Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
SAH


__ADS_3

"kalau memang kejadiannya seperti itu, semua harus kita selesaikan malam ini juga karena kami yang berada disekitar sini tidak mau terkena pengaruh buruk atas tindakan yang sudah kalian perbuat. kalian harus dinikahkan " ucap pak RW yang sudah termakan hasutan bapak tersebut.


"tapi pak, kami berkata yang sesungguhnya. kami tidak berbuat mesum. Saya benar-benar hanya ingin membantu mengeluarkan hewan itu" sungguh memang Hendra berniat serius dengan Rara, namun ia tidak menginginkan jalan seperti ini untuk mereka bersatu.


"Baik pak, kalau memang harus begitu namun boleh kan saya mengajukan satu permintaan" Rara menyetujui hal tersebut setelah ia bergelut dengan pikirannya sendiri. Entah apa yang membuat ia akhirnya menyetujui hal tersebut.


"dan akan ku buktikan bahwa aku bisa tanpa mu dan lebih bahagia bila tidak dengan mu mas" sambungan Rara dalam hati.


"apa itu?" sahut bapak tadi, yang memang dari awal sudah ngotot dengan mereka harus dinikahkan.


"kalau memang kami harus dinikahkan, saya mohon keluarga saya harus ikut menyaksikan setidaknya ayah saya" pinta Rara yang membuat Hendra hampir menjatuhkan rahang nya saking terkejutnya dengan persetujuan Rara, bukannya ia keberatan untuk bertanggungjawab namun sekali lagi ia ingin bersatu dengan Rara tidak dengan jalan seperti ini.


Ia ingin membuktikan kepada gadis itu bahwa ia serius, lah ini boro-boro mau buktiin. ngomong mau serius aja belum dah mau dinikahin aja.


"bagaimana para saksi,SAH"

__ADS_1


"SAH"


"SAH"


Tanpa terasa air mata ku jatuh karena status ku yang sudah berubah,


"apakah nanti aku mampu untuk menjadi seorang istri yang menjalankan kewajibannya dengan baik dan mengabdi kepada suami ku, sebagaimana bunda kepada ayah sedangkan aku belum kenal baik dengan suami ku. dan..." lamunan ku berhenti ketika bunda menyenggol tangan ku dan memberi kode agar salim kepada sosok yang baru saja sah menjadi imam ku.


Mas Hendra meletakkan tangan nya ke kepala ku dan lantas membacakan sebuah do'a dan setelahnya menjulurkan tangan ke arah ku dan ku sambut dengan gerakan kaku.


Setelah prosesi ijab kabul ini selesai ayah meminta maaf atas segala ketidaknyamanan dari perbuatan kami.


ingin sekali aku rasanya mencegah ayah melakukan itu, toh kami juga sudah di nikahkan walau itu bukan kesalahan kami sepenuhnya karena memang kami tidak melakukan apa yang telah mereka tuduhkan. Namum tangan bunda yang sejak tadi terus menggenggam tangan ini tambah erat menghentikan niat tersebut. bunda memang menggenggam tangan ku namun belum ada sepatah kata pun keluar dari mulut wanita yang menjadi panutan ku ini dari tadi, hal ini membuat ku semakin takut karena sudah mengecewakan bunda.


Sekarang kami telah diperjalanan menuju rumah ayah.

__ADS_1


"ayah bunda, ini semua tidak seperti yang ada dalam pikiran kalian. kami benar-benar tidak melakukan apa yang mereka sebutkan. tolong percaya ayah ,bunda" ujar Rara dengan suara lirih karena ia tidak tahan dengan keadaan yang hening sejak tadi.


"sudah lah Ra, nanti saja kita bahas istirahat lah sebentar sebelum kita sampai ke rumah" jawab bunda yang membuat Rara semakin merasa bersalah.


Tidak terasa air mata Rara kembali jatuh, dan hal itu membuat Hendra tidak tega. Memang ia dari tadi hanya diam dan mengamati interaksi antara anak dan orang tua tersebut.


karena ia juga merasa bersalah dan tidak mempunyai muka lagi berbicara kepada mertuanya.


Sesampainya mereka di rumah tepatnya di ruang tamu.


Semua kembali diam, tidak ada yang memulai obrolan.


"sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya om Tante, apa yang terjadi hari di luar kendali saya. tapi seperti yang di sampaikan Rara tadi, kami benar-benar tidak melakukan apa yang para bapak bapak tadi tuduhan." Hendra mencoba memulai percakapan dan ia merasa sebagai lelaki sejati harus bisa bertanggung jawab atas segala perbuatannya walau itu bukan murni kesalahannya.


"sudahlah nak Hendra, semua sudah terjadi tidak ada lagi yang perlu di sesali. namun ayah berharap kalian bisa mencoba secara perlahan menjalani pernikahan kalian ini dengan baik. ya memang jalan kalian untuk bersatu seperti ini, tapi ayah berharap kalian bisa saling menerima. untuk Rara sekarang kamu bukan lagi tanggung jawab ayah nak melainkan sudah menjadi tanggung jawab suami mu namun setelah ini tidak akan ada yang berubah untuk mu kami tetap akan selalu menjadi orang tua mu. karena sudah menjadi tanggungjawab suami maka dengarkan perintahnya selagi itu tidak bertentangan dengan agama kita dan untuk Hendra ayah berharap kamu bisa membimbing anak ayah dengan baik dan Rara ayah serahkan kepada mu jangan pernah ada niat mu untuk menyakitinya dan jika memang kamu sudah tidak sanggup membimbing dia maka kembalikan ia kepada ku. dia memang sudah menjadi tanggungjawab mu Sekarang, namun ia akan tetap dan selalu menjadi putri ku sampai kapan pun itu , " ujar ayah sambil menghapus air mata yang sudah tidak dapat di tahannya. sebenernya tidak ada ayah yang rela melepas putri yang sudah ia besarkan, ia jaga dengan sepenuh hati kepada orang yang notabene nya adalah orang lain. karena sejatinya ayah itu adalah cinta pertama anak perempuannya.

__ADS_1


__ADS_2