
Mata Heri melotot dia tidak percaya dengan pendengaran nya sendiri."Apa kata ibu?"Tanya Heri lagi.
"Dia sudah pindah dan tidak tinggal disini lagi!"Ucap si ibu denvan santainya.
"Astaga jadi kenapa ibu tidak bilang dari tadi?Tapi malah menanyakan hal yang lain lain sama saya?Buang buang waktu saja ibu!"Omel Heri geram.
"Heh,kamu yang buang buang waktu!Sudah mengganggu tidur orang malah kamu yang marah marah sekarang cepat pergi dari rumah saya sebelum saya teriaki maling kamu!"Si Ibu juga tidak mau kalah gertak dengan Heri.
Dang...
Heri menendang pintu besi yang melindungi si Ibu di dalam andai saja tidak ada pintu besi itu mungkin Heri beneran menendang si Ibu.
"Dasar anak muda tidak punya sopan santun pantas saja Rumsi pergi dari kamu pasti kamu suami yang jahat makanya dia memilih kabur walau sedang hamil dari pada tinggal serumah dengan pria arogan seperti kamu!Cepat pergi sebelum saya panggilkan warga!"Teriak Si Ibu.
Heri sangat geram mendengar apa yang di katakan si Ibu tapi nyalinya juga menciut jika sampai wanita di hadapan nya ini benar benar berteriak.Heri pergi dengan perasaan marah,sudah tengah malam.hujan juga sudah mulai turun di tambah lagi ternyata Rumsi sudah pindah dari sana.
" Akhhh...Sial"Maki Heri seraya meninju udara.
Heri terus melangkah tanpa tahu harus kemana,Dia sama sekali tidak punya sanak keluarga disana,dia juga tidak tahu dimana tempat untuk menginap ingin mencari tapi ini sudah terlalu larut.
Duarr....Duar...
Petir mulai menyambar,hujan pun sudah turun dengan deras.Heri yang masih berada di jalan pun segera berlari mencari tempat berteduh,hanya emperan toko yang dia temukan itupun sebagian di tiduri beberapa gelandangan.
"Perempuan satu ini membuat hidupku menderita.Awas saja jika kau kutemukan Rumsi maka akan ku balas kalian semua!"Sumpah Heri
Tidak ada pilihan selain berteduh di samping para gelandangan yang sedang tertidur itu,entah bagaimana caranya mereka bisa tertidur saat hujan begitu deras di tambah dengan suara petir yang terus menyambar.Lama lama mata Heri pun mengantuk walau sudah berusaha menahannya tapi tetap saja dia tertidur dengan tas ransel yang di jadikan nya bantal.
__ADS_1
Rasa lelah di perjalanan di tambah emosi yang terkuras membuat Heri tidak terbangun sedikit pun sampai matahari sudah mulai menunjukkan cahayanya.Para pengais rezeki sudah lalu lalang tapi Heri masih tertidur dengan nyenyak nya hingga sebuah kaki menendang nendang kaki Heri.
"Hei bangun!Pergi dari sini,dasar pemalas sudah siang begini masih saja tidur!"Kata Seorang pria pemilik toko yang emperan nya ditiduri Heri.
"Hei ayo cepat bangun!"Ucap Pria itu lagi sambil menendang kaki Heri sedikit agak kuat.
Heri yang merasakan kakinya di sakit karena tendangan pria itu pun terbangun.
"Hei apa apaan ini?"Tanya Heri yang belum sepenuhnya sadar.
"Bangun dan pergi dari sini!Saya mau membuka toko saya."bentak si pemilik toko.
Heri celingak celinguk dan baru sadar jika ternyata dia memang tertidur di emperan toko,dia juga melihat gelandangan yang kemarin tidur bersamanya sudah tidak ada disana entah pergi sendiri atau di usir pemilik toki Heri pun tidak tahu.
"Hei jangan melamu,cepat pergi!"
"Astaga ranselku?Dimana ranselku?"Tanya Heri panik sambil celingak celinguk ke kanan dan kekiri.
"Alah tidak usah pura pura.Sudah sana cepat pergi!Jangan menghalangi rezeki orang!"Pemilik toko itu mendorong Heri menjauh dari emperan tokonya .
"Tapi ransel ku kemana?Tadi malam masih ada,siapa yang mencurinya?"Heri benar benar merasa khawatir pasalnya semua uangnya ada di ransel itu.
"Bukan urusanku!"Jawab pemilik toko yang tidak peduli dengan Heri yang sedang kebingungan.
Heri kembali mengingat ingat kejadian malam tadi dan tidak ada orang lain sebelum dia tertidur selain beberapa gelandangan itu."Pasti salah satu dari mereka yang sudah mencuri ranselku!Dasar gelandangan miskin!Awas kalian ya.Akkhhh ini semua karena mereka jika mereka tidak mempermainkan aku pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi."Wajah Heri terasa panas karena menahan amarah nya rasanya dia ingin membakar semua yang dia temui.
"Sudah lah,ini masih pagi lebih baik aku menghubungi mama dan meminta dia mengirim uang agar aku bisa cari tempat tinggal atau hotel jika perlu!"Gumam Heri meredam amarah nya sendiri.Heri pun merogoh kantongnya sekali.
__ADS_1
"Akhh tidak mungkin."Gumam nya.Dia merogoh kantongnya yang lain "Astaga tidak mungkin!"Wajah nya mulai pias,dia tidak bisa menemukan ponsel atau pun dompetnya.
"Ya ampun dimana ponsel dan dompetku?Jangan bilang jika mereka juga mencurinya.Tidak...Tidak..bagaimana aku bisa sampai tidak sadar?"Tubuh Heri lemas,dia kehilangan semuanya padahal dia baru tiba malam hari dan paginya dia sudah menjadi gelandangan di kota yang besar ini.
"Akhhh...Sial sekali aku.Ini semua karena ulah Rumsi dan teman nya.Sekarang aku harus bagaimana?perutku juga lapar.Rumsiiiiiiiiiiii"Heri berteriak hingga membuat beberapa orang melihat ke arah nya tapi tidak ada yang peduli padanya.
Kini yang bisa dilakukan Heri hanya mencari keberadaan Rumsi.Dia berjalan tanpa arah dan berharap bisa menemukan Rumsi atau adiknya agar dia bisa selamat tali itu pasti mustahil.
Kruuukkkk....Krruuukkkk
Perut Heri sudah mulai meminta jatahnya tapi harapan Heri ingin nememukan Rumsi sepertinya memang mustahil karena perutnya sudah minta diisi.Dia berhenti di sebuah warung kecil yang menjual sarapan pagi.
"Seperti nya enak,tapi aku tidak punya uang sedikit pun.Bagaimana ini,apakah penilik warung ini mau memberiku makanan?Aku coba saja!"Gumam nya sendiri sambil menyemangati dirinya sendiri.
"Bu.Boleh saya minta saraoan nya?Saya tidak punya uang kemarin saya baru kecopetan dan semua uang dan barang saya di bawa maling."Tanya Heri seraya menceritaka kejadian yang di alaminya berharap pemilik warung itu mau memberinya makan.
Pemilik warung itu melihat tampang Heri dari atas hingga bawah,dia tidak iba sama sekali.
"Hei anak muda.Banyak orang yang lebih tua dari kamu dan lebih susah dari kamu tapi mereka tidak mau meminta minta seperti kamu.Lihat pria tua disana itu,dia mau bekerja keras untuk bisa membeli makanan.Setidaknya kau harus malu pada dirimu sendiri tubuh masih gagah dan masih muda tapi kerja nya sudah minta minta!"Cibir pemilik warung itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk para pembaca setia Mencintai Pembunuh Suamiku.
Tetap dukung author ya.Beri like dan komen nya.Jangan lupa Vote nya juga.
Salam semangat💙💙💙
__ADS_1