
baru saja tangan Hendra menjangkau hewan yang memang bergerak tersebut mereka di kejutkan dengan....
"apa yang kalian lakukan disini?" ujar bapak bapak yang berjumlah 2 orang yang menyebabkan Rara hampir terjungkal saking terkejutnya dan dengan sigap Hendra menangkap tubuh Rara sehingga tidak sampai terjatuh.
"wah benar-benar ya kalian, kami udah disini kalian malah melanjutkan adegan mesra-mesraan kalian" ujar bapak yang satunya lagi.
"ini tidak seperti yang bapak bapak kira" ujar Rara dengan nada begetar jujur saja ia begitu takut sekarang di tambah lagi dengan sakit yang masih ia rasakan di punggungnya.
"ada apa pak?" tanya bapak bapak yang baru saja datang dengan kawannya. jadi total kami di halte ini sekarang ada 6 orang.
"ini pak ada orang yang berbuat mesum disini" jawab bapak yang pertama kali mengejutkan kami.
"tidak benar itu pak. kami tidak sedang berbuat mesum" jawab Hendra dengan tenang, karena ia tidak sedang merasa berbuat kesalahan.
"alah mana ada maling ngaku pak, sudah jelas tadi kami nyampe disini mereka sedang berbuat mesum, betul kan pak?" tanya pak kepada rekannya.
"betul itu pak, wanita nya memegang baju pria sedangkan tangan si pria nya masuk kedalam baju wanita dari belakang " papar bapak itu.
__ADS_1
"tidak pak, ada yang menggigit punggung teman saya, jadi saya membantu untuk menyingkirkan hewan tersebut" ujar Hendra yang sudah mulai sedikit panik namun masih bisa bersikap tenang.
berbeda dengan Rara yang sudah berkeringat membayangkan yang tidak-tidak.
"kalau memang benar seperti itu, hewan apa itu dan mana hewan nya Sekarang nak?" tanya bapak yang terakhir dengan bijak dan tidak hakim sendiri.
"ada pak i... ucapan Hendra terpotong karena melihat di tangan yang sudah dia angkat tersebut tidak ada apa-apa.
"tuh kan pak, dia bohong. itu hanya akal-akalan nya saja. mana hewan nya ga ada kan" ucap bapak yang satunya lagi memperkeruh keadaan.
Hendra menganga melihat tangan nya yang memang saat ini tidak ada apa-apa dia tidak habis pikir kemana perginya hewan tersebut.
"alah ga itu bapak bapak, sudah jelas mereka disini berbuat mesum." sahut bapak yang memang sedari awal ingin menjatuhkan.
"kalau begini saya juga tidak ada kemampuan untuk membela kalian lagi nak, kalian harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian" ucap bapak yang bijak tadi.
"tapi memang benar pak, kami sedang tidak melakukan sesuatu yang di luar batas. apalagi berbuat mesum, sekarang memang punggung sayang terasa nyeri dan sedikit membengkak itu adalah bukti bahwa saya memang di gigit oleh seekor hewan, namun saya tidak tau hewan apa itu " ujar Rara setelah mengumpulkan keberanian karena ia juga tidak mau di arak seperti yang disampaikan bapak bapak tadi.
__ADS_1
"siapa yang dapat percaya kalau itu tanpa bukti "
"sudah-sudah sekarang mari kita ke RW terdekat agar segera dapat menyelesaikan ini semua mumpung sekarang hujannya juga sudah mulai reda walau masih ada gerimis " ujar bapak yang berbaju navy menengahi.
Diperjalanan menuju rumah RW terdekat perasaan Rara makin tidak menentu dia takut atas kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi di tambah lagi nyeri di punggung nya belum juga reda. Beda lagi dengan Hendra yang mampu bersikap tenang dengan keadaan ini walau tidak bisa di pungkiri perasaan was was itu pasti ada.
"masih sakit?" tanya Hendra
"tidak mas, namun aku takut dengan segala kemungkinan" jawab Rara dengan mata yang berkaca-kaca yang bersiap untuk menangis.
"sudah jangan terlalu dipikirin, semua akan baik-baik saja" jawab Hendra menenangkan Rara dan juga dirinya sendiri.
Jadi begitu ceritanya pak RW adu bapak-bapak yang memang dari awal sudah memprovokasi dan Hendra maupun Rara seolah tidak diberikan celah untuk menyela ucapan bapak ini.
"kalau memang kejadiannya seperti itu, semua harus kita selesaikan malam ini juga karena kami yang berada disekitar sini tidak mau terkena pengaruh buruk atas tindakan yang sudah kalian perbuat. kalian harus dinikahkan " ucap pak RW yang sudah termakan hasutan bapak tersebut.
"tapi pak...
__ADS_1
"Baik pak, kalau memang harus begitu namun boleh kan saya mengajukan satu permintaan"
"apa itu?"