
"Hahaha maaf ya bang, aku terpaksa melakukan semua ini gara-gara anak angkat mu yang tidak tau diri itu"
Bughhh suara tinju Hendra karena emosi menyapa pipi mulus Rafa yang membuat ia hampir saja terjungkal karena tidak memprediksi itu sebelumnya.
"wohs...santai bang" Rafa menyeka ujung bibirnya yang nampak ada sedikit noda di jarinya.
"apa maksud kamu melakukan ini semua karena Hara? kesalahan apa yang diperbuatnya pada mu? jawab" bentak Hendra yang kali ini tidak dapat lagi mengontrol emosinya.
__ADS_1
"sebenernya sih ga kesalahan yang dia perbuat ke aku bang, tapi aku ga suka dia selalu menang dari aku. mulai dari pekerjaan hingga urusan perempuan dia selalu unggul dibandingkan aku. jadi aku mau menghancurkan kebahagiaan dia dengan merusak hubungannya dengan pacarnya dan itu berhasil dengan aku menghadirkan orang ketiga diantara mereka. Dan aku rasa itu belum cukup makanya aku tambah lagi dengan ayah angkat yang begitu ia hormati dinikahkan secara paksa mumpung keadaan saat itu sedang mendukung jadi sekalian saja hahaha. Dan aku rasa itu juga berhasil untuk membuat dia semakin terpuruk. Maka dengan begitu ia akan aku akan bisa mendapatkan Rara kekasihnya dengan mudah. untuk kemarin kemarin aku sudah mengalah dengan dia namun tidak untuk kali ini" papar Rafa masih dengan seringai nya. Hendra begitu kehilangan kata-kata mendengar penjelasan dari rival Hara di depannya ini.
Dia tau mereka sedari dulu memang rival namun ia baru tau bahwa persaingan diantara mereka begitu tidak sehat.
"bagaimana kamu merencanakan ini semua Rafa? setelah begitu banyak kamu di sokong oleh Hara? walaupun akhirnya kalian bermusuhan seperti ini. kamu jangan lupa kalian pernah menjadi teman dekat sebelumnya "
"gila" satu kata yang mampu Hendra ucapkan.
__ADS_1
"hahaha aku tidak peduli bang, asal aku mendapatkan Rara aku tidak masalah dikatai seperti apa pun" Rafa masih tertawa keras.
Getaran handphone yang berbeda di tangannya menyadarkan Hendra dari keterdiamanya. Hendra segera meninggalkan tempat itu dan segera menuju mobilnya dan ia juga sadar ia akan ikut gila jika lama-lama menghadapi sosok Rafa yang sudah seperti orang gila karena tertawa sendiri.
Setelah sampai di dalam mobil Hendra mencoba mengatur nafasnya dan dan berfikir jernih. ia tidak tau apa yang menyebabkan ia begitu marah kepada Rafa apakah mengenai Hara yang dijebak atau justru karena cemburu terhadap Rafa yang begitu obsesi kepada wanita yang sekarang berstatus sebagai istrinya itu. Entahlah yang jelas ia tidak akan membiarkan Rafa merebut Rara dari nya.
''Tapi kalau memang Rafa begitu obsesi ingin memiliki Rara kenapa malah membiarkan bahkan mendorong terjadinya penikahan antara aku dan Rara" gumam Hendra bingung
__ADS_1