
aku pun menerima uluran tangan yang berisi handphone tersebut. Dan segera mengetikkan nomor bunda disana.
"hallo, assalamualaikum bunda, apaa yang terjadi hingga bunda sampai masuk rumah sakit yah?" Tanya ku dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Iya yah aku akan segera kesana, ga yah lagipula sekarang hujan udah mulai reda dan tidak selebat tadi lagi"
"Iya ayah assalamualaikum " jawab ku menutup percakapan kami di handphone dan aku baru tersadar bahwa dari tadi ada yang merhatiin segala tindakan ku, yaitu manusia dingin ini.
Eh walaupun dingin tapi ternyata dia bisa juga jadi baik. Tapi sekarang aku bingung kesana aku harus naik apa.
"Hey kok malah bengong, bukannya mau langsung ke rumah sakit tadi?" Tanya nya sambil membuat gerakan di depan muka ku.
"Eh iya ya, makasih ya mas handphone nya'' ujar ku dengan muka masih bingung harus pake apa ke rumah sakit.
"Ya udah tunggu apalagi, ayo saya antar ke rumah sakit nya" sambung nya tanpa menjawab perkataan ki.
"Mas benaran mau ngantar aku?'' ujar ku dengan nada yang tidak percaya.
" Lah iya ayo sebelum saya berubah pikiran" sahutnya dengan nada songongnya yang telah kembali.
"Ini benaran dia mau ngantar aku atau ada niat terselubungnya nih" ucap ku dalam hati
"Jadi ga ni ke rumah sakitnya " tanya nya dengan nada setengah kesal mungkin karena aku yang tak kunjung bergerak dari tempat duduk ku.
__ADS_1
"Eh iya mas, emang ga ngerepotin?" Ujar ku namun aku sudah beranjak dari duduk ku.
"Dari tadi ah eh ah eh terus, buruan" katanya memutar bola mata malas dan sudah berjalan di depan terlebih dahulu.
Aku berniat membayar minuman ku yang belum sempat ku minum. Namun langkah ku di hentikan oleh perkataannya.
"Nanti biar saya aja yang membayar nya" katanya yang sudah sampai di pintu keluar cafe tersebut.
Ketika akan melewati hujan yang sudah tidak terlalu lebat lagi namun tetap akan basah apabila melewatinya, aku mengangkat tas ku dan menjadikan itu sebagai pelindung kepala dari derasnya hujan.
Setelah sampai di mobilnya manusia dingin ini tapi sudah mau menolong ku dengan memberikan tumpangan untuk ku aku pun mengibaskan rambut yang sedikit basah.
"Butuh handuk untuk mengeringkannya?"tanya nya yang ternyata dari tadi menoleh ke arah ku.
Ternyata dia peka dan langsung mematikan AC dalam mobilnya.
"Ke rumah sakit mana?" tanyanya kemudian
" Ke rumah sakit kasih bunda mas, maaf ya udah repotin mas" jawab ku namun tidak ada balasan dari nya dan Ketika aku menoleh ternyata dia sudah sibuk de setir nya.
Aku pun kemudian diam dengan pikiran yang berkecamuk takut aku di apa-apa in sama manusia dingin satu ni dan juga kenapa bunda bisa sampai masuk rumah sakit.
"Udah ga usah tegang aku ga berniat jahat kok. Kalau aku berniat jahat kenapa juga aku mesti repot-repot buat nembus hujan kek gini" ujar nya yang seakan bisa menebak pikiran ku. Aku tidak menjawab perkataannya akan tetapi aku berharap apa yang dikatakannya adalah benar. Ini juga merupakan suatu hal yang tak terduga, dia mau membantu mengantarkan aku ke rumah sakit.
__ADS_1
Setelah melewati perjalanan selama kurang lebih 30 menit kami pun telah sampai di rumah sakit yang kami tuju.
"Makasih ya mas, sekali lagi makasih karena udah mau repot ngantarin aku dengan hujan-hujanan seperti ini" ucap ku kali ini dengan nada tulus.
"Nunggu apalagi ayo kita keluar '' katanya yang sudah membuka pintu mobil bersiap untuk keluar.
"Eh mas ikut juga keluar?" Tanya ku dengan heran
"Iya sekalian ngantar kamu ke orang tua mu" sambungannya lagi tanpa memperdulikan balasan ku lagi.
Ih kesal deh memang itu kebiasaannya ya, ga pernah dengar jawaban orang lain dan sudah pergi begitu aja.
Sampai di rumah sakit tersebut kami segera menuju resepsionis untuk menanyakan dimana ruangan bunda, dan kami pun berjalan sesuai dengan instruksi.
Namun ditengah perjalanan handphone Manusia dingin pun berbunyi dan dia lun langsung mengangkatnya. Setelah beberapa saat dia menutup panggilan
"maaf ya kek nya aku ga bisa ngantar kamu sampai ruangan soalnya aku ada urusan mendadak dan aku akan langsung pergi" katanya
"Oh iya gapapa mas, sampai sini aja aku dah makasih banget udah mau ngantarin" jawab ku adanya. dan merupakan hal yang ga terduga tambah ku dalam hati.
Dia pun menganggukan kepala dan memutar badan menuju pintu keluar rumah sakit lagi.
Setelah sampai di ruangan bunda di rawat,
__ADS_1
"Ra...