Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
67.Pesta kecil


__ADS_3

Semua mata menoleh ke arah suara yang mebuyarkan suasana haru sedang tersangkanya hanya bingung menatap orang yang ada di ruangan itu satu persatu.


''Ada apa,kenapa kalian menatapku seperti itu?''Tanya Dian bingung karena semua orang menatap nya.


''Kau ini kenapa sangat menggemaskan seperti itu hum?''Rey terkekeh melihat wajah kebinhungan Dian di depan pintu Rey sangat yakin jika Dian belum melihay Rumsi yang sedang berada di dalam bersama pak Saiful.


''Masuklah maka kau akan mengerti!''Rey menarik tangan Dian agar mengikuti nya ke dalam.


''Ahhh kakak kau sudah keluar?''Tanya Dian yang tampak sangat bersemangat dan bahagia melihat kakak nya sudah mau keluar dari kamar nya.


Rumsi menatap adik kesayangan nya dengan wajah berbinar seraya merentangkan tangan nya agar Diqn memeluk nya Dian yang melihatnya pun berlari mendekat dan memeluk Rumsi dengan sangat erat.


''Kakak jahat,membuat kami semua khawatir dan takut.''Rajuk Dian dengan mulut nya yang mengerucut.


Rumsi menatap adik nya''Maafkan kakak ya.Kakak sekali lagi sudah membuat masalah untuk kalian!''Jawab Rumsi.


''Aku akan memaafkan kakak jika kakak janji tidak akan membuat kami khawatir lagi seperti kemarin!''Celoteh Dian dengan wajah imut nya bahkan semakin kesini Dian justru terlihat sangat cantik bahkan jika di perhatikan wajah nya sedikit mirip dengan Rey tapi Rumsi menghalau pikiran nya.


''Ayo semua sudah selesai sekarang kita akan membuat pesta kembalinya Rumsi dari hibernasinya.''Ucap Rey


Damian dan Fero tampak bersemangat mendengar pesta yang akan di adakan Rey.


''Hibernasi itu apa?''Tanya Rumsi yang membuat semua orang menatap nya.


''Rumsi kau tidak tahu apa itu hibernasi?Astaga apa otak membeku setelah seminggu kau diam dikamar?''Celetuk Fero tiba tiba yang gemas mendengar pertanyaan sahabat nya itu.


''Hi ber na si..Oh astaga maaf aku lupa!''Ucap Rumsi setelah dia mengeja kata hibernasi membuat semua orang mentertawakan nya.


Pak Saiful merasa bahagia kini Rumsi telah kembali menjadi dirinya sendiri membuat semangatnya juga ikut meningkat demi anak anak nya dia akan kuat.


''Ayo sekarang bapak ikut Fero ketaman ya biar bapak kena sinar matahari !''Ajak Fero karena memang dia yang di tugaskan Rey untuk menjaga pak Saiful tentu saja dengan bantuan seorang suster karena sejak kejadian Rumsi di culik kondisi pak Saiful semakin memburuk.


Rey menatap Rumsi dalam dalam saat semua orang sedang melakukan kegiatan nya masing masing.


''Ada apa pak?''Tanya Rumsi.yang merasa risih terus di perhatikan Rey.

__ADS_1


''Tidak ada hanya saja kau lebih cantik jika tersenyum seperti ini dari pada seperti kemarin.''Jawab Rey tanpa sadar.


''Hah..Mak..Maksudnya?''Tanya Rumsi gugup.


''Ahh tidak tidak.Maaf lanjutkan istirahat mu!Aku akan melihat persiapan pesta yang di atur Damian dan Fero.Aku takut mereka hanya akan bertengkar dan bukan melakukan pekerjaan nya.''Kilah Rey yang salah tingkah.


''Pak Rey kenapa ya?" Rumsi menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat punggu Rey mulai menjauh tapi kemudian dia melanjutkan istirahat nya atau semua orang akan memarahinya.


Di balik pintu kamar Rumsi ,Rey mengelus dadanya yang berdebar kenjang seraya menetralkan nafasnya.


''Sepertinya ada yang mulai jatuh cinta nih?'''Goda Damian yang melihat tingkah lucu Rey.


''Jangan ngaco kamu atau kamu akan saya pecat.''Ancam Rey dengan mata melotot.


''Ampun tuan maaf.''Ucap Damian seraya terkekeh.


''Kau ini.Sudah bagaimana persiapan nya?''Tanya Rey mengalihkan pembicaraan yang akan membuat nya malu


''Tak ada masalah ini hanya acara kecil saja bukan pesta ,Tuan terlalu berlebihan menyebutnya pesta.Padahal hanya acara memanggang saja dan aku sendiri.juga bisa melakukan nya tanpa bantuan siapa pun.''Ucap Damian dengan nada sombong.


''Astaga Tuan,anda sudah tua seperti ini tapi masih menyukai balon?''


Mata Rey melotot mendengar Damian mengatai nya tua sedang Damian sendiri merasa senang sekaligus khawatir jika Rey akan menendang nya.


''Awas kau Damian!''Benar saja Rey sudah mulai mengayunkan kaki nya tapi Damian sudah lebih dulu lari sebelum ujung sepatu Rey sampai pada tubuh nya.


'Hahahaha...''Tawa Damian membuat Rey tersenyum senang.Sekarang hubungan nya dengan asisten pribadinya tidak sekaku waktu kemarin padahal dulu mereka sama seperti sekarang tapi sejak kecelakaan orang tua Rey membuat nya menjauh dari semua orang hingga kini kehadiran Rumsi dan adiknya Dian membuat nya seperti mempunyai keluarga baru.


Akkhhhhhh


Awasssss


Brugghhhh


''Dasar pria aneh!''

__ADS_1


Rey mendengar kegaduhan yang terjadi terdengar suara benda jatuh dan juga suara Fero.Sepertinya Damian menabrak Fero.


''Ini pasti seru nih,aku akan menonton mereka.''Kekeh Rey sambil berjalan menuju asal suara.


''Hei kenapa kau lari larian di dalam rumah seperti anak kecil saja huh?Kau lihat perbuatan mu!Aku sudah capek menyiapkan bumbu bumbu ini dan kau ...?Oh astaga..''Fero mengangkat kedua tangan nya seakan ingin mencekik Damian saat itu juga.


''Aku sudah bilang maaf padamu.Lagian ini juga tidak sepenuhnya kesalahan ku kau saja yang tidak mau menghindar saat melihat aku berlari ke arah mu.''Ucap Damian tidak mau kalah.


''Kau ini,aku tidak mau tahu sekarang kau harus membereskan semua ini dan kau juga harus membuat bumbu baru atau malam nanti kita akan membakar ayam tanpa bumbu!''Ucap Fero kesal lalu meninggalkan Damian yang belum sempat membalas ucapan Fero.


''Hahahaha..Itu lah karma yang harus kau dapat kan Damian karena mentertawakan ku tadi.''Ledek Rey ''Ku doakan semoga kalian berjodoh hahaha...''Rey juga meninggalkan Damian yang kesal karena mendapat ledekan dari Rey.


Dengan wajah masam Damian terpaksa membersihkan tumpahan bumbu yang berserak di lantai tentu saja di bawah pengawasan Fero.


''Jangan melihat ku seperti itu.Kau kerjakan saja yang lain ini pasti akan selesai dengan cepat.''Sungut Damian.


''Aku tidak akan pergi sebelum kau menyelesaikan semua nya.Aku tidak mau jika kau sampai merepitkan orang lain karena kesalahan mu.''Ucap Fero tegas.


''Dasar wanita kau ini.Awas saja aku akan membalas mu nanti!''


''Terserah..''


Malam yang di tunggu pun tiba semua orang sudah berada di taman belakang untuk bersiap siap mulai mengadakan pesta kecil sebagai bentuk syukur mereka karena Rumsi sudah kembali seperti semula.


Damian masih menekuk wajah nya karena kesal Fero terus saja menatapnya dengan pandangan horor.


''Ada apa dengan mereka kak?''Tanya Dian yang memperhatikan tingkah Damian dan Fero.yang terlihat berbeda dari biasa nya.


''Sudah biarkan saja.Cepat bantu Fero memanggang ikan dan ayam itu agar kita bisa segera memakan nya!''


''Hemm baiklah kak!''


Mereka semua merasa bahagia canda tawa dan tidak ada jarak di antara mereka membuat pak Saiful merasa bahagia tapi sayang istrinya tidak ada disamping nya.


''Rey. Keluar kau dasar pria bresek..!!''

__ADS_1


Semua orang yang awalnya merasa bahagia.tiba tiba menjadi terdiam mendengar suara ribut dari luar.


__ADS_2