Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Hamil


__ADS_3

Braaakkkk.....


Tanpa sadar ternyata aku sudah menggebrak meja dan ku lihat ia begitu terkejut atas tindakan ku tersebut tapi aku tak punya waktu untuk hal tersebut. Aku masih shock akan penyataan yang baru saja di sampaikan nya.


Bagai petir di siang bolong yang tiada angin tiada hujan tapi petir menggelegar.


Aku tidak tau bagaimana ekspresi yang aku tunjukkan saat ini yang pasti aku kehilangan kata-kata.


Bahkan rasanya bangku yang aku duduki saja sekarang bergerak membuat tubuh ku seolah tidak seimbang lagi jika sedikit saja aku tidak bisa menyeimbangkan badan ini.


Apa katanya tadi hamil .... Ini adalah kemungkinan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya dan ini juga kata yang paling takut untuk aku dengarkan saat ini apalagi dari seorang wanita yang belum aku kenal sama sekali.

__ADS_1


Jangankan kenal namanya aku tau karena dia ngajak ketemuan untuk membahas perihal ini. Sebelumnya memang sempat aku mengasih dia kartu nama selepas kejadian malam itu.


Yelsi , ya namanya Yelsi kalau aku tidak salah ingat. Namun lidahku selalu kelu untuk mengucapkan nama nya.


"Kenapa diam saja mas, berikan sedikit respon mu atas apa yang terjadi kepada ku mas" ucap nya tergugu dan lengkap dengan wajah yang berlinang dengan air mata.


"Aku tidak tau lagi mau bilang apa Yel aku benar-benar kehilangan kata. Aku tidak tau akan terjadi hal seperti ini dan sebelumnya tidak pernah terlintas di pikiran ku" ucap ku lirih seraya mengeluarkan unek-unek ku.


"Aku juga tidak menyangka bahwa ini akan terjadi pada ku mas, karena menurut yang aku baca jika hanya sekali melakukan hubungan badan kecil kemungkinan untuk hamil. Ya aku lupa bahwa hal tersebut bukanlah tidak mungkin " ujar nya dengan muka yang masih sembab dan hidung yang sudah memerah.


"Tindakan apa yang kamu maksud?" Tanya ku dengan heran.

__ADS_1


"Ya apalagi kalau bukan kamu minta aku untuk menggugurkan kandungan ku ini. Itu tidak akan pernah aku lakukan mas. Tidak akan pernah " ucapnya dengan tegas.


Aku pun lantas menggeleng kepala.


"Sebejat apa pun aku, seburuk apa pun tingkah laku ku aku tidak akan pernah berniat untuk membunuh anak ku sendiri " ucap ku dengan tegas walau masih ada keraguan di dalam kalimat yang aku ucapkan.


Karena aku masih bingung bagaimana nasib hubungan ku dengan Rara wanita yang aku inginkan untuk jadi istri ku dan akan menjadi ibu dari anak-anakku.


Sementara di sisi lain aku tidak meragukan akan anak yang di kandung nya, karena selama yang aku pantau dari anak buah ku. Yelsi tidak pernah berbuat yang macam-macam apalagi menyangkut laki-laki lain. Itu tidak pernah dia lakukan. Dia wanita yang baik namun entah mengapa dia terseret dalam kejadian malam naas itu.


"Berikan alamat mu, Minggu depan aku akan mengunjungi keluarga mu sekaligus membicarakan rencana pernikahan kita" ucap ku dengan nada yang tidak bisa aku jelaskan bagaimana perasaan ku saat ini.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan wanita yang kau sebut tadi, bukanlah kesannya aku yang menjadi perusak dalam hubungan kalian" ucapnya dengan wajah yang kembali menunduk.


untuk hal itu......


__ADS_2