Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Aku ikhlas


__ADS_3

"Sudah mbak, semoga bahagia untuk kalian. lagi pula saya sudah mengikhlaskan semua nya" bohong ku untuk menenangkan wanita di depan ku ini.


"Ra...


Panggil mas Hara dan untuk kesekian kalinya aku membuang muka guna menghindari tatapan nya.


"Ra, sekali lagi aku minta maaf. Dan aku harap kamu segera mendapat kebahagiaan setelah ini dan orang yang ga pernah mengecewakan dan membuat mu sakit seperti ini" ucap mas Hara lirih dan aku bisa mendengar bahwa di ujung kalimatnya kentara sekali sedang menahan tangis.


Ku tarik nafas panjang lalu ku hembuskan dengan pelan.


"Pasti mas dan sekali lagi selamat untuk kalian dan tolong jaga dia jangan sampai yang terjadi ini sampai terulang kembali" ucap ku kembali dengan mata yang berkaca-kaca. Karena rasanya begitu sakit melihat orang yang sudah lama menghabiskan waktu bersama kita kini ia telah bersama namun bukan dengan kita melainkan orang lain.

__ADS_1


"Aku pasti bisa dan aku mohon Kuatkan aku ya Rabb" do'a ku dalam hati.


POV Hara


Betapa merasa berdosa dan bersalahnya aku sudah menyakiti dan menyia-nyiakan wanita di hadapan ku ini. Sekarang rasanya aku sudah tidak pantas untuk menyebutnya wanita ku lagi aku terlalu jahat untuk dia yang begitu baik. Maafkan aku Ra, aku tau ratusan bahkan ribuan kata maaf tidak akan bisa menyembuhkan sakit hati mu dan mengembalikan semua seperti sediakala. Aku sangat menyesali semua yang terjadi namun sebagai laki-laki aku harus tetap bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan. Mudah-mudahan kamu segera mendapatkan laki-laki yang pastinya lebih baik dari pada aku. Dan yakinlah sampai kapan pun kamu akan tetap menempati suatu posisi di relung hati ini dan tidak seorang pun dapat mengganti. Karena aku yakin aku tidak akan pernah mendapatkan sosok seperti mu lagi sampai kapan pun itu dan siapa pun orangnya.


Dan di waktu yang bersamaan.


POV Yelsi


Dan dia mampu membawakan diri dan bersikap seolah-olah baik-baik saja. Walaupun aku tau ada luka yang coba dia tutupi walaupun tidak begitu kentara. Itu semua menambah rasa bersalah ku kepada wanita yang aku taksir usia nya masih berada di bawah ku. Maafkan aku Rara bukan maksud ku untuk melukai perasaan mu namun aku juga tidak bisa untuk mundur. Karena bagaimana nasib anak yang sedang aku kandungan kini. Bukan maksud ku untuk merebut kebahagiaan atau pun apa yang sudah kamu miliki. Sekali lagi maaf kan aku, aku tidak berdaya dengan keadaan ini.

__ADS_1


"Ya udah yok Ra, kita makan aja dulu. Kamu pasti belum makan kan" ucap mbak sindy menyadarkan aku dari lamunan dan anehnya aku juga melihat hal yang sama terjadi pada pasangan di depan ku ini.


"Eh ayo mbak, iya betul aku belum makan" ucap ku mencoba seceria mungkin.


"Ya udah ya Har, kami mau makan dulu. Lihat tu Rara udah laper mau makan dari tadi" ucap mbak sindy meledak ke arah ku.


Namun aku tau dia hanya berniat mencairkan suasana.


"Ih mbak memang paling tau, yok kita makan" sahut ku menjawab guyonan mbak sindy.


Sesaat sebelum aku meninggalkan pelaminan, aku kembali melayangkan pandangan ke arah pengantin khusus nya ke pada pengantin pria nya.

__ADS_1


Aku berjanji ini adalah tatapan aku yang terakhir kalinya ke mas Hara dengan sorot mata seperti ini. Aku ikhlas. Ya walaupun masih dalam proses berusaha.


Aku berniat untuk melanjutkan kembali langkah yang sempat terhenti tadi, namun langkah ku terhenti ketika merasakan pelukan yang ternyata berasal dari....


__ADS_2