
Dan perlu kami katakan bahwa Rara pernah di kecewakan dengan sangat walau itu bukan kehendak dia namun kami tidak ingin hal tersebut terjadi dan terulang kembali " sambung Umar.
"maaf om kalau boleh tau apa yang membuat Rara kecewa om?" tanya Hendra dengan penasaran.
"itu kejadian...
"lagi bahas apa sih kok pada hening Ketika Rara datang?" tanya Rara yang baru bergabung karena tadi sempat sakit perut.
"eg-ga kok ra, ini nak Hendra lagi masa kecil kamu" jawab bunda yang membuat Hendra mengernyitkan dahi, agak sedikit heran.
"ya udah om, tante udah sore saya pamit pulang dulu" pamit Hendra kepada ayah dan bunda.
__ADS_1
"biar ayah yang antar nak Hendra kedepan dulu ya bund" ujar ayah yang diangguki bunda sedangkan Rara diam saja.
Ingin mengucapkan terimakasih karena sudah mengantarkannya pulang namun mulut nya seakan terkunci.
"nak Hendra kalau memang berniat untuk mendekati anak saya boleh saja namun saya katakan di awal kalau hanya ingin main-main dan tidak serius lebih baik tidak. nak Hendra perlu tau bahwa Rara baru saja gagal dalam menjalani hubungan menuju arah yang lebih serius, jadi saya tidak ingin hal tersebut terulang kembali. maaf bukan maksud saya untuk menyinggung perasaan nak Hendra tapi saya harus tegas jika itu menyangkut kebahagiaan anak saya" ucap Umar ketika sudah di depan.
"baik om saya bisa pastikan tidak ada niat saya untuk tidak serius apalagi hanya untuk bermain-main. saya memang ingin menjadikan Rara sebagai istri saya om, dan saya akan mencoba secara perlahan. karena saya dapat merasakan bahwa Rara juga membangun benteng pertahanan diri yang tidak mudah untuk dilewati." jawab Hendra meyakinkan Umar.
Pekatnya malam telah menyapa dan dengan ditemani buku dan sepotong cake di kamarnya Rara tengah termenung tanpa memperdulikan buku yang berada di pangkuannya yang menemaninya sejak tadi dia malah teringat dengan ucapan ayah dan bundanya sehabis makam malam bersama tadi yang mengatakan bahwa agar ia membuka hati kepada pria lain karena tidak mungkin selamanya dia seperti itu dan Rara membenarkan hal itu namun dia masih takut hal tersebut terulang kembali.
Dan yang lebih mengganggu pikirannya adalah tentang Hendra yang berniat untuk dekat dengannya. Rara tidak menduga bahwa pria dingin itu mempunyai keberanian untuk mengutarakan niatnya kepada ayah dan bundanya.
__ADS_1
Sedangkan dalam waktu bersamaan namun ditempat yang berbeda keadaan Hara tidak jauh berbeda dengan Rara yaitu melamun. Hara masih saja belum bisa melupakan sosok wanita yang begitu melekat dalam pikirannya walau sudah beberapa bulan ini dia mencoba mengikhlaskan hubungan mereka namun dalam hati kecilnya tetap tidak bisa melupakan itu semua dan kalau boleh jujur dia masih berharap agar bisa kembali bersama dengan Rara walaupun ia merasa tidak pantas bersanding dengan wanita yang begitu ia cintai.
Bedug subuh terdengar seakan membangun para penduduk bumi, berlindung di bawah selimut memang menghangatkan tubuh namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Rara karena mengingat bahwa masih ada kewajiban yang harus ditunaikan.
Selesai dengan semua ritual yang biasa dilakukan kini Rara berniat pamit untuk kembali bekerja seperti biasa.
namun hal itu harus tertunda karena salam dari seseorang dari luar. Dan orang tersebut adalah Hendra.
"maaf om, tante pagi-pagi saya datang bertamu. saya berniat untuk menjemput Rara untuk berangkat bekerja " ucap Hendra dengan sedikit gugup yang coba dia tutupi.
karena dia baru pertama kali mendekati perempuan dengan cara seperti ini.
__ADS_1
"tapi...