
Setelah sampai di sana kami duduk di atas rumput persis ketika kami kesini waktu masa SMA, tidak ada yang berubah dari tempat ini.
Tidak terasa ternyata sudah lama kami berada disini dan Ketika sedang asik menikmati suasana danau yang begitu tenang tiba-tiba ada suara
"Ra kamu disini juga" tanpa menoleh pun aku tau suara siapa.
Tanpa menjawab pertanyaan tersebut aku segera menggandeng tangan Bulan untuk pergi dari sana.
"Ra tolong jangan seperti ini, kita masih bisa bicara baik-baik" ucap mas Hara dengan mencoba menghalangi langkah ku dengan menarik tangan mu yang satu lagi.
Ya orang tersebut adalah mas Hara, memang tempat ini adalah tempat dimana ketika ada masalah selalu tempat ini yang menjadi tempat menenangkan pikiran.
"Bisa ga sih berikan aku waktu untuk menenangkan pikiran. Kamu pikir mudah untuk aku bisa menerima ini semua. Tidak mas jawabannya tidak. Aku terlalu rapuh untuk keadaan seperti karena aku sudah terlanjur berharap tinggi kepada hubungan kita. Tapi apa akhirnya mas. Apa?" ucap kembali menangis. Ketenangan ku tadi seakan di renggut kembali setelah melihat mas Hara juga berada di tempat ini. Langsung saja ku menarik tangan Bulan untuk segera meninggalkan tempat itu. Dan ketika sampai di suatu mini market aku minta berhenti kepada Bulan.
__ADS_1
"Lan tolong temani aku ke tempat itu, aku mau menenangkan pikiran" ucap ku pada Bulan.
"Ra jangan bilang kamu mau masuk ke tempat yang bahkan dalam pikiran mu pun tidak pernah ada rencana untuk masuk ke dalamnya " ucap Bulan seakan tidak percaya dengan apa yang aku katakan.
"Aku mohon Lan, aku mohon. Sekali ini saja" ujar ku dengan nada yang memelas.
"hufff ya sudah tapi ga ada kata minum apalagi di melebihi itu. Kita masuk hanya.....hey Ra tunggu. Ih kok ditinggal" teriak Bulan karena aku sudah berjalan duluan.
Langkah ku terasa begitu ringan seolah tidak ada yang membebani nya. Entah apa yang mendorong ku Sampai sangat ingin masuk ke tempat terkutuk ini. Entah lah aku juga tidak mengerti dengan diri ku sendiri.
"Kamu itu memang ga tau diri ya. Sudah begitu baik madam pada mu . Tapi apa balasan mu, kau malah ingin kabur. Rasakan ini" suara sangar seorang pria menggema dari sebuah ruangan yang berada di sebelah kiri ku.
"Hentikan.....
__ADS_1
Belum sempat tangan lelaki itu mendaratkan tangan di pipi wanita tersebut aku Sudah berteriak untuk mengehentikan perbuatan nya dan hal itu terbukti berhasil karena tangan lelaki itu hanya mengambang di udara dan dia segera menurunkan tangannya.
Dan aku melihat seorang wanita yang berada di pojok ruangan tersebut dan jangan lupakan pula dengan penampilan yang acak-acakan.
"Anda siapa? Sebaiknya anda keluar karena ini tidak ada sangkut pautnya dengan anda. Dan jangan sesekali coba untuk mencampuri urusan kami" ku lihat wajahnya merah karena aku Yang sudah lancang mencampuri urusan nya, mungkin.
"Bapak boleh saja bilang ini tidak ada sangkut pautnya dengan aku, tapi kalau bapak berniat main tangan apalagi melukai wanita ini aku tidak akan tinggal diam" ujar ku yang sebenarnya sedikit takut namun itu segera ku tepis karena aku tidak akan membiarkan kekerasan terjadi di depan mata ku.
"Ra sudah ra, ayo kita keluar. kita akan meminta bantuan setelah itu baru kita datang lagi" bisik Bulan di dekat telinga ku agar tidak bisa di dengar bapak itu.
"Saya bisa saja berbuat kekerasan kepada anda, tapi sebelum itu terjadi mohon segera tinggalkan ruangan ini" ucapnya dengan nada yang menahan emosi.
"Saya tidak peduli bapak mau bilang apa, yang jelas bebaskan wanita itu. seandainya pun ada masalah diantara kalian silahkan bicara dengan baik" jawab ku masih mencoba membujuk laki-laki tersebut.
__ADS_1
"akkkhhhh aku tidak butuh kata-kata dari mu atau pun nasehat dan rasakan ini.....
Buuugggghhhh