Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Noda


__ADS_3

Sebenernya tidak ada ayah yang rela melepas putri yang sudah ia besarkan, ia jaga dengan sepenuh hati kepada orang yang notabene nya adalah orang lain. karena sejatinya ayah itu adalah cinta pertama anak perempuannya.


Namum kembali lagi ke kodrat manusia.


Setelah percakapan haru tersebut tidak ada yang mampu menahan tangisannya apalagi citra istri dari sang Abang Candra. yang memang sudah menikah dan sekarang mereka lagi menikmati masa-masa menanti kelahiran anak pertamanya


kakak iparnya dari tadi sudah sesegukan karena memang wanita itu sekarang sedang hamil, jadi wajar ia tidak bisa mengontrol emosi nya atau terlalu ekspresif.


Rara dan Hendra menerima wejangan dari bunda dan juga Candra abangnya, isi wejangan tersebut hampir sama dengan yang di sampaikan ayah sebelumnya namun dengan bahasa yang sedikit berbeda.


sedangkan untuk citra sang kakak ipar tidak mampu berkata-kata karena ia masih belum selesai dengan tangisnya, mereka hanya berpelukan begitu juga dengan Gina, sang adik yang jarang sekali di rumah karena sekolah di tempat nenek yang berbeda kota. mereka berpelukan cukup lama.


sampai akhirnya umar sang ayah menyudahi kegiatan tersebut dengan memberikan ultimatum agar mereka segera beristirahat setelah hari yang melelahkan ini.


sesampainya di kamar umar dikejutkan dengan pelukan dari belakang yang pelakunya sudah bisa di tebak, ya siapa lagi kalau bukan istri tercintanya.


"bunda senang banget yah, walau jalannya seperti ini tapi bunda yakin perlahan-lahan mereka akan bisa saling mencintai dan Rara tidak terus-terusan bersedih karena sekarang ada teman berceritanya. dan juga bunda melihat bahwa Hendra adalah anak yang bertanggungjawab" ujar bunda dengan nada girang karena memang dari dulu ia menginginkan cucu yang banyak dan sekarang masih satu calonnya. kapan banyaknya kalau cuma mengandalkan Candra dan citra tapi ia sekarang sudah merasa tenang karena sebentar lagi ia juga akan punya dari Rara dan Hendra.


namun di kamar yang berbeda sepasang suami istri malah dalam keadaan yang entah bagaimana mendeskripsikan nya karena dari tadi mereka berdua masih saling diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


"ekheeemmm"


"eh maaf mas, mas mandi dulu aku siapkan airnya" ujar Rara dengan cepat ke kamar mandi.

__ADS_1


selagi Hendra mandi Rara berinisiatif untuk meminjam baju sang Abang karena dari postur tubuh mereka tidak jauh berbeda hanya sedikit lebih tinggi dan kekar Hendra.


Rara menghampiri cermin untuk melihat punggungnya yang digigit entah hewan apa tadi karena rasanya masih sedikit nyeri dan ia juga merasakan sedikit bengkak.


setelah membalik badan agar ia dapat melihat punggungnya dari cermin ia kelabakan dengan sebuah suara


"masih sakit ya... Hendra bertanya sambil terus berjalan ke arah Rara.


"eh ah ga kok mas, kirain tadi lama mandinya" jawab rara dengan gugup karena ia begitu malu di hadapan suaminya dengan keadaan baju yang sudah naik ke atas walau masih ada tank top yang menutupi bagian perut tetap saja ia merasa grogi kerena posisi punggung yang terbuka dan ia sedang membelakangi suaminya, terbayangkan betapa malunya ia sekarang.


"sini mas lihat dulu"


"ga usah mas, aku mandi aja nanti kalau udah kena air pasti sembuh" asal Rara agar bisa segera berlalu dari hadapan suaminya.


Tidak bisa di pungkiri sebagai lelaki normal saat Hendra menyingkap baju sang istri ada sesuatu yang bangun dalam diri nya.


Namun ia kembali iba melihat punggung istrinya yang nampak merah dan juga sedikit membengkak.


"kenapa tidak tadi waktu perjalanan pulang kita bisa beli obat untuk ini" Hendra khawatir jika saja bapak yang tadi tidak mengejutkannya maka ia dapat membunuh hewan yang sudah berani menggigit sang istri.


setelah selesai drama di gigit hewan dan di obati dengan obat yang ada di kota p3k mereka tidur setelah peristiwa yang melelahkan hari ini.


tidur Hendra terganggu karena pergerakan dari samping nya yang sejak tadi tidak bisa diam.

__ADS_1


"hey kamu kenapa ra?"tanya Hendra yang khawatir melihat Rara yang seperti posisi bayi dalam kandungan sambil memegang perut dan jangan lupakan keringat dingin di dahi gadis itu.


"Ra tolong jangan buat aku panik, kamu kenapa" tanya Hendra kembali.


Hendra segera melihat jam dinding yang tergantung menunjukkan pukul 4 pagi dan dia sekarang tidak tau mau berbuat apa.


"Rara hey tolong jawab aku kamu kenapa" kali ini dengan gerakan sedikit mengguncang bahu Rara.


"sa-sakit


Dan dalam waktu bersamaan ternyata Candra sedang lewat di depan pintu kamar sang adik menggelengkan kepala sambil tersenyum. ia tadi memang pergi ke dapur mengambil minum untuk citra yang memegang akhir-akhir ini sering sekali merasa kehausan ketika menjelang subuh begini.


kembali lagi ke kamar pasangan suami istri yang baru sah tersebut.


"ap apa nya yang sakit Ra, tolong bicara. aku harus gimana?" Hendra kelabakan sendiri karena tidak tau harus berbuat apa.


akhirnya drama itu berhenti ketika Rara kembali tidur dengan sendirinya dan Hendra pergi ke kamar mandi untuk segera bersiap untuk melaksanakan kewajibannya.


ia memang tidak berniat untuk membangun sang istri karena istrinya baru tertidur kembali maka nanti saja ia bangun kan.


jam sudah menunjukkan setengah enam, jadi ia berniat untuk membangunkan sang istri yang kini sudah berubah posisi tidur nya.


ia melihat ada noda....

__ADS_1


__ADS_2