Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
meminta izin


__ADS_3

Setelah itu kami semua duduk di ruang tamu yang obrolannya di dominasi oleh bunda dan mas Hendra sedangkan aku hanya diam saja dan akan menyahut apabila di tanya.


Tidak terasa setengah jam berlalu dan mereka masih saja ada topik yang akan di bahas.


"eh ada tamu ternyata, makanya sampai ga denger ayah datang" ucap ayah sambil berjalan menuju kami.


"ini yah, Rara bawa temen jadi keasikan ngobrol deh" jawab bunda sambil berjalan menyambut ayah dan mengambil alih tas ayah seperti biasa.


"yah kenalin ini mas Hendra teman Rara dan mas ini ayah aku" Rara memperkenalkan keduanya.


"Duduk hen, oh ya bund boleh ayah minta tolong buatkan minuman seperti biasa ya" ujar ayah sambil menatap bunda dan dapat aku lihat mas Hendra tersenyum kala itu, entah apa yang membuatnya tersenyum aku tidak mengerti.


"memang tidak salah aku berharap agar berjodoh dengan anak dari pasangan di hadapan ku ini, semoga kelak aku bisa seperti ini" Hendra membatin menyaksikan pemandangan di depannya.


Setelah bunda ke dapur ayah dan mas Hendra mulai mengobrol berbagai hal.


"Yah, mas sebentar ya Rara mau ke kamar sebentar" pamit ku karena sudah tidak tahan lagi dengan desakan sesuatu yang tidak bisa lagi di pendam. (hehe)

__ADS_1


Kemudian aku melangkah kaki menuju ke kamar ku karena aku udah kebelet pipis.


*Di ruang tamu*


"di minum dulu yah, biar segar" bunda sambil berjalan ke arah dua laki-laki tersebut.


"makasih ya bund" sambil tersenyum ayah langsung meminum yang di suguhkan oleh bunda.


"jadi begini om, Tante Saya bermaksud untuk mendekati Rara. mendekati disini maksudnya adalah saya berniat serius dengan Rara dan tidak ada sedikitpun niat saya untuk main-main. jadi sayang izin sama om dan Tante" ujar Hendra memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya.


umar dan Desi terkejut sekaligus terkesan dengan laki-laki di hadapan mereka ini.


Dan terkesan karena di zaman sekarang ini jarang sekali ada lelaki yang meminta izin untuk mendekati seorang gadis .


Boro-boro izin kadang ada yang sembunyi-sembunyi bahkan ada yang melakukan perbuatan di luar batas.


Sedangkan dalam waktu yang sama namun Rara entah mengapa kini tiba-tiba mengalami sakit perut.

__ADS_1


"om Tante...


panggilan tersebut menyadarkan kedua pasangan tersebut dari pikiran mereka masing-masing.


"maaf om, Tante apakah perkataan saya ada yang kurang berkenan?" tanya Hendra deg deg an menunggu jawaban.


"tidak nak, tidak " sahut Desi


"begini nak Hendra sebelum om mau nanya. seberapa kenal nak Hendra dengan Rara?" tanya Umar.


"saya memang terbilang baru dalam mengenal anak om dan tante, tapi saya yakin untuk memulai hubungan yang serius dengan Rara. saya bahkan belum mengutarakan niat saya kepada Rara karena saya rasa saya harus mendapatkan izin dulu dari om dan tante" jawab Hendra dengan tenang walau dalam hati ia begitu deg deg an.


"kalau untuk masalah itu kami serahkan kepada Rara langsung, tidak ada yang paling berhak untuk menentukan orang yang dekat dengan dia kecuali ia sendiri. Namun sebagai orang tua kami tidak ingin melihat anak kami di kecewakan dan disakiti" terang umar dengan bijaksana.


"Dan perlu kami katakan bahwa Rara pernah di kecewakan dengan sangat walau itu bukan kehendak dia namun kami tidak ingin hal tersebut terjadi dan terulang kembali " sambung Umar.


"maaf om kalau boleh tau apa yang membuat Rara kecewa om?" tanya Hendra dengan penasaran.

__ADS_1


"itu kejadian.....


__ADS_2