Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
mampir


__ADS_3

Dan lebih terkejut lagi menu yang berada di atas meja adalah menu kesukaan ku. kenapa dia bisa tau.


"kok bengong lagi, ayo duduk biar bisa segera makan"


"i-iya mas"


"kenapa makanannya terus dipandangi?, apa menu nya ga suka?, mau ganti menu?" tanya mas Hendra beruntun.


"g- ga kok mas, aku suka tapi kenapa mas Hendra tau makanan kesukaan ku?"


"aku hanya menebak saja, emang benar ya ini makanan kesukaan kamu?"


"iya mas, ini makanan kesukaan ku"


"ya udah syukurlah lah , mari makan kalau begitu " Hendra memutus percakapan karena dia takut Rara kembali bertanya lagi dan dia tidak tau mau menjawab apa kalau pertanyaan seperti tadi.


Sebenarnya sebelum sampai ke restoran tersebut dia sudah menyampaikan kepada karyawan disana untuk menyiapkan menu tersebut dan untuk pertanyaan Rara yang tadi dia mengetahui nya dari penelusuran yang dilakukan oleh Andi.


Kan tidak mungkin dia jujur kepada Rara bahwa dia tau karena sudah menyuruh orang untuk mencari tau apa saja tentang Rara.

__ADS_1


bisa bisa Rara risih kepada nya dan dia tidak bisa lagi berusaha mendekati Rara.


Mereka diam dalam makanan Rara masih dengan pikiran kenapa Hendra bisa tau makanan kesukaannya dan Hendra dengan pikiran bagaimana nanti ia memulai semuanya.


Tidak banyak obrolan mereka sepanjang perjalanan menuju pulang setelah selesai makan tersebut. perjalanan mereka di isi dengan hening hingga tibalah mereka di depan rumah Rara.


"Terimakasih ya mas sudah mau repot repot mengajak saya makan dan bahkan mau mengantarkan saya pulang sampai ke rumah." ucap Rara berterimakasih disertai dengan senyuman.


Dan Hendra hanya membalas dengan anggukan di sertai senyuman tipis. setipis kertas. ye elah tipis bat deh. hahaha


" oh iya mas hati-hati di jalan ya" ujar Rara kembali karena dia sudah mati kutu karena tidak ada sepatah katapun dari Hendra ataupun kata kata yang menunjukkan pria tersebut berniat untuk pamit.


"boleh" jawab Hendra yang membuat Rara hampir menjatuhkan rahang nya karena tidak menduga Hendra akan mengiyakan ajakan tersebut dan Hendra tersenyum geli melihat Rara yang masih melongo.


"eh tunggu mas" teriak Rara setelah tersadar dari lamunan nya karena melihat Hendra sudah berjalan duluan dan segera Rara susul dengan berlari.


Akhirnya Rara bisa mendaluhui Hendra walaupun dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Assalamualaikum Rara pulang" teriak Rara ketika sudah sampai di depan pintu rumahnya yang membuat Hendra menggelengkan kepala sambil tersenyum gemes melihat tingkah Rara.

__ADS_1


"mas duduk aja dulu ya, mungkin bunda lagi masak makanya ga nyahut. Bentar ya mas Rara ambil minum dulu" ujar Rara sambil berlalu dari pandangan Hendra menuju dapur.


Menyisakan Hendra sendiri di ruang tamu tersebut.


"bun Rara dari tadi manggil lho, kok ga di sahut" ucap Rara cemberut ketika sudah di dekat bunda.


"kamu kan memang selalu teriak ketika sampai di rumah Ra, jadi bunda malas nyahut nya. lagi pula bunda sibuk masak" jawab bunda menggoda dengan nada bercanda yang membuat Rara mengerucutkan bibirnya.


"Bun di depan ada teman Rara, tadi Rara hanya basa basi mengajaknya singgah eh taunya dia betulan mau" curhat Rara sambil membuat minuman untuk tamunya tersebut.


"kenapa ga bilang dari tadi Ra, kan ga enak dia sendirian sekarang di ruang tamu" ucap bunda yang membuat Rara memutar bola mata malas.


Segera bunda mematikan kompor dan menyudahi kegiatan memasak nya tersebut dan ikut dengan Rara ke ruang tamu.


"ini di minum dulu mas" perkataan Rara mengagetkan Hendra dari kegiatan nya yang sedang mengamati photo Rara ketika perpisahan SMA nya dulu.


Hendra tersenyum dan senyumnya membuat Rara terpesona karena belum pernah dia melihat Hendra tersenyum begitu.


"maaf Tante Saya lancang " ucap Hendra dengan sopan sambil berjalan melewati Rara dan mengambil tangan bunda untuk Salim kepada bunda.

__ADS_1


Rara jadi sebel sendiri karena dia mengira bahwa Hendra senyum kepada nya eh ternyata kepada bunda yang berada di belakangnya.


__ADS_2