
Jadi gini Ra, m mas mas mohon maaf sebelumnya. mas ga tau harus ngomong dari mana. namun mas tau dan sadar sepenuhnya bahwa ini harus mas katakan juga" ucap mas Hara yang hanya aku respon dengan kerutan di dahi. karena aku sedang berpikir kemana arah pembicaraan ini.
"sekali lagi maaf Ra" ku lihat mas Hara menelan ludah seolah susah payah.
"k kami a akan me me menikah Ra"
pyaaarrr....
Tanpa sengaja aku ternyata menjatuhkan gelas minuman yang berada di meja. Dan dapat aku lihat isi dari gelas itu yang aku tebak adalah jus buah naga sudah tergeletak tak berdaya dan mengotori lantai cafe.
Seorang pegawai di cafe ini datang mungkin berniat untuk membersihkannya.
"Mohon maaf atas kekacauan ini mbak, tapi boleh nanti saja di bersihkan mbak. Dan untuk kekacauan ini semua biar saya yang tangguh jawab mbak" ucap mas Hara yang di angguki oleh mbak mbak tersebut dan segera berlalu dari hadapan kami.
__ADS_1
Dan aku masih belum bisa mengeluarkan sepatah pun kata.
"Ra,....
Langsung saja aku tepis tangan mas Hara yang belum sempat menyentuh tangan ku.
"Apa yang membuat kamu tega melakukan ini kepada ku mas?" Ucap ku dingin dan di iringi dengan mata yang berkaca-kaca.
Bukan hanya ucapan ku yang dingin namun juga tangan ku karena aku dapat merasakan tangan Bulan yang hangat menggenggam tangan ku Seolah memberikan kekuatan kepada ku.
"Aku rasa kalian berdua butuh waktu untuk membicarakan ini semua Ra. aku akan tunggu di luar dan untuk mbaknya juga ayo kita tunggu di luar. berikan mereka waktu untuk meluaskan segalanya" ucap Bulan dan tidak di sahut oleh si Yal Yel tersebut namun dia berdiri dan mengikuti langkah Bulan.
"mas ga tau harus mulai menjelaskan dari mana Ra, yang pasti mas ga akan bisa menyembunyikan ini dari kamu. Cepat atau lambat pasti kamu akan tau juga nantinya" ucap mas Hara dengan nada lirih dan menunduk setelah Bulan dan wanita tadi duduk di meja yang berada di luar cafe.
__ADS_1
"Jadi kalau aku tidak mendengar pembicaraan kalian secara tidak sengaja begini kamu tidak akan jujur pada ku mas?" Tanya ku dan hanya di balas mas Hara dengan tatapan yang sulit aku artikan makna nya.
"Jadi apa artinya kamu mengajak aku untuk hubungan yang lebih serius waktu itu mas? Kenapa kamu memberikan aku suatu harapan mas jika akhirnya kamu akan berbuat seperti ini kepada ku? Hiks Kenapa mas? Kenapa? Hiks" Aku sudah tidak mampu lagi untuk membendung tangis ku.
"maaf ra ma...
"Bisa berhenti ga untuk mengatakan maaf. Aku bosan mendengarnya yang aku butuhin saat ini adalah penjelasan bukan kata maaf yang ga akan aku tau berapa kali lagi akan kamu ucap kan"
Tampak mas hara terkejut saat aku bilang kamu tanpa ada embel-embel mas nya, karena selama ini semarah apapun aku, tidak pernah aku menghilangkan kata mas.
"apa yang menyebabkan ini semua terjadi mas? kamu tau kan sekeras apa kita berjuang dan bertahan hingga sampai ke titik ini. Lalu bagaimana mungkin kamu setega itu melakukan ini semua mas. apa karena selama ini aku ga bisa seperti apa yang kamu inginkan mas?. tapi kenapa harus jalan seperti ini mas. " ucap ku dengan tergugu dan aku tidak perduli lagi dengan keadaan sekitar.
"aku Tau ini semua pasti akan menyakitkan bagi mu Ra. Tapi ini semua tidak ada hubungannya dengan apa yang kamu maksud tadi. ini tidak seperti yang kamu bayangkan dan ini juga di luar kehendak mas. Dan jika bisa memilih mas juga ga akan mau pernah mau ini terjadi "ucap mas Hara lirih.
__ADS_1
"ini semua....