Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Jalan takdir


__ADS_3

"Ra aku mau ngomong sama kamu sebentar boleh ya" Ucap seseorang yang berasal dari belakang ku dan orang itu adalah mbak sindy teman yang termasuk dekat juga dengan mas Hara.


Ku balas dengan anggukan dan senyuman.


"Bun Rara kesana dulu ya sama mbak sindy"


"Iya nak pergilah, nikmati acara ini ya" balas bunda dan tatapan beliau menyiratkan akan aku harus kuat.


"Kamu cantik banget Ra" ucap mbak sindy memulai obrolan setelah kami duduk di tempat yang agak sudut.


"Mbak bisa aja, mbak juga ga kalah cantik tu. Buktinya mbak sudah sold out dan bentar lagi jadi ibu" mbak sindy hanya tersenyum.


"Ra mbak sudah mendengar bagaimana cerita hubungan kalian. Mbak juga ikut bersedih. Tapi mbak tau kamu adalah wanita kuat"


Aku hanya tersenyum dan kemudian menghela nafas berharap setelah itu menjadi lebih tenang.


"Ga usah kita bahas lagi ya mbak. Ini kan hari bahagia jangan merusak suasana" ujar ku diakhiri dengan tertawa hambar guna menutupi kepiluan ini.


"Mbak tau kamu sedang berusaha untuk kuat Ra. Dan mbak juga salut kepada mu" batin sindy.

__ADS_1


"Eh iya mbak, tadi katanya mau ngomong. Mau ngomong apa mbak?"


"Oh iya mbak tau ini agak berat untuk mu. Tapi Hara punya keinginan untuk ngobrol berdua ya anggap aja ini obrolan kalian yang terakhir untuk berdua. Tapi itu pun kalau kamu mau. Kalau ga juga mbak ga maksa" senyum mbak sindy terpantri di akhir kalimat nya.


Setelah berpikir beberapa saat aku mengangguk kepala.


"Boleh mbak tapi dengan catatan mbak harus ikut dan juga ngomong nya juga di depan istrinya" ucap ku memandang mbak sindy.


"Aku ga mau menimbulkan prasangka buruk orang mbak. Sekarang aku sudah bukan siapa-siapa mas hara lagi. Dan lagi pula ada hati yang harus di jaga mas Hara biar ga tersakiti" ucap ku sambil menunduk.


Terdengar helaan nafas mbak sindy.


"Ya Tuhan kuatkan lah hati ku. Aku yakin aku mampu menghadapi ini semua " ucap ku dalam hati yang sekarang sudah seperti mantra saking seringnya di ucapkan.


Tampak mas Hara langsung berdiri dari duduknya ketika kami sudah dekat dengan tempat mereka duduk yaitu pelaminan.


"Gimana Yel, semua aman kan?" Tanya mbak sindy ketika kami sudah di depan mereka.


"Aman kok mbak" jawab wanita itu dengan lembut.

__ADS_1


Syukurlah setidaknya aku lega jika wanita yang seperti ini menemani mas Hara.


Mbak sindy menyenggol lengan ku karena aku hanya diam saja dari tadi.


"Eh iya selamat ya mbak, mudah-mudahan langgeng hingga maut memisahkan" ucap ku yang berusaha setulus mungkin.


Memang aku belum rela, namun lebih kepada bagaimana aku berdamai dengan keadaan.


Aku yakin seiring berjalannya waktu akan ada masa dimana ketika aku melihat mas Hara aku akan merasa biasa saja.


"Maaf ya mbak, bukan ingin ku untuk merusak semua rencana yang sudah kalian susun rapi" ucap nya kembali menyadarkan aku dari lamunan.


"Mungkin memang sudah jalan takdir seperti ini mbak, ga ada yang perlu di sesali. " Ucap ku seadanya sambil menahan gumpalan air yang siap turun dari persembunyiannya.


"Sekali lagi maaf mbak" ucap wanita itu sambil menangis.


Mbak sindy juga tampak mengusap ujung matanya.


"Sudah mbak, semoga bahagia untuk kalian lagi pula saya sudah mengikhlaskan semua nya" bohong ku untuk menenangkan wanita di depan ku ini.

__ADS_1


"Ra...


__ADS_2