
Rey sedang mengamati bangunan yang nyaris selesai itu,dia kali ini tidak memikirkan berapa biaya yang akan di keluarkan nya untuk membuat sebuah hunian yang layak bagi karyawannya yang sebatang kara itu.
Puluhan pekerja bekerja dengan sangat semangat karena mereka akan mendapatkan upah yang lebih banyak dari biasanya tentu saja itu sebuah berkah bagi mereka.
"Pastikan semua selesai dan siap huni besok sore Dam!"Ucap nya pada Damian yang berada di sebelah nya "Dan jangan lupa perabotan yang mereka butuhkan juga harus kamu siapkan!"Lanjutnya lagi memberi perintah.
"Baik tuan.Saya sudah memesan semua yang di perlukan dan menunggu perintah kita untuk pengantarannya."Jawab Damian yang selalu siap dengan apa pun perintah bos nya yang kadang tidak masuk akal.
"Bagus!"
Rey meninggalkan tempat itu untuk segera kembali ke rumahnya karena memang sudah jam pulang.Begitu juga dengan karyawan nya lain juga mulai mengemasi barang mereka untuk pulang kerumah mereka masing masing.
Rumsi berjalan dengan penuh semangat dan senyum ceria di bibirnya dia tidak berhenti bersyukur dalam hatinya karena saat ini dia di kelilingi orang orang baik,jika saja dia tidak hamil rasanya dia ingin berlari agar segera sampai di rumahnya dan mengabarkan kabar gembira itu pada Dian adiknya.
Rey memperhatikan jalanan yang mereka lewati dan dia melihat Rumsi yang berjalan sangat tergesa gesa.Damian juga memperhatikan nya tapi dia tidak berani mengatakan apa apa hanya melirik Rey dari kaca saja.
"Apakah dia benar benar berjalan hingga sampai ketempat kosnya?"Gumam Rey.
"Seperti nya begitu tuan.Apakah kita harus memastikan nya atau kita harus mengantarkan nya?"Tanya Damian balik.
"Kita coba ikuti sampai setengah jalan jika dia benar benar berjalan maka kita antarkan dia.Jika dia terus berjalan maka dia akan tiba ketika hari sudah gelap nanti!"Rey merasa tidak tega melihat Rumsi yang berjalan sendiri dan sesekali menyeka keringat di dahinya.
Damian memperlambat laju kendaraan nya tapi tidak membuat Rumsi curiga karena Rumsi tidak peduli dengan keadaan sekitar karena dia hanya ingin tiba di rumahnya dengan segera.
"Dia benar benar berjalan tuan?"Ucap Damian dan Rey juga melihat Rumsi yang terus berjalan sementara hari sudah mulai remang remang.
"Panggil dia masuk Dam!"
Damian menghentikan mobil nya dan membunyikan klakson agar Rumsi berhenti.
Benar saja Rumsi berhenti setelah Damian membunyikan klakson nya beberapa kali.
"Hei!"Panggil Damian.
Rumsi melihat si pemanggil ternyata asisten tuan nya seketika hatinya bertanya apakah dia melakukan kesalahan lagi hingga asisten bos nya memanggilnya.
"Ya tuan,A..Ada apa?"Tanya Rumsi bingung.
"Masuk!"Kata Damian dingin.Dia memang tidak pernah bersikap ramah kepada orang yang baru di kenalnya bahkan sikap nya lebih dingin dari bosnya Rey gardana.
__ADS_1
Rumsi heran,dia juga melirik ke bangku belakang nampak Rey yang hanya diam tanpa melihatnya sama sekali.Hal itu membuat Rumsi merasa canggung menerima ajakan Damian.
"Maaf tuan,saya berjalan saja."Ucap Rumsi akhirnya.
"Jangan membantah,ini perintah tuan Rey!"Kata Damian lagi yang tidak ingin berbasa basi.
Sekali lagi Rumsi melihat Rey yang kini sedikit menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dia menyetujuinya.Dengan sedikit ragu ragu Rumsi melangkah mendekati pintu mobil bagian belakang tapi Damian mencegahnya.
"Hei,duduklah di depan!Bagaimana mungkin kau mau duduk di sebelah Tuan!"
"Ahh iya.Maaf tuan!"Rumsi merasa sangat malu dia lupa jika dia hanya karyawan biasa.
Tapi Rumsi sangat lama,entah apa yang dia lakukan hingga dia tidak kunjung masuk.Sementara Rumsi sendiri sekarang sudang sangat malu karena dia tidak bisa membuka pintu mobil.
"Ya ampun,bagaimana ini kenapa sangat sulit membukanya."Gumam Rumsi.
Damian merasa lucu melihat Rumsi yang sedang kesulitan,dia tidak menyangka jika ternyata Rumsi senaif itu.
"Dam."
"Baik tuan."
Karena Rey sudah merasa bosan menunggu akhirnya Damian membukakan pintu untuk Rumsi.
Akhhh
Hahahahha
Apes bagi Rumsi kepalanya terbentur saat dia akan masuk dalam mobil Rey.Ini memang pertama kalinya dia masuk mobil apalagi mobil yang sangat bagus seperti ini tentu saja Rumsi merasa guhup dan juga takut jika tubuhnya mengotori mobil mewah Rey.
Damian tidak bisa menahan tawanya melihat kekonyolan Rumsi,dia tertawa lebar melihat Rumsi yang kepalanya terbentur.Sementara Rey hanya tersenyum simpul melihatnya.Rumsi sendiri merasa malu tujuh turunan karena kecerobohan nya sendiri.
"Maaf tuan.Saya tidak sengaja!"Kata Rumsi menundukkan kepalanya.
"Jangan pernah menundukkan kepalamu jika kau tidak bersalah Rum.Orang akan menganggapmu lemah!"Kata Rey yang tidak suka melihat Rumsi sangat sering menundukkan kepalanya saat bicara.
"Maaf tuan.!"Kata Rumsi lagi.
Damian segeta melajukan kendaraan nya untuk mengantarkan Rumsi sampai kekosnya.Cukup jauh memang,dia bisa membayangkan bagaimana lelah nya Rumsi berjalan saat pergi dan pulang kerja.
__ADS_1
Mereka tiba,Rumsi segera turun dan mengucapkan terima kasih pada Rey dan Damian.
"Ingat besok kau tunggu saja Damian dan jangan masuk kerja,kalian akan pindah ke rumah di belakang kantor!"Rey kembali mengingat Rumsi.
"Iya pak.Terima kasih sudah mengantarkan saya!"Ucap Rumsi lagi.
"Hemm."
Setelah mobil Rey pergi dan tidak terlihat Rumsi segera berjalan sedikit cepat untuk segera menemui Dian dan menyampaikan kabar gembira .
"Dian.!"Teriak Rumsi sambil menggedor gedor pintu kossan mereka.
"Dian cepat buka pintunya!Kakak sudah pulang."Rumsi kesal karena Dian belum juga membukakan pintunya,padahal saat ini Dian sedang di kamar mandi tentu saja dia tidak mendengarnya.
Sementara Dian yang samar samar mendengar suara teriakan kakaknya pun bergegas membuka pintu agar kakak nya berhenti berteriak teriak.
"Iya kakak sabar!"Ucap Dian setelah pintu terbuka dan melihat wajah Rumsi yang bibirnya mengerucut.
"Lama."Kata Rumsi segera nyelonong masuk.
Diàn mengukuti kakak nya duduk di bangku yang ada di ruang kosan mereka.
"Tunggu kak.Dian ambilkan minum dulu ya,kakak pasti capek!"Dian meninggalkan Rumsi yang duduk sambil mengelus perutnya yang mulai agak membuncit walau tidak kentara jika dia sedang hamil.
"Ini kak!"
Rumsi menenggak air yang di sodorkan Dian.Dia merasa segar sekarang.
"Dian,dengar mulai besok kita tidak akan tinggal disini lagi."Rumsi sengaja menggantung ucapan nya melihat reaksi Dian.
"Kita di usir kak?Tapi kan kita sudah bayar untuk bulan pertama."Benar saja Dian menjadi bingung.
Rumsi menggelengkan kepalanya seraya tersenyum menatap adiknya yang masih kebingungan.
"Kita tidak di usir,tapi kita akan tinggal di rumah belakang kantor tempat kakak kerja dan kita tidak perlu membayar uang sewa lagi selama kakak bekerja disana!"
"Hah beneran kak.Kok bisa sih?"
"Bener,Bos kakak orang nya baik makanya kita boleh tinggal disana."
__ADS_1
Tokk tokkk
Sedang asyik bercerita ada seseorang yang menģetuk pintu.Kemudian Dian berjalan membuka pintu tapi matanya menatap orang yang berada di balik pintu tanpa berkedip Rumi yang penasaran pun berjalan mendekati Dian dia pun terdiam melihat siapa yang datang ke kos mereka.