
"sekali lagi makasih ya Ra, aku tadi tidak bisa membayangkan bagaimana tanggapan mu atas hubungan kita yang entah bagaimana menjelaskannya" ucap Hendra haru dan bangga dengan istrinya tidak salah ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanitanya ini.
"mas merasa menjadi pria yang paling beruntung karena memiliki wanita seperti mu" ucap Hendra yang tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia nya.
Berbeda halnya dengan Hara yang walau ia berjanji kepada ayahnya tadi untuk mencoba menerima ini semua, tetep saja ini tidak semudah waktu mengucapkannya.
namun tidak bisa di pungkiri ia juga merasa bangga dengan keputusan Rara, rasanya walau ia tidak bisa di posisi Hendra sekarang namun ia merasa aman melepas Rara kepada sosok yang sudah sangat ia percaya yaitu papa yang baginya adalah ayah kandung karena sejak kecil dia tidak mengenal namanya orang tua.
"ya sudah pa, kami pamit dulu Yelsi juga tidak bisa lama-lama duduk karena kandungannya juga sudah memasuki trimester terakhir" alibi Hara.
"kalian ga nginap aja?" sahut Hendra yang sebenarnya basa-basi karena dia sendiri tau apa jawaban dari anaknya.
__ADS_1
Setelah mengantar Hara dan Yelsi, dan memastikan mereka sudah jauh dari pandangan Hendra kembali masuk ke rumah dan mendapati Rara yang tengah melamun.
"Ra aku tau ini berat untuk kita terutama kamu. namun kamu mau kan kita melewati ini bersama-sama?" tanya Hendra dengan lembut kepada Rara.
"mohon bimbing aku mas, tegur aku bila melakukan kesalahan. aku tidak sekuat itu sebenarnya mas, aku hanya berusaha" ucap Rara yang mulai terisak.
"menangis lah Ra, jika itu bisa membuat mu tenang namun aku berharap bukan hubungan kita yang kami tangisi apalagi sesali" Hendra maklum hubungan mereka bukan satu dua bulan tentu dengan rentang waktu yang memasuki tahun ke lima memiliki kenangan dan berbagai rencana yang tidak sedikit. Namun bolehkah ia egois dengan mengharapkan Rara melupakan itu semua.
"suuutt iya Ra mas paham kok. tapi bolehkah mas minta ini menjadi tangisan yang terakhir untuk laki-laki selain mas. dan mas akan berusaha tidak akan membuat mu menangis jika itu untuk kesedihan. Mas tidak bisa menjamin bahwa kamu akan selalu bahagia bersama mas, namun mas akan selalu berusaha untuk tidak pernah menyakiti mu" janji Hendra kepada wanitanya.
"maafkan aku mas hiks hiks..."
__ADS_1
Rara semakin di lingkupi rasa bersalah karena niat awal dia menerima pernikahan ini adalah untuk membuktikan kepada Hara bahwa ia tidak selemah yang terpikir oleh Hara.
masih segar di ingatan Rara bagaimana ucapan Hara malam sebelum kejadian Meraka dinikahkan karena kesalahpahaman namun mulai sekarang ia berjanji untuk memulai perjalanan mereka dengan ikhlas dan sebisa mungkin untuk lepas dari bayang-bayang masa lalunya.
sementara di waktu bersamaan namun tempat yang berbeda dua orang dalam mobil di lingkupi kebisuan.
"untuk kesekian kalinya aku minta maaf mas, aku tau ini tidak mudah untuk kalian dan juga untuk ku. bukan hanya kalian yang tersiksa namun aku juga tidak tau harus bersikap seperti apa" Yelsi memecah keheningan karena tidak tahan dengan keterdiaman mereka sejak tadi.
"maaf juga membuat kamu serba salah dalam keadaan ini Yel, namun bolehkah aku meminta waktu kepada mu untuk bisa mengerti bahwa aku memerlukan waktu untuk ini semua" lirih Hara, bukan tidak ada rasa bersalah di hati Hara terhadap wanita yang kini sedang mengandung darah daging nya namun apa boleh buat ia masih belum bisa melupakan Rara begitu saja.
"sampai kapan mas?, sampai kapan kamu butuh waktu untuk bisa melihat keberadaan ku?"
__ADS_1