Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Apa lagi mau mu mas


__ADS_3

Kembali aku teringat dengan wanita yang bernama Reni tadi. Seketika rasa bersyukur itu menyelusup di hati ku. Ternyata aku lebih beruntung dari dia. Reni mengalami masalah yang sangat berat.


Baiklah aku akan mencoba untuk tidak bersedih lagi karena masalah ku hanya butiran debu bagi mereka yang jauh lebih pelik masalahnya.


Tapiii apakah aku akan sanggup untuk untuk kelihatan baik-baik saja.


Kembali air mata ku mengalir tanpa henti. Dan tanpa terasa ternyata aku terlelap dalam keadaan hidung merah dan mata yang sembab akibat menangis terlalu lama.


Bruuukkk


"Awww ..."


Sebuah suara mengangetkan aku dan memaksa ku agar segera membuka mata yang masih sangat berat karena masih mengantuk akibat terlalu lama tidur tadi malam.


"Astaga Lan, kamu kenapa sih?" Tanya ku dengan suara serak.


"Awww sakit bantuin dong Ra, aku jatuh tau dari tempat tidur" sungut Bulan.

__ADS_1


"Lagian kamu ada ada aja, ngapain juga pake acara jatuh kek anak kecil aja" ucap ku sambil duduk namun ga ada niatan untuk membantunya. Hahaha


"Aku mimpi tau, aku lagi berantem sama mas Aji. Suasananya kek di sebuah jembatan gitu, terus aku lihat aku berontak gitu dan terjatuh deh dalam keadaan nyata" ucap Bulan dengan posisi dia sudah duduk di samping ku.


" Ahahah Lan Lan ada ada saja kamu" ucap ku tanpa bisa membendung tawa lagi.


"Aku turut senang kalau kamu sudah bisa tertawa Ra, walaupun dengan mata yang masih sedikit bengkak" ucap Bulan dengan tersenyum yang membuat aku menghentikan tawa ku .


"Maafin aku ya Lan, tadi malam sempat aku memiliki niat untuk membawa mu masuk ke tempat terkutuk i" ujar ku dengan nada lirih dan wajah yang menunduk.


"iya Ra gapapa, kan ga sempat masuk kita. Tapi jangan pernah ada niatan lagi ya untuk menginjakkan kaki di tempat itu. Seberapa sedih pun kamu aku selalu ada untuk mu Ra, sekarang kita gantian kalau biasanya kamu yang menghibur aku, kini aku yang akan berusaha untuk menghibur dan selalu ada untuk kamu. Sebagimana kamu ke aku sebelumnya" ucap Bulan dan kini kami sudah berpelukan.


"Ssstttt ga ada kata terima kasih diantara kita berdua"


"Ya udah yok, udah mau subuh kita sholat lalu mandi kemudian aku akan mengantarmu ke sekolah hari ini anak ku" kekeh Bulan di akhir kalimat yang aku sambut pula dengan tawa.


Sampai di gerbang sekolah Bulan menghentikan mobilnya dan aku segera keluar setelah mendapat banyak wejangan dari sahabat ku itu.

__ADS_1


Dari jangan bersedih sampai tetap tersenyum kamu pasti bisa melewatinya dan masih banyak lagi. Aku bahagia memiliki sahabat seperti dia.


Aku melambaikan tangan setelah Bulan membunyikan klakson. Sekolah masih dalam keadaan sepi karena hari juga masih terlalu pagi dan aku mencoba menghirup udara segar yang membuat aku rileks seketika.


Namun alangkah terkejutnya aku ketika sampai di sudut gerbang sekolah mas Hara muncul secara tiba-tiba.


Langsung saja aku memalingkan muka. Sebenarnya aku mau marah atau apapun itu. Tapi karena aku masih marah aku lebih memilih diam dan berencana akan melanjutkan perjalanan ku yang sempat tertunda.


"Ra, aku mohon berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Aku ga mau kamu membenci aku, ya walaupun aku sudah melakukan kesalahan-kesalahan yang besar dan mungkin tidak akan pernah kamu maafkan. Namun aku ga mau kamu benci aku. Aku ga akan sanggup melihat kamu terus-terusan menghindar dari aku Ra, mari kita berteman Ra dan jangan lagi palingkan muka mu ketika melihat aku" ujar mas Hara dengan menahan tangan ku dan tatapan yang penuh harap


"Setelah apa yang telah terjadi diantara kita begitu mudahnya kamu menjanjikan sebuah pertemanan mas, kamu tau sendiri aku bukan orang yang mudah akrab dengan orang baru apa lagi orang yang sudah pernah dekat sekali dengan aku bagaikan jari telunjuk dengan jari tengah dan sekarang jauh bagaikan ibu jari dengan kelingking karena ada permasalahan. Tidak akan semudah itu. Dan aku mohon segeralah menjauh dari aku, berikan aku waktu untuk bisa memahami keadaan diantara kita. Mungkin satu tahun atau dua tahun lagi kita bisa menjadi teman. Bukan maksud untuk dendam tapi aku hanya butuh waktu agar tidak terlalu menyakitkan ketika melihat kamu.


Dan satu lagi mas, bertanggung jawablah dengan baik terhadap calon istri mu yang sebentar lagi akan jadi istri mu itu. Perlakukan dia dengan baik apalagi sebentar lagi akan ada anak diantara kalian dan kalian akan jadi orang tua" ucap ku dengan segera melepaskan tangan mas Hara yang tadi sempat menahan ku.


Dan melanjutkan langkah dengan mata yang sudah tidak mampu lagi membendung air mata ku.


Untung sekolah masih sepi jadi kedatangan mas Hara dan perdebatan kamu tidak membuat pertanyaan diantara siswa siswi mengenai hal apa yang terjadi.

__ADS_1


Dan tanpa ku sadari ternyata ada orang yang memerhatikan kami dari tadi terlebih aku. Orang tersebut adalah....


__ADS_2