
Setelah sampai di ruangan bunda di rawat,
"Ra, kamu dah sampai?" Tanya seseorang yang ternyata mas Hara.
"Iya mas Yok langsung aja masuk ya, aku mau lihat kondisi bunda dulu" ujarku langsung membuka pintu tempat ruang bunda di rawat.
"Bunda kenapa yah? Sejak kapan bunda begini?" Tanya ku dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Aku memang akan langsung lemah jika itu menyangkut orang tersayang ku, apalagi ini bunda.
"Tenangkan diri mu nak, nanti bunda terbangun. Bunda gapapa kok, hanya kurang darah dan sedikit kecapean. Jadi ga ada yang perlu di khawatirkan. Kita hanya akan menunggu bunda sadar dan cairan infus nya habis. Setelah itu kata dokter kita sudah bisa pulang" jelas ayah panjang lebar karena tau aku tidak akan puas sebelum mendapatkan jawaban yang aku inginkan.
"Iya Ra benar kata Om, sekarang kita hanya sedang menunggu dan tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap mas Hara membenarkan perkataan ayah. Sedangkan ayah hanya tersenyum saja.
"Kamu bawa Rara dulu cari makan Har, karena om yakin dia belum makan tu."
"Tapi Rara ga lapar yah mau nunggu bunda aja sampai bangun"
__ADS_1
"Kamu ga boleh nyepelein makan Ra, kalau kamu sakit Tante ga akan suka"
"Nah betul tu kata Hara, jadi sekarang kalian cari makan dulu"
Dengan terpaksa aku keluar dari ruangan bunda di rawat.
Setelah sampai di tempat makan aku memesan makanan yang aku mau yah walaupun ga lapar lapar banget tapi benar kata dua laki-laki kesayangan ku itu.
"kamu sama siapa kesini Ra?, Siapa yang ngantar kamu?, Kamu gapapa kan? Rambut mu masih basah walaupun hanya sedikit" Tanya mas Hara yang tadinya baru keluar dari toilet dan ga melihat aku waktu sama manusia dingin tu.
"Maaf sayang mas khawatir, jadinya langsung memberondong pertanyaan deh" kata nya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Aku terkekeh melihatnya.
"Jawab dong sayang, masa malah ketawa"
" Iya mas iya, yang ngantarin aku kesini tu mas-mas yang ga aku tau namanya siapa, dia juga yang menjamin handphone buat nelpon nomor bunda tadi tu" ujar ku menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Terus sekarang mana orangnya? Kamu ga di apa-apa in sama dia ra?"
"Tadinya mau ngantar aku sampe ruang rawat bunda mas, tapi ga jadi gara-gara ada urusan mendadak katanya dan dia baik kok mas bukti nya aku ga di apa-apain sama dia" sahut ku menenangkan mas Hara.
"Ok deh sayang karena keadaan darurat untuk kali ini gapapa, tapi untuk ke depannya ga boleh lagi dekat sama cowok lain ya" ujarnya sambil mengelus kepala ku.
Aku memutar bola mataku kesal karena sifat posesifnya lagi kumat.
"kapan sih mas aku dekat sama cowok lain, aku tu udah yakin sepenuhnya kepada mas. jadi ga da lagi alasan aku buat dekat lagi sama cowok lain" ujar ku dengan memonyongkan bibir.
"iya sayang iya mas percaya sama kamu" pegangan di tangan ku belum juga mas hara lepaskan bahkan semakin di eratkan.
"Mohon maaf mbak, mas makanannya sudah siap"
Dan kami pun kemudian makan
__ADS_1
Selesai makan aku dan mas Hara kembali ke rumah sakit lagi. Niatnya malam ini biar aku saja yang menjaga bunda dan besok aku akan izin ga masuk dulu. Namun sampai di ruangan kami di kejutkan dengan....