Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Anak?


__ADS_3

Ia memang tidak berniat untuk membangun sang istri karena istrinya baru tertidur kembali maka nanti saja ia bangun kan.


jam sudah menunjukkan setengah enam, jadi ia berniat untuk membangunkan sang istri yang kini sudah berubah posisi tidur nya.


ia melihat ada noda Merah di tempat istri nya tidur sewaktu ia akan ke kamar mandi.


ia menatap horor bercak tersebut.


bercak apakah itu?


Ia merasa belum ada menyentuh Rara, jadi darah apakah yang ada di atas tempat tidur tersebut?


"euuuughh" sebuah lenguhan berhasil menghentikan Hendra dari semua yang berkecamuk di pikiran nya. mata mereka berdua bertubrukan dan saling memandang selama beberapa saat.


"aaaaa...." teriak Rara setelah loading beberapa saat untuk mengumpulkan nyawa yang belum utuh karena baru terbangun.


"suuutttt"


"ini aku Ra, suami mu. jangan teriak nanti keluarga mu berpikir kamu ku apa-apa in" ujar Hendra setelah berhasil membekap mulut Rara dengan tangan nya.


"maaf mas, aku terkejut. lagi pula aku lupa tentang kita yang sudah..." ujar Rara yang tidak lagi melanjutkan kalimatnya.


"ya sudah sekarang kamu mandi, setelah itu kita turun ke bawah. sekalian ada yang mau aku bicarakan"

__ADS_1


"iya mas, sekarang mas boleh keluar sebentar aku mau ke kamar mandi dan aku malu karena aku sedang...."


"eh oh ok" Hendra gugup sendiri karena dia sudah berpikir yang lain-lain tadi padahal sebenarnya istrinya sedang datang bulan. ya salam.


mereka turun dengan keadaan yang lebih segar karena sudah sama-sama mandi tapi bukan mandi sama-sama ygy hehehe.


"cie cie aura pengantin memang beda ya. gimana Hen, nyenyak tidur semalam" goda Candra. yang hanya di balas anggukan kaku oleh Hendra dan senyum yang aneh.


"udah ih bang, jangan gitu. kek ga ngerti aja pengantin baru " sahut citra menghentikan suaminya.


"bunda, lihat tu abang jailnya kambuh" adu Rara kepada bundanya.


"sudah sudah, sekarang kita sarapan dulu" bunda mengamankan meja makan sebelum kembali ribut.


"iya nak, rumah ini akan selalu menjadi rumah mu sampai kapan pun. tidak ada yang berubah sampai kapan pun namun kalau mau kemana-mana harus izin sama suami mu" bunda membalas pelukan Rara dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung.


"bunda udah dong, kan anaknya cuma mau pulang bersama suami bukannya mau perang yang belum tentu akan pulang kembali " ayah mencoba mencairkan suasana dan terbukti istrinya kini sudah mencubit perutnya sebagai tanda protes.


Setelah sang ayah dan kakak laki-laki Rara mengucapkan berbagai nasehat gimana menjadi istri yang baik, Rara beserta Hendra meninggalkan rumah yang sudah menjadi saksi Rara dibesarkan.


mereka melewati perjalanan dengan hening karena sama-sama tidak tau harus memulai dari mana.


Setelah mobil berhenti Rara mengamati rumah minimalis yang bertingkat dua di hadapannya dengan tatapan kagum, bukan karena mewah namun karena lingkungannya yang asri dan berbagai tanaman yang tersusun rapi.

__ADS_1


"masih mau di dalam mobil Ra" ucapan Hendra mengagetkan Rara dari lamunannya.


"eh ga kok mas"


Rara mengikuti langkah Hendra yang membawa koper Rara.


"Ra, sebelumnya mas mau nanya Rara mau kita sekamar atau gimana?" tanya Hendra hati-hati karena ia tau mereka menikah bukan karena keinginan mereka. walau Hendra tidak juga menolak.


"em em sebelumnya jujur aku belum bisa melaksanakan kewajiban ku sebagai istri mas, karena mas tau sendiri...."


"iya Ra. mas paham kalau masalah itu, mas tidak akan meminta 'itu' tanpa persetujuan dari kamu" jawab Hendra dengan lembut.


"ya udah mas, kita sekamar saja. tapi tolong jangan "


"tidak akan Ra, mas tidak akan memaksa "


"menikah dengan mu dalam waktu dekat ini saja suatu kebahagiaan bagi mas, walau tidak dengan jalan yang kita inginkan. namun mas tidak akan menyia-nyiakan mu" sambung Hendra dalam hati.


"sekarang kamu istirahat dulu, kerena sebentar lagi akan ada orang yang mau mas kenalkan dengan mu"


"siapa mas?" tanya Rara penasaran karena setau nya tadi malam Hendra sudah tidak memiliki orang tua dan ia juga anak tunggal.


"dia adalah anak mas...

__ADS_1


__ADS_2