Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 72.Masa lalu yang kembali


__ADS_3

Deretan mobil mewah berjajar rapi di depan sebuah pnthaouse mewah milik keluarga Rey.Walau kedua orang tuanya sudah lama meninggal tapi Rey tetap merawat nya dengan baik.Dia tidak ingin kenangan indahnya bersama dengan orang tuanya hilang seiring waktu.


Rasa kagum terpancar jelas dari mata Rumsi dan Fero.Mereka baru pertama kali melihat rumah sebagus ini decak kagum tak henti keluar dari mulut Fero.


Rey menghela nafas nya sudah lama dia tidak pulang kerumah masa kecilnya ini apalagi sejak dia bertemu dengan Rumsi dia hanya pulang ke apartemen nya yang kecil karena sering merasa sedih jika harus sering pulang.


''Tuan muda anda sudah sampai?''Seorang pria separuh baya datang menghampiri Rey dengan mata yang berbinar.


''Iya,apa anda sudah melaksanakan yang sudah aku minta?''Tanya Rey


''Semua sudah siap Tuan,seperti yang anda perintahkan.''


Rey hanya mengangguk lalu berjalan menuju Rumsi dan Fero.


''Ayo!''Ajak Rey menarik lembut tangan Rumsi.Rumsi yang selalu mendapat perlakuan aneh bos nya hanya diam menurut walau dia bingung.Sementara Fero tersenyum serta mengacungkan jempolnya yang mendapatkan pelototan Rumsi.


Rey dan Rumsi berjalan di depan sementara Fero berjalan berjajar dengan pak Saiful dan Dian.Mata mereka memindai sekeliling halaman luas itu,air mancur yang ada di tengan tengah membuat mata mereka terasa sejuk.


''Wahh rumah nya besar sekali pak.Ini hampir sama luas nya dengan desa kita pak.''Celoteh Dian dengan riang.


''Banar nak.Tapi kok bapak jadi takut jika kita tinggal disini.''Pqk Saiful terlihat bimbang terlihat jelas guratan di wajah nya.


''Memang kenapa pak?''Timpal Fero bingung


'''Lihatlah pengawal tuan Rey berjajar dimana mana pasti mereka membawa senjata kan?Bapak takut jika mereka salah menembak dan mengenai kita.Terus lihatlah pelayan nya segitu banyak dan mereka terlihat lebih rapi dari pada kita.''Wajah Pak Saiful yang terlihat serius membuat Dian dan Fero tersenyum lucu.


''Hahahaha..Bapak tidak perlu khawatir mereka tidak akan salah sasaran kan mereka sudah di latih sebelum di berikan senjata dan soal pakaian pelayang yang lebih rapi dari pada kita nanti Dian minta kak Rey untuk belikan bapak pakaian bagus agar bapak terlihat tampan.''Goda Dian pada bapak nya.


''Jangan sembarangan Dian.Bapak tidak mau,ingat Dian hutang budi kita sudah banyak pada tuan Rey seharusnya kita bekerja untuk tuan Rey bukan malah memanfaatkan beliau.''Ucap pak Saiful menasehati putri bungsunya itu.

__ADS_1


''Iya pak.Dian hanya bercanda saja kok.Dian juga tahu jika kak Rey sudah sangat baik dengan kita.''


Mereka di sambut para pelayan Rey yang sudah berjajar rapi di ambang pintu.Senyum sopan mereka membuat pak Saiful dan keluarga merasa canggung.


''Selamat datang pak''Ucap mereka bersamaan seraya menundukkan kepalanya sopan.


''Heehh i iya..''Jawab pak Saiful kikuk.


Mata mereka terbelalak saat memasuki ruang uta ma rumah Rey.Mewah sekali barang barang yang mahal tersusun rapi ,sofa lemari dan semua pernak pernik terlihat indah dan mewah membuat pak Saiful dan keluarg merasa malu.


'''Selamat datang pak.Ini adalah rumah orang tua Rey.Ayo kita duduk disana!''ajak Rey.


''Me..Mereka?'''Mata Pak Saiful menatap lekat foto besar yang ada dihadapan nya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


''Meraka orang tua saya pak.Tapi mereka sudah lama meninggal karena sebuah kecelakaan saya masih ada disini karena saat itu saya tidak ikut bersama orang tua saya.''Jawab Rey menyembunyikan kesedihan nya.


Mata Pak Saiful betkaca kaca membuat semua orang yang ada disana merasa bingung.


''Apa kah bapak mengenal orang tua saya?''Rey juga ikut menghampiri pak Saiful yang sudah menangis.


''Apa kau putra memang benar putra kandung mereka?''Tanya Pak Saiful dengan mata yang menatap lekat pada Rey.


Rey menatap sekeliling sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya pelan dengan posisi Rey berlutut di hadapan pak Saiful.


''Apa bapak mengenal orang tuaku?''Tanya Rey lagi.Semua merasa tegang menunggu jawaban yang akan di ucapkan pak Saiful.Hening hanya denting jam dinding yang terdengar sangat keras.


''Tidak.''Jawab pak Saiful.


Rey menundukkan kepalanya nya serta memejamkan matanya.Dia fikir pak Saiful mengenal orang tuanya karena raut wajah pak Saiful menunjukkan keterkejutan saat melihat poto itu.

__ADS_1


''Tapi bapak bertemu dengan mereka sebelum mobil yang mereka tumpangi meledak.''Tambah pak Saiful.Rey yang awalnya menunduk spontan mengankat kepalanya menatap langsung mata pak saiful.


''Kenapa bapak tidak mebolong mereka?''Tanya Rey menahan air matanya.


''Bapak ingin dan bapak berusaha tapi..''


''Tapi apa pak?Katakan!''


''Bapak tidak punya kesempatan itu.Saat itu papamu sudah dalam keadaan setengah sadar ,dia hanya menitipkan seorang anak perempuan pada bapak.Papa mu meminta bapak menjauh segera dari sana sebelum para penjahat itu datang!''Pak Saiful sudah berurai air mata.Dia menatap Dian dengan tatapan yang sulit di artikan.


''Anak perempuan??''Tanya Rey''Siapa,dimana dia sekarang pak?Dimana adik ku?''Tanya Rey tidak sabar.Wajah nya sudah di penuhi air mata.


''Dia..''Tunjuk pak Saiful seraya menatap penuh kesedihan pada Dian.


''Dian?Dia adikku?Dia masih hidup??''Rey tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya karena ternyata adik nya masih hidup walau di rawat oleh keluarga yang kurang mampu tapi Rey bersyukur Dian di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh keluarga pak Saiful.


Dian dan Rumsi menangis''Jadi Dian bukan anak kandung bapak?''Tanya Dian dengan terisak.


Pak Saiful tidak sanggup lagi menjawab,dia hanya mampu menggelengkan kepalanya serta menunduk menahan tangis yang sedari tadi tidak berhenti.


''Tapi Dian mau jadi anak bapak.''Oceh Dian sambil menangis.


''Bodoh,kau tetap anak pak Saiful dan adiknya Rumsi.''Jawab Rey serta mengelus rambut Dian lalu memeluknya.


''Hahaha..Dam adik ku masih hidup Dam.Dia selamat.Terimakasih Tuhan.''Tak henti henti nya ucapan syukur Rey lontarkan karena dia masih punya keluarga.


Rumsi dan Fero menghapus air matanya.''Bapak.''Rumsi mendekati bapaknya memeluknya erat berharap agar bapaknya tetap kuat,sulit di percaya tapi begitulah adik yang ceria ternyata bukan adik kandung nya.


''Maafkan bapak Dian.Selama ini bapak dan ibu tidak mengatakan apapun padamu.Kami takut jika kau tahu lalu kau akan meminta untuk mencari keluarga mu yang lain dan ternyata yang kita temui adalah penjahat.Bapak tidak mau kau terluka.''Dengan penuh air mata pak Saiful memandang Dian yang berada dalam pelukan Rey.

__ADS_1


''Dian tidak marah pak.Selama ini bapak dan ibu sangat menyayangi Dian bahkan tidak membedakan kasih sayang bapak untuk Kak Rumsi dan Dian.Justru Dian yang bersyukur sudah di temukan sama bapak.''


Bersambung...


__ADS_2