Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Hampir celaka


__ADS_3

Akhirnya aku pulang diantar oleh mas Hara dan di tengah perjalanan


"Ra sebenarnya ada yang mau mas omongin sama kamu, tapi mas takut kalau mau ngomong akan terjadi hal yang tidak diinginkan" kata mas Hara sambil menggenggam erat tangan ku dan aku juga bisa merasakan bagaimana dingin nya tangan mas Hara saat ini.


"ada apa sih mas? Kenapa gugup begini?" Ucap ku dengan membalas genggaman tangan mas Hara berharap bisa menyalurkan kehangatan tangan ku kepada mas Hara.


"Ra m-mas se-sebenarnya...


Tiba-tiba terdengar bunyi handphone yang ternyata dari dalam saku mas Hara.


"Sebentar ya sayang mas angkat telpon dulu " ucap nya sambil melepaskan genggaman tangan nya dan aku hanya membalas dengan anggukan sambil tersenyum.


Lima menit kemudian mas Hara kembali menyimpan handphone nya yang kali ini hanya di letakkan nya saja di dashboard.


"Udah mas?" Tanya ku dan dibalas nya dengan anggukan dan menoleh kearah ku.


" Ra sebenarnya mas...


"Awas mass" ucap ku dengan nada panik

__ADS_1


"Astaghfirullah untung aja mas ga jadi nabrak kucing tadi" ujar ku dengan helaian nafas lega.


"Maaf ya sayang udah membuat kita hampir celaka, kamu gapapa kan? Atau ada yang sakit atau luka?" Tanya mas Hara tidak kalah panik.


"Udah mas aku gapapa kok, ga ada yang sakit atau pun luka aman mas" jawab ku menenangkan nya walaupun aku masih panik.


"Maaf ya sayang sekali lagi mas benar-benar ga sengaja tadi. Mas akan lebih hati-hati lagi " sambung nya dengan tatapan mata yang begitu khawatir.


"Iya mas gapapa, udah yok jalan lagi keburu malam nanti " ucap ku kemudian.


"Iya sayang kita lanjut lagi ya"


"Besok aja deh Ra, lagi pula kan bentar lagi nyampe jadi mas ga mau pembahasan kita nantinya tanggung" jawab mas Hara


" Yah tapi aku udah penasaran mas, mas sih" sambung ku dengan bibir yang di monyongin


"Jangan ngambek dong sayang kan mas tambah gemes jadi nya" kelakar mas Hara yang akhirnya membuat aku melupakan omongan nya yang gantung tadi.


"Nah udah sampe, mas ga masuk lagi ya sayang lagi pula udah malam dan om sama Tante juga lagi ga di rumah" ucap mas Hara ketika kami telah sampai di halaman rumah ku.

__ADS_1


"Iya mas gapapa kok, makasih juga mas udah mau aku repotin" balasku sambil tersenyum.


"Ngomong apa sih calon istri mas ini" mas Hara lalu mencubit pipi ku


"Ih sakit tau mas, bagaimana kalau pipi aku melar" kataku dengan bibir manyun


"Ga kok sayang, gimana pun keadaan kamu kamu akan selalu cantik di mata mata mas dan mas akan tetap mencintai kamu" ujar mas Hara membuat rona merah menjalar di kedua pipi ku.


"Ya udah mas aku keluar ya, makasih sekali lagi" ucap ku hendak membuka pintu mobil mas Hara namun terhenti karena tangan mas Hara yang menahan tangan ku.


"Ada yang lupa" lanjut mas Hara seakan memahami ekspresi ku yang bertanya ada apa.


Mas Hara pun memegang kepala ku dan menyematkan sebuah kecupan di kening ku. Aku tersenyum karena hal yang di bilang lupa tersebut adalah ini.


"Kebiasaan kamu" kata mas Hara sambil menoel hidung ku yang aku balas hanya dengan senyum malu.


"Ya udah gih masuk, setelah mas memastikan kamu masuk baru mas akan pergi" yang aku balasan dengan anggukan. Ingin menyuruh mas hara pulang duluan pun percuma. Mas hara ga akan pulang sebelum memastikan aku masuk terlebih dahulu.


POV Hara

__ADS_1


Setelah memastikan Rara masuk aku pun langsung melanjutkan perjalanan ku untuk menyelesaikan sesuatu dan itu.....


__ADS_2