Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
kesel nya Rara


__ADS_3

Karena terlalu dengan handphone aku sampai tidak sadar telah menabrak seseorang dan seseorang tersebut adalah orang yang belum pernah aku lihat atau kenal sebelumnya.


"Mohon maaf mas, sudah menabrak mas dengan tidak sengaja " ucapku sambil memunguti barang yang di bawa orang tadi yang tidak sengaja aku jatuhkan.


"Iya, lain kali jangan main hp sambil jalan. Gini kan akibatnya. Kalau anak kecil yang di tabrak bagaimana?" balasnya dengan nada dingin membuat aku semakin merasa bersalah.


"Iya mas maaf, sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya" dan aku telah bangkit dari jongkok ku tadi mengambil barang sekaligus handphone ku yang terjatuh.


"Ya" ujarnya sambil terus berjalan dan tidak memperdulikan aku lagi.


"Hey aku memang salah, tetapi bukan kamu saja yang barangnya jatuh. Orang handphone aku aja jatuh retak lagi. Merasa kamu aja yang paling di rugikan, ih kesal" ucap ku tentu saja dalam hati.


Mana berani aku mencak-mencak sementara aku yang salah. Tapi aku benar-benar kesal sekarang.


Terasa ada yang menepuk pundak ku, ah aku sampai lupa ternyata aku tadi sedang menunggu Bulan dan berniat menunggu dia di luar tapi malah insiden tadi yang terjadi.


"Kenapa bengong gitu sambil mendumel dalam hati Ra " tanya Bulan yang sudah hafal dengan segala gerak-gerik dan bahasa tubuh ku.

__ADS_1


"Ih aku kesal banget deh Lan, masa tadi kan aku niatannya nunggu kamu di luar tapi ada notif chat dari mas Hara. Jadi aku membalasnya sambil jalan dan aku ga sengaja menabrak seseorang" ujar ku dengan muka yang masih kesal mengingat kejadian tadi.


"Terus-terus apalagi yang terjadi?" Tanya Bulan dengan menahan senyum.


"kenapa antusias sekali Lan, kamu senang liat aku kesal dan dimarahin sama cowok dingin dan nyebelin itu" aku yang tadinya hanya kesal ke orang dingin itu kini juga kesel ke Bulan karena ngeledek aku dari tadi.


"Iya Lan aku senang liat kamu kesel sambil monyongin bibir kek gitu, jarang-jarang kan kamu begini" jawab Bulan tapi masih dengan cekikikan.


"Dah lah Lan yok kita pulang hari dah sore nih, bentar lagi Maghrib" ujar ku tanpa memperdulikan ucapannya yang tadi.


"Eh iya yok sampai lupa karena terus menggoda kamu. Kamu pulang dengan apa Ra? Atau kamu di jemput mas Hara?" Tanya Bulan dengan ga sabaran.


"emang gapapa Ra?, kalau ga aku aja yang antar kamu " kata Bulan sedikit khawatir karena aku pulang naik taksi di tambah lagi hari sudah mau Maghrib.


"Gapapa Lan, aku bisa pulang sendiri kok kan lagian udah dekat. Daripada pada kamu harus bolak-balik karena ngantar aku. Kita kan ga searah" kataku mencoba menenangkan Bulan karena mengkhawatirkan aku.


"ya udah deh lan, mana taksi yang akan mengantarkan kamu pulang? Biar kita pulang sama-sama." Tanya Bulan sambil celingak-celinguk

__ADS_1


"Bentar lagi sampe tu Lan, tadi katanya mas nya udah jalan. Mungkin terjebak macet.


"Ya udah kita tunggu ya biar kita sama pulang" jawabnya masih keukeh dengan pendiriannya


"Ga usah Lan, kamu pulang aja dulu biar aku yang nunggu. Kamu kan masih jauh" sahut ku


"Ya udah aku pulang duluan ya Ra, kalau ada apa-apa kabari secepatnya atau ga telpon mas Hara"


"Iya Ra iya kamu juga hati-hati ya, soalnya dah mau Maghrib bahasa " ucapku ketika kami cipiki cipika.


Setelah setengah jam menunggu aku juga mulai bosan.


Akhirnya aku menerima telpon dari sopir taksi yang ku pesan tadi, dia mengkonfirmasi bahwasanya di terjebak macet karena ada kecelakaan dan di prediksikan akan memakan waktu yang lama.


Dan aku pun memutuskan untuk membatalkan pesanan taksi online ku.


Setelah itu aku ga tau harus bagaimana aku pulang. Ku telpon mas Hara nomor nya ga aktif sedangkan kau pake ojek baru aja turun ujan. Aku hanya pasrah menunggu hujan reda walaupun hari sudah mulai memasuki Maghrib.

__ADS_1


Setengah jam telah berlalu kembali, hari sudah benar-benar gelap. Sampai akhirnya ada suara yang mengagetkan aku, suara tersebut adalah suara.....


__ADS_2