Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Penyelamat


__ADS_3

"Saya tidak peduli bapak mau bilang apa, yang jelas bebaskan wanita itu. seandainya pun ada masalah diantara kalian silahkan bicara dengan baik" jawab ku masih mencoba membujuk laki-laki tersebut.


"akkkhhhh aku tidak butuh kata-kata dari mu atau pun nasehat dan rasakan ini.....


Buuugggghhhh


Kami tadi sempat menghindar namun dia terlalu cepat sehingga aku hanya pasrah dengan menutup mata dan saling berpelukan dengan Bulan.


Setelah mendengar suara Bogeman tersebut namun tidak ada salah satu kami pun yang merasakan sakit. Aku mencoba membuka mata dan melihat laki-laki tadi sudah terkapar diatas lantai.


Di tengah rasa kaget tersebut aku mencoba melihat ke arah samping dan aku melihat bahwa dia adalah laki-laki yang sudah menolong ku tempo hari lalu dengan mengantar ke rumah sakit di tengah hujan sedang berlangsung.


"Kalian tidak apa-apa? atau ada yang sakit?" tanya laki-laki itu. Dan hanya mampu ku jawab dengan gelengan kepala.


"Anda kalau punya masalah, tolong selesaikan dengan baik jangan dengan kekerasan seperti ini. Apalagi itu terjadi kepada perempuan " ucap mas dingin itu, eh tapi dia udah dua kali menolong ku. Ah entah lah.

__ADS_1


"Kalian tidak ada urusan disini, silakan keluar dari sini" ucap laki-laki sangar tadi yang sudah bangun sambil memegang perutnya yang mungkin sakit karena Bogeman tadi.


"kami tidak akan pergi dari sini sebelum wanita itu ikut bersama kami" ucap ku yang semakin membuat laki-laki tersebut semakin marah. Dan wanita itu menangis dengan suara yang lirih terdengar di telinga.


"dia tidak akan keluar dari sini, karena dia harus bekerja disini sebagai wanita malam guna membayar hutang-hutangnya kepada madam Eli pemilik tempat ini" jawab laki-laki sangar itu. Yang semakin membuat wanita itu tergugu.


"Memang berapa hutang yang nya pak" tanya ku mana tau bisa sedikit ku bantu.


"Seratus juta dengan bunga nya, apa kalian sanggup membayar nya" ucap laki-laki sangat itu dengan tertawa sinis dan remeh.


"Baik, saya akan membayar nya. Ini kartu nama saya, besok datanglah ke kantor saya. Tapi dengan catatan jangan pernah lagi ganggu wanita itu" ucap mas dingin yang berada tidak jauh di samping ku dan dia memberikan kartu namanya. Yang membuat ku semakin melebarkan mata karena tidak menduga orang itu mau membayar hutang wanita itu, atau apa mungkin mereka ada hubungan. Karena bisa ku lihat wanita itu langsung melihat ke arah kami.


"Baik kalau begitu, besok saya akan datang. Dan untuk kamu beruntunglah ada yang mau membantu mu" ucap laki-laki itu menunjukkan ke arah wanita itu dan pergi meninggalkan kami.


Segera aku dan Bulan menghampiri wanita itu dan membantunya berdiri.

__ADS_1


"Mbak gapapa?" tanya ku memastikan keadaan nya. Namun hanya di jawab dengan gelengan kepala.


"Kita bawa keluar aja dulu Ra, biar mbaknya lebih tenang" usul Bulan yang segera ku angguki.


"Duduk dulu mbak, tenang semua udah selesai" ucap ku ketika kami sudah berada di parkiran tempat tersebut.


"Makasih ya mbak dan juga mas nya udah mau nolongin saya. saya ga tau akan bagaimana jadinya apabila kalian tidak menolong saya" ucap nya dengan lelehan air mata.


"udah mbak ga usah di pikirin, yang penting sekarang mbak udah aman" ucap ku masih dengan mengusap bahunya.


"kalau boleh tau, itu untuk apa bisa sampai berhutang sebanyak itu mbak?" tanya Bulan yang memang tidak tau waktu yang tepat untuk bertanya. aku memukul tangan Bulan untuk menyadarkan ia.


"e e itu mbak itu...


"udah mbak ga usah di jawab, teman saya memang begitu" ujar ku ga enak gara-gara Bulan.

__ADS_1


"gapapa mbak, uang itu untuk berobat ibu saya enam bulan yang lalu mbak. sebenarnya saya hanya meminjam uang sebesar lima puluh juta kepada bibi Eli, yang masih ada hubungan kekerabatan walau tergolong jauh. Namun saya juga tidak mengerti kenapa bisa jadi seratus juta setelah enam bulan berlalu. Saya sempat protes karena di awal meminjam tidak di sebutkan pakai bunga. Tapi katanya tidak ada yang gratis di dunia ini. sampai lah pada malam ini saya saya.....


__ADS_2