Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 32.Makan malam enak.


__ADS_3

Mereka berdua terpaku di tempatnya,Dian dengan pikiran yang takjub beserta bingung kenapa di depan pintu kosan nya ada pria yang sangat tampan bahkan Dian baru pertama kalinya melihat pria yang sangat tampan seperti ini.


Rumsi sendiri merasa bingung bagaimana bisa dan asistennya kembali lagi ke kosan nya apakah ada sesuatu yang tertinggal tapi apa?Bukankah tadi mereka hanya di mobil dan tidak ikut turun atau ada sesuatu yang ingin disampaikan?Tapi mulut Rumsi hanya diam tanpa bisa menanyakan apapun karena sibuk dengan pikiran nya sendiri.


"Apa kau akan diam saja dan tidak menyuruh kami masuk,apa kau pikir kami penjaga pintu kosan jelek mu ini?"Rey tidak sabar melihat Rumsi yang sedari tadi hanya diam dan melotot saja.


"Ahh maaf tuan.Tapi kami disini hanya perempuan saja,kami takut akan menimbulkan fitnah nantinya jika tuan masuk kekosan kami lagi pula kosan kami sangat panas saya takut tuan merasa tidak nyaman."Rumsi bicara lancar sekali setelah Rey menyindirnya barusan.


Tiba tiba ibu kosan datang tergopoh gopoh membawa kipas dari rumah nya.


"Maaf tuan,hanya ini yang kami punya semoga bisa membuat tuan merasa nyaman.Ehh Rumsi kenapa tamunya tidak di suruh masuk?"Ibu kos nya ternyata sudah tahu jika Rumsi kedatangan tamu makanya dia membawa kipas.


"Emm tapi bu.."Rumsi bingung dan tidak sempat melanjutkan kata katanya karena ibu kos langsung nyelonong masuk dan hampir membuat Rumsi jatuh.


"Mari tuan,silahkan masuk!Rumsi ini anaknya pemalu jadi ya seperti itulah."Ibu kos menepuk bangku yang di anggapnya berdebu agar Rey bisa duduk dan tidak gatal gatal.Sementara Rumsi dan Dian hanya melihat saja semua yang di lakukan Ibu kos mereka.


ReydanDamian masuk dan melihat keseliling kosan Rumsi sangat kecil dan tidak bersih semua bisa terlihat dari sana.


"Rumsi,kamu kenapa diam saja?Tuan ini tamu kamu,kalian harus menghormati tamukan?"Ucap ibu kos yang gemas melihat Rumsi dan Dian hanya diam saja.


Sebelum menemui Rumsi ,Damian sudah meminta izin terlebih dahulu pada pemilik kosan untuk menemui Rumsi dan adiknya serta mengatakan jika mulai besok mereka tidak lagi ngekos di tempatnya,awalnya pemikik kosan itu tidak menyetujuinya tapi setelah Damian memberinya sejumlah uang maka begitulah sikap ibu kos itu pada mereka.


"Saya permisi dulu tuan,silahkan tuan bicara dengan mereka!"


"Bu,tapi saya takut ada fitnah bu!"


"Gak akan,biar ibu yang menjelaskan pada mereka nanti jika ada yang bertanya,sekarang kalian temani dulu mereka ya kalau ada apa apa teriak saja!"Ibu kos itu tetap merwsa khawatir dan tidak ingin ada masalah di kosan nya.

__ADS_1


"Apa kalian punya piring?"Tanya Rey setelah ibu kos pergi dari sana.


"Ehh"Rumsi bingung tapi kemudian dia melihat ada beberapa bungkusan yang dibawa Damian mungkin itu makanan.


Dian berlari kedapur mengambil piring dan sendok yang ada di dapur mereka.


"Ini tuan!"Kata Dian menyerahkan piring dan sendok yang di bawanya pada Rey.Rey melihat nya dan menyipitkan matanya.


Damian mengerti lalu meraih piring dan membuka bungkusan yang mereka bawa.


"Waahhhh!"Mata Dian melebar melihat begitu banyak mekanan yang mereka bawa apalagi makanan itu belum pernah mereka makan dari bayi hingga sekarang.


Rumsi mencolek adiknya yang bersikap berlebihan tapi memang seperti itulah Dian yang sesungguhnya.Dian pun langsung terdiam setelah mendapat kode dari kakak nya,dia memang kelepasan bahkan dia belum mengenal siapa pria tampan di hadapan mereka itu.


"Sudah tidak apa apa.Ayo makan!Kalian pasti sudah lapar dan belum makan kan?"Tanya Rey.


Rumsi dan Dian hanya saling pandang."Maaf tuan tapi ini?"Tanya Rumsi bingung.


"Ba..baik!"Dengan ragu ragu Rumsi mengambil makanan yang dibawa Rey,begitu juga Dian mwngikuti gerakan kakaknya mengambil makanan dengan pelan dan takut takut bahkan mereka juga mengambil makanan sangat sedikit.


Rey memperhatikan gerakan mereka yang lambat membuat nya kesal.Dia membanting sendok yamg di pegangnya kepiring hingga berbunyi nyaring dan membuat Rumsi serta Dian terjengkit kaget.


"Apa kaian tifak bisa bergerak lebih cepat atau kalian tidak suka jika aku menumpang makan di kosan kalian?"Tanya Rey geram.Rumsi yang tahu jika bosnya ini pemarah pun segera mempercepat gerakan nya serta menambahkan makanan lagi kepiringnya begitu juga Dian yang hanya mengikuti gerakan Kakak nya.


Rey mengangkat sedikit sudut bibirnya nyaris tidak terlihat hanya Damian yang bisa menangkap momen itu dan dia juga merasa senang hanya dengan hal sederhana seperti ini bisa membuat bosnya yang sudah sangat lama kesepian dan tidak pernah tersenyum apalagi tertawa kini bisa sedikit melakukan nya.Damian pikir Rey lupa bagaimana caranya bahagia.


Akhirnya mereka makan dengan tenang walau Rumsi dan Dian terlihat sangat kaku tapi Rey tidak mempermasalahkan nya.Dia tahu jika mereka pasti canggung padanya.

__ADS_1


Setelah selesai makan Dian di bantu Rumsi membereskan meja dan menyimpan makanan yang belum habis."Kau pasti akan kuhabisi nanti wahai makanan,awas saja kau ya salah siapa rasamu begitu enak?"Batin Dian yang matanya masih berbinar melihat makanan yang lezat itu tapi dia masih punya malu jika harus tetap makan sementara kedua pria itu sudah berhenti makan.



"Baiklah,kalau begitu kami permisi dulu dan ingat besok kamu hanya perlu bersiap dan menunggu Damian menjemputmu!Kami juga sudah meminta izin pada pemilik kosan ini.Wanita tadi itu,dia cukup mata duitan!"Ucap Rey.


"Baik tuan!"Ucap Rumsi seraya mengangguk.


"Ya sudah,kami pergi dulu ini sudah malam!"


"Terimakasih tuan makanan nya!"Kata Rumsi lagi.


"Hmm!"Rey hanya menjawab dengan singkat saja.


Rey pun pergi diikuti Damian yang berjalan tepat di belakangnnya.


"Wahh kakak siapa mereka?Cepat jelaskan Dian sangat senang dengan mereka!"Kata Dian yang sangat antusias apalagi mereka membawa makanan yang belum pernah mereka makan sebelumnya.


"Dia itu bos kakak,namanya Pak Rey dan yang satu lagi itu Pak Damian dia asistennya pak Rey.Mereka memang sangat baik tadi saja kakak pulang di antar sama mereka tapi kakak pikir mereka pulang ternyata mereka membeli makanan dan makan bersama kita disini.Kakak jadi merasa malu!"


"Ahhh iya.Dian jadi ingat."Dian segera berlari kembali ke dapur.


"Ingat apa Dian?"Rumsi merasa bingung dengan adiknya yang tiba tiba berlari kedapur"Dian ada apa?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Buat Reader terlove love ayo dukung terus othor ya.Biar makin cemungut buat nulis dan up nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya ya!


Terima kasih.💚💚💚


__ADS_2