
" pulang pake apa?"
"nah itu dia mas, saya tadi sudah pesan taksi online tapi di cancel bapaknya. mungkin karena hujan"
"sama Saya saja"
"ga....
"aaaaaaa......
Tanpa terasa seperkian detik Rara mendekat ke arah ku dan tangan nya memegang jas ku dengan sangat erat.
"ya sudah ayo, segera ke mobil dari pada disini. kilat nya terang dan petir nya juga kencang"
"ga usah mas, saya tunggu ta...
"aaaaaaa...
"udah ga usah ngeyel, cepat masuk mobil sebelum petir menggelegar lagi"
Tanpa sadar aku mengikuti langkah mas Hendra dengan tangan yang tanpa aku sadari kini tangan ku berada dalam genggamannya.
"makasih ya mas, untuk kesekian kalinya mas mau membantu ku" ucap Rara memecah keheningan setelah sampai di mobil.
Dan ucapan terimakasih tersebut tidak mendapatkan balasan dari Hendra melainkan sebuah deheman.
"ih.. baru juga aku kagum karena kebaikan nya namun sekarang dia sudah sedingin kulkas dua pintu, jadi sebel" gerutu Rara dalam hati.
__ADS_1
"mau langsung pulang atau mau makan dulu?" tanya Hendra yang kemudian membuat Rara menghentikan Omelan nya.
"langsung pulang saja mas, saya ga lap...
"kruukkkk" (anggap aja bunyi perut ya guys ya hehehe )
bunyi perut ku seenak jidat memotong kalimat yang belum sempat aku selesaikan dan dengan tersenyum terpaksa aku menutupi wajah ku yang sudah panas karena menahan malu.
"ishhh perut kampret memang suka nya malu-maluin, awas..."
"ya udah mau makan dimana?" pertanyaan nya menghentikan Omelan ku.
"terserah aja deh mas" jawab ku tanpa menoleh ke arah nya, aku terlalu malu untuk itu.
Dan setelah itu tidak ada percakapan diantara kami, perjalanan kami lewati dengan diam.
Namun itu tidak bertahan lama karena Hendra segera merubah raut wajahnya.
"ekhhhhemm...
"Kita sudah sampai, dari lima menit yang lalu " ucapan Hendra menyadarkan Rara dari lamunannya.
"eh maaf mas"
"mari kita makan dulu, mungkin kamu sudah terlalu lama menahan lapar sehingga tidak fokus" ujar Hendra sambil tersenyum.
Dan senyuman Hendra itu membuat Rara melongo di tempat nya kerena belum pernah dia melihat Hendra menampilkan raut seperti itu dan Hendra segera sadar langsung berdehem dan merubah raut wajahnya.
__ADS_1
Hendra lebih dulu meninggal mobil.
"astaga kalau diam senyum begitu saja dia begitu tampan apalagi tertawa, kenapa baru sekarang dia tersenyum sebelumnya dia hanya bisa berekspresi dingin" batin Rara.
"ish.... apa an sih, bisa bisanya aku bilang dia tampan. tapi memang dia tampan sih"
"au ah aku memang udah kek orang gila ngomong sendiri "
Aku melangkah masuk ke dalam restoran yang sebelumnya belum pernah aku pernah aku datangi.
Kesan yang pertama aku dapat Ketika memasuki restoran ini adalah kesan nyaman karena aku begitu suka dengan konsep restoran ini .
Langsung saja aku mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan mas Hendra. Ternyata dia begitu pandai memilih lokasi yang pas.
Ketika aku sampai di meja yang sudah di pilih mas Hendra aku begitu terkejut karena sudah ada makanan yang tersedia di atas meja.
perasaan aku di mobil tidak selama itu deh, terus kenapa pesanan sudah terhidang di atas meja.
Dan lebih terkejut lagi menu yang berada di atas meja adalah menu kesukaan ku. kenapa dia bisa tau.
"kok bengong lagi, ayo duduk biar bisa segera makan"
"i-iya mas"
"kenapa makanannya terus dipandangi?, apa menu nya ga suka?, mau ganti menu?" tanya mas Hendra beruntun.
"g- ga kok mas, aku suka tapi kenapa mas Hendra tau makanan kesukaan ku?"
__ADS_1
"aku.....