
Byurrr...
''Hah..Hahh..''Rumsi tersadar dari pingsan nya dan terengah engah karena Heri menyiramkan seember air dengan kasar ke wajah Rumsi.Sementara Rumsi juga belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang terjadi dia hanya merasakan kepalanya yang pening dan wajahnya yang sakit karena air yang di siramkan Heri padanya.
Bu Retno dan Clara tampak puas melihat Rumsi yang kebingungan sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Rumsi menarik tangan nya ingin menyeka wajahnya yang basah tetapi tidak bisa karena tangan nya terikat.Rumsi terus berusaha tetapi sia sia.
''Bagaimana kabarmu sayang?''Tanya Heri.
Rumsi mengehentikan usahanya untuk melepaskan ikatan tangan nya.Matanya seketika terbuka lebar dia sangat mengenal suara itu .Seketika tubuhnya membeku otaknya juga tidak bisa berpikir lagi.
''Kenapa,apakau sangat bahagia bertemu dengan ku hingga kau tidak bisa mengatakan apa apa?''Ledek Heri sambil mendekat pada Rumsi.
''K..Kau?''Tanya Rumsi gugup sekaligus takut.
''Hehehe...Kau terlihat pucat sekali.Apa pria pria itu tidak mengurusmu dengan baik?''
''Mereka tidak akan bisa mengurusnya karena istrimu itu sangat liar.''Jawab Clara.
Lagi lagi Rumsi sangat terkejut ternyata Heri tidak sendiri sejak tadi Rumsi hanya fokus pada Heri yang mendekat padanya sampai dia lupa untuk mengamati keadaan sekitar.
'''Dasar wanita tidak tahu malu,masih punya suami tapi mendekati pria lain.''Mata Rumsi kembali melotot ternyata disana juga ada Bu Retno wanita yang menyebabkan ibunya meninggal.
''Lepaskan aku!Kalian jahat.''Teriak Rumsi.
''Hahahahaha...Untuk apa kami menculik kamu susah payah kalau harus kami lepaskan lagi?''Jawab Clara.
''Kami akan melepaskan mu setelah kami puas menyiksa kamu.''Kali ini Bu Retno yang menjawab dengan mata yang menyala nyala seakan tidak sabar ingin segera memberi Rumsi pelajaran.
''Aku mohon jangan sakiti aku.Biarkan aku pergi aku tidak pernah mengganggu kalian jafi tolong lepaskan aku!''Rengek Rumsi dengan mata yang sudah penuh dengan air mata di tambah dengan air yang masih tersisa di wajahnya.
__ADS_1
''Sabar sayang..Aku juga tidak pernah menyakiti mu aku hanya mengajakmu bersenang senang.Kamu tahu aku sudah lama sekali ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu tapi kau selalu saja sibuk dengan mereka!''
''Jangan..!!!''Rengek Rumsi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rey tampak bingung setelah mendapat kabar dari rumah sakit yang mengatakan jika pak Saiful terus saja memanggil Rumsi tapi yang di cari tidak ada disana.Bahkan pihak rumah sakit juga sudah berusaha mencari tapi tidak menemukan nya.
''Dam kamu cek cctv sekarang!''Perintah Rey pada Damian.
Damian mengangguk dan langsung melaksanakan apa yang di perintah kan Rey padanya.Setelah itu Rey masuk keruangan pak Saiful disana tampak Dian dan Fero disana.
''Kakak dimana kak Rumsi?''Tanya Dian setelah di melihat Rey menuju ke ranjang pak Saiful.
''Kakak belum tahu tapi sekarang Damian sedang memeriksa rekaman cctv.Semoga tidak terjadi hal buruk!''Jawab Rey mengusap kepala Dian.
''Nak tolong temukan Rumsi!''Lirih pak Saiful.
''Bailah kqlian tetaplah disini dan jangan kemana mana jika ada sesuatu segera hubungi saya.Saya akan menemui Damian!''Kata Rey pada Dian dan Fero.Mereka berdua menganggukkan kepala.
Rey tahu jika sebenarnya ada yang tidak beres disini karena tidak mungkin Rumsi pergi begitu saja meninggalkan bapaknya sendirian apalagi ponselnya juga tidak bisa dihubungi.
''Bagaimana Dam?''Tanya Rey saat memasuki ruangan cctv.
''Ada beberapa orang yang masuk keruangan pak Saiful dan saat keluar sepertinya Rumsi juga ikut dengan mereka.''Jawab Damian.
''Kemana?''Tanya Rey singkat.
''Mereka menuju jalan belakang dan saat keluar sepertinya Rumsi sudah tidak sadarkan diri.''Jawab Damian sambil teris mengamati rekaman cctv di hadapan nya.
Rey memijit pelipisnya''Dasar ceroboh,bagaimana dia bisa begitu percaya pada orang asing.''Gumam Rey pelan.
__ADS_1
''Dam periksa terus kemana mobil itu bergerak.Kabari aku jika kau menemukan nya!''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hahahaha......
Suara tawa menggema terdengar dari gudang tua di sebuah tempat yang lumayan jauh dari kota.Di sela sela tawa itu terdengar rintihan yang sangat menyayat.
''Sa..Sakitt....to..tolong lepaskan!''Rintih Rumsi yang kini tubuhnya sudah penuh dengan darah.Wajahnya lebam sudut bibirnya berdarah dan di pipinya seperti bekas sayatan pisau.
''Sabar sayang..Sebentar lagi semua akan berakhir.''Ucap Heri dengan senyum yang terlihat sangat mengerikan.
Entah apa yang merasuki ketiga manusia tanpa perasaan itu yang begitu tega menyiksa seorang gadis yang sudah sangat lemah itu.
Rumsi kini hanya bisa pasrah menunggu ajal yang akan menjemputnya kemungkinan dia selamat sangat kecil.Melihat Rumsi memejamkan matanya tanpa mengeluh sedikit pun membuat Bu Retno merasa heran.
''Hei..Apakau sudah sangat siap menunggu ajalmu?''Ucap Clara tanpa belas kasihan.
''Lakukan saja jika dengan kematian ku kalian merasa senang tapi ingat karma akan datang pada kalian,dan kamu Heri .''Rumsi menghentikan ucapan nya dan menatap Heri dengan mata yang tajam bahkan membuat Heri sedikit ngeri melihat nya.
''Kamu akan mendapat balasan yang setimpal dengan apa yang kamu lakukan bahkan kamu akan merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan!''Lirih Rumsi dengan bibir yang sakit.
''Heh..Diam kamu!Sudah mau koit aja masih banyak bicara.''Bentak Bu Retno.
''Cuih....Kau ..Kau adalah iblis berwujud seorang ibu.Kau sangat kejam bahkan semua ini karena mu.Ingat bahkan jika aku sampai mati sekalipun aku tidak akan pernah memaafkan mu!Kau akan mengalami hal yang mengerikan dalam hidupmu!.''Sambung Rumsi dengan mata yang menyala nyala.
''Hahaha..Kamu nyumpahi saya? hah?Jangan banyak bicara kamu!berpikir saja bagaimana cara yang pas agar kamu bisa pergi dengan cepat.''Ucap bu Retno yang tidak terima dengan apa yang di katakan Rumsi.
''Sudah ..Sudah jangan buang buang waktu cepat akhiri ini.Kalian tidak mengenal Rey dengan baik dia bisa datang kapan saja.''Ucap Clara yang mulai merasa bosan dengan Bu Retno dan Heri yang di rasa bertele tele.
''Baik Clara tapi sebelum itu aku ingin mengatakan sesuatu padanya.''Heri menoleh pada Rumsi yqng memandang nya dengan jijik.''Rumsi aku tidak peduli dengan semua yang telah terjadi dan aku bahkan tidak menyesalinya sayang nya aku tidak sempat mencicipi dirimu untuk yang terakhir kali.Tapi tidak apa masih ada Dian adikmu yang sangat manis itu!''Kekeh Heri yang membisikkan kata kata menjijikan di telinga Rumsi.
__ADS_1
Rumsi yang mendengarnya pun sangat murka''Bajingan kamu Heri jangan pernah menyentuh adikku bajingan!''Teriak Rumsi yang kembali meronta karena marah.