Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
aku juga sakit Ra


__ADS_3

"Kita akan tetap jadi keluarga nak. Kamu masih bisa main kesini kapan pun ada waktu. Namun untuk sementara waktu tunggu dulu sampai rasa sakit Rara benar-benar sembuh karena bagaimanapun juga kami harus menjaga perasaannya " ucap ayah bijak dan mampu menenangkan semua orang yang mendengar nya.


" Ra kamu sudah pulang?" Tanya bunda yang pertama kali sadar dengan keberadaan ku. Kemudian di susul dengan ayah dan mas Hara yang menoleh ke arah ku.


"Iya bun, Rara ke kamar dulu ya bun, ayah" ucap ku ingin segera pergi dari hadapan mas Hara.


Dan langsung saja aku pergi dari hadapan mereka karena takut goyah akan sikap mas Hara.


Segera saja aku memasuki kamar dan menumpahkan air mata dan aku berjanji kepada diri sendiri bahwa ini adalah tangisan yang terakhir kalinya.


POV Hara

__ADS_1


Sungguh sakit rasanya melihat Rara gadis yang sangat ku sayangi bersikap seolah-olah aku tidak ada. Yang sebelumnya dia begitu antusias kalau aku mampir ke rumah mereka kini jangankan menyapa ku menganggap aku ada saja tidak.


Betapa sakit hati ini, namun aku kembali sadar bahwa dia bersikap seperti itu karena semua nya berawal dari aku yang mengecewakannya. Aku paham akan itu namun rasanya tetap menyakitkan.


"Sabar ya nak Hara, Rara masih butuh waktu" ucap Tante Desi dengan wajah tidak enak dan mencoba menenangkan aku.


"Iya Tante aku maklum kok. Lagian Rara bersikap seperti itu juga kan karena aku" ucap ku kembali tertunduk.


"Iya om makasih wejangan nya. Hara merasa sangat beruntung pernah kenal dengan kalian. Hara juga mau berterima kasih atas semua pengertian om sama Tante " ucap ku yang kali ini senyum dengan perasaan yang sangat tulus.


"ya udah om, Tante udah sore juga, aku pamit pulang dan aku sangat berharap bahwa om sekeluarga bisa hadir di acara aku. Ga ada maksud apa-apa aku mengundang om dan tante tapi aku sudah menganggap keluarga ini sebagai keluarga ku juga maka aku sangat mengharapkan kehadiran kalian semua dan untuk... lidah ku untuk melanjutkan kalimat ku.

__ADS_1


"Iya nak Hara insyaallah kami ada hadir dan akan menemani mu di hari bersejarah mu dan untuk Rara kami tidak berjanji dia akan mau ikut namun kami akan berusaha membujuk nya" ucapan lembut wanita yang hampir menjadi ibu mertua ku itu.


"Makasih Tante, tapi kalau dia keberatan gapapa kok aku tau dia masih butuh waktu untuk berdamai dengan keadaan" ucap ku yang hanya dia angguki oleh om Umar dan Tante Desi.


"Saya pamit om, Tante. Maaf atas semua kejadian ini dan aku sedikitpun tidak bermaksud untuk menyakiti anak om dan tante. Dan sekali lagi terima kasih sudah menerima aku di keluarga ini dengan tangan terbuka " ucap ku dengan mata-mata yang berkaca-kaca.


Pelukan hangat aku dapatkan dari laki-laki paruh baya dihadapan ku.


"Ga ada yang perlu disesali dan sampai kapan pun kita tetap menjadi keluarga " ucapan om Umar yang sudah ku anggap seperti ayah sendiri setelah papa mengakhiri pembicaraan kami kali ini dan langsung saja aku menuju mobil setelah menyalami kedua pasangan suami istri tersebut.


Sebelum sampai di mobil entah kenapa tiba-tiba aku ingin menoleh kebelakang dan kembali aku di suguhkan pemandangan dimana wanita pujaan ku sedang memandang jauh duduk di balkon depan kamar nya.

__ADS_1


"maaf Ra bukan ingin ku seperti ini, aku juga tersiksa dan sakit dengan keadaan ini" batin ku menjerit pilu


__ADS_2