
Kirain tadi karena aku udah menghindar dari dia maka pembahasan itu akan segera selesai untuk saat ini. ya setidaknya untuk saat ini.
"eh bang kalau diperhatikan sepertinya baju yang abang pakai sekarang hampir sama dengan baju....
ucap sindy dengan nada terjeda yang membuat ku juga mengerutkan dahi sambil berfikir.
"siapa mbak sin?" tanya Hara yang rupanya ikut penasaran juga
"eh ga tau lah, lupa tapi rasanya pernah liat deh" ucap sindy yang membuat kami memutar bola mata malas
"hehe tapi benaran loh berasa pernah liat tapi dimana gitu"
di satu sisi aku merasa lega karena sindy sudah lupa pertanyaan nya yang pertama namun disisi lain aku juga turut berfikir baju siapa yang dimaksud oleh sindy.
"mas, kamu udah nyampe? kenapa lama? kamu ga kenapa napa kan? kamu membuat aku khawatir mas tadi katanya ga akan lama. gimana sih" ucap sindy dalam satu tarikan nafas bagaikan kereta api karena ga ada jeda dalam kalimat nya.
__ADS_1
mau heran tapi ini sindy.
"maaf sayang mas tadi kan mau rapat sebentar, nah di jalan mau kesini ada kecelakaan dan mas ga tega jadilah mas menawarkan diri untuk mengantarkan ibu itu ke rumah sakit" ucap Andi suami Sindy dengan nada yang begitu lembut.
Terkadang aku heran bagaimana Andi bisa sesabar itu menghadapi sikap sindy yang aku saja sampai sekarang belum bisa semengerti itu Kepada sindy.
Apakah cinta bisa membuat orang begitu namun entah lah, aku belum pernah merasakan.
"tapi mas ga kenapa napa kan? ada yang sakit ga?" tanya sindy lagi
"udah deh mbak, ga usah lebay orang mas Andi bilang kan cuma ngantarin ke rumah sakit" ujar Hara melerai percakapan suami istri tersebut.
Begitulah hari ini berlalu dengan berbagai celotehan sindy yang ga ada habisnya.
maklum dia begitu ceria anaknya dan sedikit pecicilan.
__ADS_1
seharian ini saja entah sudah berapa kali aku di buat sport jantung oleh tindakan nya yang ga bisa diam itu apalagi dengan kondisi nya yang saat ini tengah hamil.
Di saat prosesi pernikahan ini berlangsung ada sedikit perasaan iri menyelinap di hati ini.
bagaimana tidak Hara yang sudah ku anggap sebagai anak sudah melangsungkan pernikahan hari ini. (ya walaupun dia yang memaksa aku untuk memanggil papa sih dan lama kelamaan aku juga terbiasa dengan panggilan itu walau pada awalnya aku begitu risih di panggil papa).
Setelah semua prosesi selesai aku berniat untuk meninggalkan tempat ini karena sang kedua mempelai juga sudah meninggal tempat pesta sejak satu jam yang lalu.
Ya setelah di paksa mereka akhirnya setuju juga untuk pergi bulan madu ke tempat yang sudah ku persiapkan melalui bantuan sekretaris ku. awalnya mereka tidak mau dengan berbagai alasan yang di lontarkan namun setelah sindy turun tangan dengan segala kepiawaiannya dalam hal merayu Hara dan Yelsi akhirnya mau tidak mau ikut mengiyakan.
Toh bulan madu tidak melulu berkaitan dengan ritual ibadah atau apapun itu. bisa jadi momen ini kalian manfaatkan agar lebih dekat dan juga bisa mengenal satu sama lain. Anggap aja masa masa kalian berpacaran. itu lah perkataan sindy yang akhirnya membuat mereka mengangguk kepala.
Ketika aku sudah tiba di lobby aku melihat sepasang pengantin yang aku duga baru saja melaksanakan pesta pernikahan sama hal nya dengan Hara dan Yelsi karena mereka berdua masih menggunakan baju pengantin.
seketika ingatanku kembali kepada kejadian pagi tadi, dimana Rara keluar dari sini dengan mata sembab.
__ADS_1
apakah.....