?"Tanya Dian tidak sabar.


"Iya sudah,ayo kita telpon Kak Fero."


Mereka berdua duduk di sofa yang ada di ruangan itu."Ahh nyaman nya!"Gumam Dian karena sejak tadi dia tidak berani duduk di sofa,dia hanya duduk di lantai sambil menunggu kakak nya pulang.


"Ada ada saja kamu!"Kekeh Rumsi.

__ADS_1


"Hallo Fero!"Sapa Rumsi.


"Hei Rumsi,gimana kabarmu?"Tanya Fero senang ternyata Rumsi tidak lupa menghubungi dirinya.


"Aku baik,kami sudah pindah ke rumah baru maaf ya,aku baru sempat menghubungi kamu!"


"Iya enggak apa apa.Aku juga sudah pindah ke rumah baru karena aku takut jika Heri dan teman teman nya mencari aku!"


"Maafkan aku ya.Karena aku kamu jadi terseret seret seperti ini."Lirih Rumsi.


"Sudah jangan bicarakan semua yang sudah lewat.Sekarang ceritakan bagaimana rumah baru mu?"


"Bukan rumah ku Fero,rumah bos ku kami hanya menumpang disini!"


"Iya iya aku tahu.Bagaimana?"Tanya Fero tidak sabar.


"Kak Fero,rumah nya bagus banget kak.Ternyata bos nya kak Rumsi itu baiiiik banget.Kakak tahu Pak Rey mau menyekolahkan Dian sampai kuliah kak."Kata Dian penuh semangat.


"Wahh bagus itu.Kakak senang dengernya!Rumsi sepertinya kalian harus hati hati karena Heri sepertinya menyusul kalian ke sana."


Rumsi terdiam mendengar perkataan Fero begitu juga dengan Dian dia masih merasa takut jika mendengar nama Heri.


"Rumm."


"Ahh iya Fer,makasih ya sudah mengingatkan aku.Tapi kamu jangan khawatir tempat kerja ku dan tempat tinggalku sangat dekat kok.Jadi waktu aku di luar gak akan lama."Ucap Rumsi.


"Iya Rum,semoga Heri tidak bisa menemukan kalian ya!Rum sepertinya aku jug akan menyusul kalian ke kota,aku mau melanjutkan sekolahku disana hanya saja aku bingung bagaimana dengan Bapak ya?Apa kita pindahkan bapak ke kota juga?"


"Iya Fer.Aku juga berencana memindahkan Bapak kemari agar aku juga mudah memantau Bapak dan tidak merepitkan kamu lagi."


"Aku tidak merasa di repotkan Rum.Hanya saja disini juga tidak aman lagi buat aku.Heri dan teman teman nya pasti akan terus mencari aku."


"Iya kamu benar Fer.Baiklah aku akan usahakan biayanya agar bapak bisa di pindahkan ke mari.Terima kasih ya Fero.Aku berhutang banyak sama kamu!"Tangis Rumsi.


"Jangan bicara seperti itu.Kita keluarga!"


Walau mereka berada di tempat yang berbeda tapi mereka menangis bersama sama.

__ADS_1


__ADS_2